
Malam pun tiba...
Keempat gadis itu hanya bersantai-santai di apartemen. Marissa sedang makan ramyeon, Aulia sedang menonton Anime, Salsa tengah tidur, dan Putri sedang menonton TV.
"Eh keluar yuk!. Besen gue di sini mulu..." Kata Putri kepada ketiga sahabatnya.
"Kemana? Udah malem" Kata Marissa sambil makan. Putri nampak berpikir sejenak, ia juga tidak tau mau pergi ke mana. Tapi yang jelas, Putri bosan sekarang.
"Kemana aja kek gitu. Emang lo gak bosen apa di apartemen mulu?" Tanya Putri kepada Marissa. Jika dipikir-pikir, Marissa juga bosan.
"Bosen" Jawab Marissa singkat.
"Nah mangkannya, ayo!" Kata Putri.
"Yaudah. Bangunin Salsa" Kata Marissa. Putri mengangguk lalu bangun dari duduknya dan menghampiri Salsa, untuk membangunkan gadis itu.
"Salsa! Bangun sal!" Kata Putri menggoyangkan tubuh Salsa yang masih terbalut selimut.
"SALSA!!!! BANGUN!!!. KITA MAU JALAN-JALAN" Teriak Putri kesal karna Salsa belum bangun juga.
"Apasih?!" Geram Salsa akhirnya terbangun. Kini gadis itu duduk dengan mata yang masih sayu dan sesekali menguap.
"Bangun sal... Cepet!. Kita mau jalan-jalan!" Teriak Putri di telinga Salsa membuat gadis itu menoyor kepala Putri.
"Iya... Bacot!" Salsa pun pergi ke kamar mandi dan menyegarkan dirinya lalu bersiap-siap.
"Aulia, cepet beres-beres!" Suruh Marissa kepada Aulia. Untunglah gadis itu mendengar dan langsung bersiap-siap. Melihat itu, Marissa menghabiskan makanannya lalu bersiap-siap juga diikuti Putri.
20 menit kemudian...
Para gadis sudah siap untuk jalan-jalan malam ini.
"Kita mau kemana sih emang?" Tanya Salsa kepada ketiga sahabatnya.
"Kagak tau" Jawab Aulia juga turut tidak tau.
"Kita jalan-jalan aja dulu, nanti kalau ada tempat bagus. Kita kesana" Kata Marissa di setujui oleh yang lainnya. Mereka pun pergi ke luar apartemen dengan membawa tas kecil yang bertengger di bahu mereka masing-masing.
Malam hari di Korea, sudah sangat dingin dan sepi. Jarang orang berlalu lalang di jalanan, berbeda dengan jakarta yang setiap saat ramai dengan kendaraan. Tapi karna hal itulah, membuat keempat gadis itu merindukan kota jakarta yang ramai.
Jujur, mereka tidak punya tujuan hendak kemana. Yang jelas, hanya untuk menghilangkan rasa bosan akibat terus berada di apartemen. Oh anggap saja untuk mencari pengalaman baru sekaligus agar hapal tempat-tempat di sekitar apartemen mereka.
"Eh! Foto kuy!" Ajak Putri sambil memegang handphone. Mereka pun setuju lalu asik berselfie ria bersama, Mengabaikan momen malam ini. Mumpung jalanannya sepi. Anggap saja mereka kampungan, karna memang nyatanya seperti itu. Maklumlah, pendatang baru...
Saking asiknya berfoto, mereka tidak sadar bahwa di dekat mereka ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan kencang seperti orang mabuk.
TIN! TIN!.
bunyi klakson membuat mereka terlonjak kaget. Segera mereka menoleh kebelakang dan mulai menyingkir. Sedangkan mobil itu melesat begitu saja melewati keempat gadis itu.
"WEH! GILA LO YA?!!" teriak Salsa kesal. Hampir saja nyawanya dalam bahaya
"NAIK MOBIL KAYAK ORANG GILA!!" Aulia, Putri, dan Salsa terus saja marah-marah tidak jelas kepada mobil yang padahal sudah pergi entah kemana. Marissa hanya menggelengkan kepala heran.
Bukankah mereka juga salah?. Ini kan jalan, tapi kenapa mereka malah berfoto-foto?. Intinya, mereka juga salah.
"Udah gak usah marah-marah. Kita juga salah karna foto-foto di jalanan" Kata Marissa membuat mereka terdiam dan berpikir sejenak.
Iya juga ya?.
Batin Aulia.
"Udah yuk, Jalan-jalan lagi"
Ajak Putri. Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mengeksplorasi Korea dengan kendaraan kaki. Tak masalah, tak peduli seberapa jauh mereka pergi, selagi mereka bersama-sama, semuanya akan berjalan menyenangkan.
๐บ๐บ๐บ
"Eh, itu tempat apaan?" Tanya Aulia sambil menunjuk sebuah tempat. Salsa, Marissa, dan Putri mengikuti arah tunjukkan Aulia.
"Itu perpustakaan, baca dong!. Kan ada namanya, library" Ketus Salsa menjawab pertanyaan Aulia.
"Yaudah, santai dong bro!. Ngegas mulu!" Balas Alenna tak senang dengan ucapan Salsa yang marah-marah terus. Sedangkan Salsa tidak peduli.
"Masuk yuk!" Kata Putri mengajak.
"Mau ngapain?" Tanya Aulia polos.
Aduh... Nih anak otaknya ketinggalan dimana sih?.
Geram Salsa kepada Aulia, namun di dalam hati.
"Ya baca buku lah. **** apa gimana sih lo?" Aulia lagi-lagi mengutuk Salsa dalam hatinya.
Ih! Marah-marah mulu!.
Batin Aulia dengan bibir yang di majukan kedepan, cemberut.
"Yaelah, santai kek!. Marissa aja santai, kok lo mau nya ngegas mulu sih?!" Salsa hanya memutar bola malas mendengar ucapan Aulia.
Iya deh, yang waras ngalah.
Batin Salsa pasrah.
"Rewel, jadi masuk gak?" Tanya Marissa akhirnya bersuara.
"Jadi dong!" Kata Putri berjalan duluan masuk kedalam perpustakaan. Yang lain pun mengikuti Putri masuk kedalamย sebuah perpustakaan yang terbilang sederhana.
Jujur saat pertama kali melihat perpustakaan ini dari luar, Marissa merasa ada yang aneh. Tapi entahlah, mungkin hanya perasaan nya saja.
Mereka melihat ke sekeliling dan menyapa pemilik perpustakaan tersebut yang sedang duduk di salah satu kursi yang terdapat di sana.
"Anyeong, selamat malam" Kata wanita paruh baya menyapa mereka sambil membungkukkan badan sedikit, setelah sebelumnya bangkit dari duduk dan menghampiri Salsa serta kawan-kawan. Ingat, mereka menggunakan bahasa Korea.
"Anyeong, selamat malam juga. Bu" Kata Marissa dan keempat gadis itu ikut membungkukkan badannya, memberi salam.
"Kalian bukan orang Korea ya?" Tanya wanita paruh baya itu. Marissa dan kawan-kawan saling pandang seolah bertanya. Kenapa dia bisa tau?.
"Benar, bagaimana ibu bisa tau?" Tanya Salsa kepada wanita paruh baya itu. Sedangkan wanita itu membalas dengan senyum ramah.
"Panggil aku bibi Yeri saja" Keempat gadis itu mengangguk mengerti.
"Aku hanya menebak saja dan ternyata benar. Kalian dari negara mana?" Tanya wanita paruh baya itu lagi.
"Kami dari Indonesia, bi" Kini Aulia memberanikan diri untuk mengasah bahasa koreanya. Bibi Yeri mengangguk paham.
"Duduklah, kita berbincang-bincang sejenak. Aku bosan, tidak ada teman untuk di ajak mengobrol" Para gadis menurut dan duduk bersama bibi Yeri.
"Bibi sendiri disini?" Tanya Putri pada bibi Yeri.
"Tentu saja tidak, ada beberapa mahasiswa disini yang datang untuk membaca buku" Jawab bibi Yeri.
"Bukan mereka maksud ku, tapi keluarga mu" Seolah kurang puas dengan jawaban bibi Yeri, Putri kembali bertanya
"Ohh, disini ada suami ku dan keponakan ku" Jawab bibi Yeri. Putri mengangguk paham.
"Suamiku juga berasal dari Indonesia" Ujar bibi Yeri membuat yang lain mengangkat alis mereka.
"Benarkah?" Bibi Yeri mengangguk, membenarkan.
"Tapi dia tinggal disini bersama ku" Keempat gadis mengangguk paham.
"Ngomong-ngomong, siapa nama kalian?" Tanya bibi Yeri lagi.
"Nama ku Salsa, bi" Kata Salsa memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"Ternyata banyak juga yang memiliki nama itu, Salsa" Kata bibi Yeri menanggapi nama Salsa.
"Yaiyalah, kan namanya pasaran" Celetuk Aulia dan mendapat tatapan tajam dari Salsa. Semoga saja bibi Yeri tidak mengerti bahasa Indonesia.
"Kau benar, banyak yang berkunjung kesini dengan nama itu" Aulia terkekeh saat mengetahui bibi Yeri mengerti bahasa Indonesia. Sedangkan Salsa hanya tersenyum kaku.
"Nama ku Aulia, bi. Bagus bukan?" Kata Aulia percaya diri. Bibi Yeri hanya mengangguk sebagai jawaban.
Najis, kepedean banget. ๐
Batin Salsa mengomentari Aulia.
Kini bibi Yeri beralih kepada Putri.
"Nama ku Putri, bi"
"Putri?. Like queen?" Kata bibi yang langsung di angguki oleh Putri dengan malu-malu. Ternyata benar, bibi Yeri mengerti bahas Indonesia.
"Dan kau siapa, nak?" Tanya bibi Yeri kepada marisaa yang paling terakhir.
"Aku Marissa" Jawab Marissa singkat. Jujur, Marissa tidak bisa langsung bersosialisasi kepada orang baru. Namun sepertinya jika dengan bibi Yeri, akan lebih muda bagi Marissa.
"Jangan terlalu kaku padaku, nak. Santai saja" Kata bibi Yeri yang mendapat anggukan dari Marissa.
"Bibi, jadi kau bisa mengerti bahasa Indonesia?" Tanya Salsa.
"Aku belajar sedikit pada suami ku" Salsa mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan kalian?. Kalian ke Korea untuk apa?"
"Kami mendapat beasiswa untuk bersekolah di Korea" Jawab Aulia.
"kalian pasti anak baik-baik. Terlebih kalian harus mempelajari bahasa Korea terlebih dahulu, itu benar-benar luar biasa" Ketiga gadis itu tersipu malu mendengar pujian dari bibi Yeri, Kecuali Marissa yang hanya mengangguk.
"Terima kasih, bibi" Kata Putri.
"Nampaknya kalian se-"
"Hyung! Aku tak mau membaca lagi!. Aku bosan" Teriak seorang anak laki-laki memotong ucapan bibi Yeri. Seketika pusat perhatian tertuju pada beberapa pria yang sibuk berdebat satu sama lain.
"kau harus membaca, Jungkook!"
"Tidak, aku tidak mau!"
"Namjoon, biarkan saja"
"Bilang saja kalian juga tidak mau membaca!"
"Memang tidak"
"Dasar"
"Intinya a-"
"Bibi!!, lihat mereka. Mereka tak mau membaca!" Salah satu dari pria itu mengadu kepada bibi Yeri dengan berteriak.
"Mari ikut aku, biar ku perkenalkan kalian dengan mereka" Kata bibi Yeri bangkit dari duduknya dan berjalan terlebih dahulu menghampiri beberapa pria itu.
Salsa, Marissa, Aulia, dan Putri hanya saling pandang. Lalu setelah nya mereka mengikuti bibi Yeri.
"Lagi-lagi kalian berulah!. Ingat, disini masih banyak orang, jangan membuat keributan" Omel bibi Yeri kepada anak bangtan yang tadi membuat onar. Alhasil, pengunjung jadi tidak fokus untuk membaca.
"Aku tak berulah, tapi mereka yang berulah" Kata Namjoon tak Terima dia disalahkan, sambil menunjuk Jungkook dan ke lima orang lainnya.
"Bibi, aku bosan jika terus menerus disuruh membaca. Aku ingin bersantai" Kata jungkook menampilkan wajah bosannya kepada bibi Yeri.
"Benar apa kata Jungkook, bi. Namjoon selalu memaksa kami untuk membaca buku setiap kali datang kesini" Sambung seokjin sependapat dengan Jungkook.
"Itukan suruhan bibi juga" Timpal Namjoon.
"Sudah-sudah jangan ribut. Kali ini, bibi biarkan kalian bebas dan tidak membaca buku" Mereka semua bersorak senang. Pasalnya, jika mereka tidak membaca minimal satu buku, mereka tidak dibolehkan pulang oleh bibi Yeri. Karna itulah, mereka senang karna bibi sedang berbaik hati sekarang.
"Tumben" Kata Namjoon bergumam.
"Karna kita kedatangan tamu" Jawab bibi Yeri karna mendengar gumaman Namjoon.
"Siapa?" Tanya Hoseok penasaran.
Bibi Yeri menoleh kebelakang dan menatap Marissa serta kawan-kawan untuk datang, berkumpul bersama mereka.
Anak bangtan terkejut saat melihat siapa yang di maksud tamu oleh bibi Yeri.
"Bukankah mereka murid baru itu?" Bisik Hoseok pada Taehyung yang sibuk memperhatikan salah satu dari keempat gadis itu.
lah.. itukan yang di sekolah?.
batin Aulia.
"Mereka kenapa bisa disini?" Bisik Jimin kepada Seokjin. Si worldwide handsome hanya mengedikkan bahu tidak tahu dengan sorot mata yang masih memperhatikan Salsa dan kawan-kawan.
"Bukannya, mereka yang nyaris kita tabrak ya?" Bisik Taehyung kepada Namjoon.
"Ssttt..." Desis Namjoon dengan jari telunjuk yang di bibir.
"Perkenalkan, mereka keponakan ku. Kalian nampak sepantaran" Kata bibi Yeri memperkenalkan Salsa, Putri, Aulia, dan Marissa kepada anak bangtan.
"Hallo, aku Kim Namjoon. Senang bertemu dengan kalian" Kata Namjoon tersenyum sampai terlihat lesung pipinya.
"Aku Min yoongi, panggil aku Suga"
"Aku Seokjin, si worldwide handsome" Bibi Yeri hanya menggeleng tak habis pikir.
"Aku Jung Hoseok, panggil saja aku Hoseok, oke?" Keempat gadis itu mengangguk pelan.
"Kenalkan, Aku Park Jimin yang imut" Kata Jimin.
"Aku mau muntah rasanya" Umpat Seokjin mendapat tatapan tajam dari Jimin.
"Aku Kim Taehyung, panggil aku tae atau mungkin V"
"Panggil dia Alien" Goda Jimin tersenyum tanpa dosa hingga matanya tenggelam.
"Aku Jeon Jungkook. Panggil saja aku Jungkook" Senyum kelinci nampak dari wajah Jungkook.
"Panggil dia Kookie" Saut Taehyung.
"Kini giliran kalian memperkenalkan diri" Kata bibi Yeri melihat keempat gadis itu.
"Na-nama ku, Salsa. Senang juga bertemu kalian" Kata Salsa gugup.
"Aku Aulia, panggil saja lia"
Tak jauh berbeda dengan Salsa, Aulia juga gugup.
"Hallo, Nama ku Putri" Kata Putri mencoba untuk tenang.
"Hallo juga" Balas mereka bersamaan. Terakhir, Marissa memperkenalkan diri. Tanpa sepengetahuan mereka, ada seseorang yang menantikan Marissa berbicara dan memperkenalkan diri. Siapakab dia?.
"Aku Marissa" Ujar Marissa santai dan singkat.
"Baiklah, kalian sudah saling kenal, maka mengobrol lah sebentar. Aku akan kembali" Kata bibi Yeri pergi meninggalkan anak bangtan dan keempat gadis di sana.
Keadaan seketika hening, tidak ada yang berniat membuka percakapan.
"Bagaimana jika kita main putar botol?" Ujar Hoseok mencairkan suasana. Mari beri penghargaan untuk Hoseok, dengan predikat pembasmi kecanggungan.
"Putar botol?" Tanya Salsa tak mengerti.
"Jadi, jika ujung botol itu mengarah padamu. Kau harus menjawab jujur dari pertanyaan yang akan kami kasih" Sambung Jungkook menjelaskan. Salsa mengangguk paham. Tak jauh berbeda dengan permainan di Indonesia, tapi Salsa lupa apa namanya itu.
"Baiklah, kami setuju"
"Oke, ayo kita main!"
๐บ๐บ๐บ