
"Wahhhh banyak sekali makanannya, tumben kau memasaknya sebanyak ini" Kata paman Adam terkagum dengan di meja makanannya sekarang.
"Itu bukan aku yang memasak, tapi gadis-gadis ini" Kata bibi Yeri melirik four angel yang kini hanya bisa menunduk karna malu akan ucapan bibi Yeri.
Paman Adam menatap four angel dengan alis yang terangkat.
"Benarkah? Wah kalian luar biasa. Terima kasih banyak" Kata paman Adam tersenyum kepada four angel.
"Sama-sama, paman" Balas Salsa gugup.
"Kalau kalian masih mau bicara, silahkan. Aku mau makan" Kata Suga yang sudah tak sabaran untuk mengisi perutnya. Segera ia mengambil piring lalu menaruh berbagai macam makanan di atas piring tersebut tanpa memperdulikan yang lain.
"Dasar kucing satu ini" Kata paman Adam sambil menggeleng tak habis pikir.
"Yasudah ayo dimakan" Kata bibi Yeri. Akhirnya mereka pun mulai menyantap makanan tersebut bersama-sama. Sesekali mereka mengobrol dan membahas suatu hal, bahkan mereka bergurau bersama. Four angel merasakan kehangatan keluarga disini. Mereka memang sangat jarang berkumpul seperti ini dengan keluarga mereka sendiri, karna kedua orang tua mereka sibuk berkerja. Terkecuali Marissa, orang tuanya sudah tiada. Jadilah ia terharu dengan kehangatan yang tercipta disini.
Pujian demi pujian ia dapatkan karna masakan tersebut. Anak bangtan juga terkagum dengan masakan mereka yang sangat lezat.
"Paman, bukannya besok malam ada pameran ya di dekat sini" Kata Seokjin kepada paman Adam di sela-sela makannya.
"Benar, kalian mau kesana?" Tanya paman Adam.
"Tentu saja, setiap sebulan sekali kami pasti kesana" Kata Hoseok kegirangan. Memang terdapat pameran yang diadakan setiap sebulan sekali pada malam hari.
Anak bangtan rutin datang kesana setiap sebulan sekali, mereka bersenang-senang disana.
"Kalian mau ikut?" Tanya Jimin kepada four angel.
"Ikutlah, pasti akan sangat menyenangkan" Kata Taehyung menyahut.
"Disana banyak sekali acara, jadi ikutlah bersama kami" Sambung Jungkook.
"Ikutlah, nak" Ucap bibi Yeri sambil mengelus kepala Putri lembut sambil tersenyum.
"Ba-baiklah, kami ikut" Jawab Putri masih ragu-ragu.
"Nah kalau begini kan jadi tambah seru" Kata Namjoon terlihat gembira.
Mereka kembali berbincang-bincang mengenai banyak hal, entah itu keseharian, cerita konyol, dan bahkan creepy pasta. Namun semua nya terasa sangat menyenangkan.
Makanan pun sudah habis tak tersisa, entah lapar atau ketagihan, mereka dengan lahap memakan makanan tersebut. Mari beri penghargaan kepada four angel yang berhasil menaklukkan anak bangtan, bibi Yeri, serta paman Adam dengan masakan merek.
"Bibi, biar aku saja" Kata Marissa mencegah bibi Yeri yang hendak merapikan piring dan mencucinya. Bibi Yeri tersenyum.
"Terima kasih, nak" Kata bibi Yeri memegang pipi Marissa dengan senyum. Segera Marissa mengambil piring kotor yang terdapat di atas meja dan membawanya ke tempat cucian piring, lalu mencucinya.
Anak bangtan, Salsa, putri, dan Aulia pergi ke halaman belakang untuk bersantai sejenak dengan bermain permainan, yaitu monopoli. Memang hanya bisa 4 orang, tapi mereka membuat tim, 2 orang 2 orang.
Jimin-Putri, Suga-Aulia, Jungkook-salsa, Taehyung-Seokjin, dan Hoseok-Namjoon. Mereka berpasang-pasangan.
"Hei, kau ke tempat ku, jadi kau harus membayarnya. Ayo cepat bayar" Kata Jungkook menagih uang monopoli pada Jimin karna telah memasuki areanya. Jimin tersenyum hingga matanya tenggelam.
"Ngutang dulu boleh?" Tanya Jimin masih dengan senyum nya.
"Mana bisa, jual saja hotel mu. Baru bayar" Kata Jungkook menolak.
"Tapi, aku hanya punya satu hotel di Malaysia" Jawab Jimin dengan tampang memelas.
"Aku tak mau tahu, cepat bayar" Titah Jungkook tidak sabaran. Jimin memajukan bibirnya. Akhirnya ia mengalah dan hendak menjual hotel monopoli nya kepada bank.
"Hoi bank, ini aku jual hotel ku" Kata Jimin. Hening...
Tidak ada yang menjawab.
"Kenapa pada diam? Ayo cepat. Aku mau membayarnya" Kata Jimin heran karna teman-temannya dan ketiga gadis tidak ada yang menyahut.
"Tidak ada yang menjadi bank" Kata Jungkook menjawab.
"Lalu bagaimana?" Tanya Jimin.
"Aku tidak tahu" Kata Jungkook.
"Kau sudah 5 kali bilang begitu, tapi selalu saja kena di lapak orang lain" Kata Seokjin menyinnyir sekaligus meledek.
"Itu kan karna aku telat membeli hotel tadi" Kata Jimin mengelak.
"Tenang saja, tak perlu khawatir. Kita pasti akan menang" Kata Jimin kepada Putri yang berada di samping nya. Putri hanya tersenyum malu-malu mendengar itu.
Yee si putri baper...
Batin Salsa melihat ekspresi Putri yang Malu-malu.
"Sudah-sudah, ayo lanjutkan" Kata Suga menengahi.
"Lalu bagaimana dengan uangnya?" Tanya Jungkook merana.
"Biar aku saja yang menjadi bank" Kata Namjoon berkorban.
"JANGAN!" teriak mereka semua menolak bantuan Namjoon. Ketiga gadis menatap heran anak bangtan.
"Kenapa memangnya?" Tanya Aulia heran.
"Ingatkan waktu kita kelas 2 SMP, waktu itu kita bermain monopoli juga. Namjoon menjadi banknya, tapi semuanya jadi berantakan karna dia menumpahkan susu coklat di papan dan uang monopoli itu" Ujar Taehyung menjelaskan sambil kembali mengingat kejadian di masa sekolah menengah pertama.
"Ahhhh itu dia!" Kata Jimin menyahut penjelasan Taehyung.
"Karna itu jangan" Kata Suga.
"Lalu siapa?" Tanya Jungkook bingung.
"Tunggu..." Ucap Hoseok tertahan. Ia menatap semua yang ada di sana bergantian. Seolah tau maksud Hoseok mereka semua melebarkan mata dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Marissa!!!"
🌺🌺🌺
Marissa masih sibuk dengan piring-piring kotor di tangannya ini. Ia tak mau membuat bibi Yeri kerepotan dan menjadi terbebani karna kehadiran mereka. Karna itu ia memilih untuk sedikit membantu bibi Yeri dengan hal ini.
Sedang serius seriusnya mencuci piring, seseorang dan mengagetkan Marissa dari belakang.
"DORRR" Ujar orang tersebut di belakang Marissa. Ia pikir Marissa akan terkejut, namun nyatanya tidak. Gadis itu tetap santai mencuci piring seolah-olah tidak ada siapapun di sekitarnya.
"Kau tidak terkejut?" Tanya orang itu menatap heran Marissa. Ia kini memilih untuk berdiri di samping Marissa dan memperhatikan gadis itu yang tengah mencuci piring.
Marissa menatap Taehyung sekilas lalu kembali lagi mencuci.
"Tidak" JawaJawab Marissa singkat.
Taehyung menyentuh tengkuknya sendiri karna merasakan suasana canggung disini.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Marissa tanpa melihat Taehyung.
"Berdiri di samping mu sambil menunggu kau selesai mencuci" Jawab Taehyung santai.
"Untuk apa menunggu ku?" Tanya Marissa lagi. Taehyung memutar otak mencari jawaban.
"Iseng saja" Jawab Taehyung ragu.
"Dasar kau ini" Umpat Marissa lalu hendak menaruh piring di rak yang terdapat di atas kepalanya. Ia menjinjit untuk bisa memasukkan piring tersebut ke dalam rak. Semuanya sudah tercuci sekarang, tinggal menaruhnya di rak.
Taehyung hanya memperhatikan Marissa yang sedang berjuang, ia terkekeh. Tak lama, Taehyung mendekati Marissa dan mengambil piring di tangannya lalu menaruh piring-piring tersebut di rak atas.
Lalu ia menatap Marissa.
"Lain kali kalau kesulitan, minta bantuan" Kata Taehyung menasehati.
"Terima kasih" Ucap Marissa lalu pergi duluan meninggalkan Taehyung yang masih menatapnya dari belakang.
Gadis itu sangat sulit untuk di taklukkan. Tapi jangan sebut Kim Taehyung jika aku tak bisa menaklukkan hati nya.
Batin Taehyung tersenyum penuh arti lalu ikut pergi menyusul Marissa.