The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: festival (3)



Di tengah asiknya Marissa, Taehyung, Namjoon, Seokjin, dan Hoseok yang sedang memakan makanannya sambil bercanda ria, Tiba-tiba datanglah seorang perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Hara.


Ia menghampiri meja makan dimana anak bangtan dan Marissa tengah makan.


"Hi all" Sapa gadis itu kepada Anak bangtan, sedangkan ia memberikan tatapan sinis kepada Marissa yang di balas tatapan dingin.


"Ya ampun, kenapa tidak di jawab?" Kesal Hara sekaligus kecewa karna tidak ada yang menjawab sapaan dari nya.


"Hi" Jawab Hoseok malas.


"Terima kasih, seonbae" Setelah mengucapkan itu, ia memutari meja makan untuk mencari tempat dimana Taehyung berada dan duduk di samping pria itu.


Marissa yang tadinya berada di samping Taehyung kini menepi karna tiba-tiba saja Kim Hara mendorongnya untuk menjauh.


"Hai tae, kamu lagi apa?" Tanya Hara berbasa-basi.


Keadaan menjadi sunyi semenjak Hara datang, walaupun suara musik terus terdengar dari mana-mana.


Coba keanu disini, pasti dia bilang, 'buta lo mata lo!'.


Batin Marissa saat mendengar pertanyaan Hara yang begitu bodoh.


Jelas-jelas Taehyung sedang makan, kenapa masih bertanya dia sedang apa?. Hell...


"Kau buta?" Sarkas Taehyung menatap dingin kearah Hara.


Seketika gadis itu terdiam, Namun sedetik kemudian ia kembali tersenyum kepada Taehyung.


"Owh kamu lagi makan. Aku mau cobain" Tanpa seizin Taehyung, Hara segera memakan makanan milik Taehyung.


Sontak yang lain terkejut, begitu juga dengan Taehyung.


"Kau ini apa-apaan sih?. Sana beli sendiri!" Kesal Taehyung karna makanan nya dimakan tanpa izin.


"Aku ingin punya mu" Marissa menghela napas berbarengan dengan bola mata nya yang memutar.


"Tidak!. Kau beli saja sendiri!"


Tolak Taehyung.


Karna malas dengan drama yang di mainkan oleh Hara dan Taehyung, akhirnya Marissa beralih kepada Seokjin, Namjoon, dan Hoseok.


"Seonbae" Panggil Marissa kepada Hoseok yang paling dekat di samping kanannya. Hoseok menoleh dan tersenyum manis.


"Kenapa, Bro?" Entah kenapa Hoseok jadi memanggil nya seperti itu. Tapi yasudah lah, Marissa tidak terusik ini.


"Bro, aku mau ke toilet. Di mana toiletnya?" Tanya Marissa kepada Hoseok.


"Agak jauh dari sini, Ayo ku antar" Ujar Hoseok menawarkan diri untuk mengantar.


"Baiklah, Terima kasih" Marissa tersenyum manis.


Akhirnya mereka berdua bangkit dari duduknya dan berpamitan ingin ke toilet.


"Aku mengantar Marissa dulu ke toilet" Kata Hoseok pada Namjoon dan yang lain.


"Baiklah, jangan lama-lama ya" Balas Seokjin masih dengan sumpit di tangannya.


Marissa dan Hoseok mengangguk sebagai jawaban lalu pergi dari sana.


Taehyung memperhatikan kepergian keduanya yang entah kemana menghilang diantara kerumunan banyak orang.


Pria itu menghela napas dengan terus mengabaikan wanita di sampingnya yang terus berbicara tiada henti, mencair perhatian nya. Namun Taehyung tak menggubris nya sama sekali sedari tadi.


"Sudahlah jangan berisik, kalau kau mau makan makanan ku, makan saja tapi diamlah. Jangan banyak bicara, kau sungguh menganggu" Sinis Taehyung kepada Hara yang berada di sampingnya.


Wanita itu cemberut mendengar ucapan Taehyung yang menyuruh nya untuk diam. Akhirnya Hara pun diam dan kembali memakan makanan Taehyung.


Namjoon dan Seokjin menahan tawa mendengar itu, namun mereka terus makan. Sungguh, mereka berdua sangat prihatin dengan Hara saat ini yang di abaikan oleh Taehyung.


🌺🌺🌺


"Pak, saya mau satu lagi" Ujar Aulia kepada seorang penjual minuman dengan bersemangat.


"Baik, tunggu sebentar" Balas si penjual sambil menyiapkan minuman untuk Aulia 'lagi'.


Suga yang berada di samping Aulia terus menatapnya datar.


Karna merasa ri perhatikan, Aulia pun menoleh kearah Suga.


"Ada apa?" Tanya Aulia bingung karna Suga menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Suga datar.


Aulia mengerutkan alis karna bingung.


"Tentu saja sedang minum es jeruk" Jawab Aulia tak habis pikir dengan pertanyaan Suga.


"Berapa kali kau minum itu?" Tanya Suga sambil melirik 1 es jeruk yang berada di tangan kanan Aulia.


"Satu... Dua... Tiga, Aku lupa" Aulia mulai menghitung, namun seketika ia menyengir karna lupa bahwa ia sudah meminum begitu banyak es jeruk.


Suga berdecak pelan.


Sontak Aulia mengambilnya kembali, namun Suga menahannya. Alhasil mereka jadi tarik-tarikkan es jeruk.


"Apa sih kau ini, kalau mau pesan saja sana!, cepat kembalikan!" Ujar Aulia kesal sambil terus menarik es jeruknya dari Suga.


"Tidak"


"Dihh balikin!"


"Tidak"


"Rusuh!"


"Perut mu bisa kembung karna banyak minum" Tolak Suga memberi alasan. Aulia menggeleng kuat, menepis hal itu.


"Ya terserahlah" Aulia pun menyerah dan tidak berusaha merebutnya lagi dari tangan Suga.


Ia melipat kedua tangannya didepan dada karna kesal.


Suga yang melihat itu nya mengedikkan bahu masa bodoh, karna niatnya baik.


"Nona, ini es jeruknya" Senyum Aulia mengembang saat dilihatnya minuman yang barusan ia pesan telah jadi.


"Terima ka-"


Srett.


"Terima kasih pak" Sebelum Aulia mengambil es jeruknya dari tangan si penjual, Suga telah merebutnya terlebih dahulu.


"Hei!" Aulia kesal karna lagi-lagi Suga mengambil es jeruknya tanpa izin.


Nih orang minta di bejek!.


Batin Aulia sambil memberikan tatapan tajam kearah Suga.


"Ini uangnya" Suga mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan uang tersebut kepada si penjual.


"Terima kasih" Setelah itu Suga menarik tangan Aulia dengan tangan satunya, sedangkan tangan satu nya lagi memegang es jeruk yang di bungkus oleh plastik, lalu ia membawa Aulia pergi dari dagangan es jeruk tersebut.


"Ehh mau kemana nih?" Tanya Aulia terkejut.


"Ikut saja" Lagi-lagi Aulia cemberut karna orang di depannya ini bertindak semaunya saja.


Duhh dasar kulkas!. Mimpi apa gue semalem bisa jalan-jalan bareng nih orang...


Batin Aulia.


🌺🌺🌺


"Makasih ya udah ngajak aku jalan-jalan" Putri menoleh kesamping nya dimana terdapat Jimin disana.


"Sama-sama, kita bakal sering kesini" Balas Jimin tersenyum pada Putri.


"Oh ya, kata bibi Yeri kamu belajar bahasa Indonesia ya?" Tanya Putri.


"Owh itu, iya" Jawab Jimin.


"Buat apa?"


Jimin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil memikirkan jawaban yang tepat.


"Ohh i-itu untuk menambah wawasan saja. Hehehe" Ujar Jimin mengarang. Putri mengangguk percaya pada ucapan Jimin barusan.


"Udah sampai mana bisanya?" Tanya Putri lagi.


"Hmm baru sampai..." Tatapan Jimin pada Putri tiba-tiba menjadi dalam dan sukses membuat Putri terdiam akan hal itu.


"Sampai... cara mengucapkan ekspresi perasaan" Jawab Jimin pelan namun terdengar menggoda.


"Oh ya?" Putri tak percaya.


"Tak percaya?. Mau aku contohkan?" Tanya Jimin yakin.


"Boleh"


Jimin tersenyum senang lalu menarik napasnya dalam-dalam sebelum berucap.


Putri hanya menunggu Jimin mencontohkan guna bahasanya yang baru ia pelajari.


"Baiklah" Lagi-lagi Jimin menatap Putri dalam dan secara tiba-tiba pria itu memegang tangan Putri dan mengelus punggung tangannya.


Putri hanya diam karna ia sangat terkejut.


"Gue cinta sama lu"


🌺🌺🌺


**holla All, mungkin nanti aku jarang up. maaf ya, tapi di usahain tetep up.


okelah, see you😘**