
"Itu mereka" Kata Namjoon menunjuk kedatangan Marissa dan Aulia dengan dagunya. Yang lain mengikuti arah pandang Namjoon. Salsa dan Aulia tersenyum senang saat melihat kehadiran Marissa yang ikut bersama Aulia.
"Kalian dari mana saja?. Mau makan? Ini masih ada" Kata Namjoon ramah kepada Marissa dan Aulia yang sudah berada di dekat mereka dan duduk di tempatnya.
"Maaf aku pergi tiba-tiba. Terima kasih tawarannya" Kata Marissa ramah lalu tersenyum. Marissa melirik Taehyung sekilas dan ternyata Taehyung tengah melihat kearahnya juga, jadilah tatapan mereka bertabrakan.
Marissa tersenyum tipis dan itu membuat Taehyung bingung dengan Marissa sekarang. Tadi ia bersikap sangat dingin, tapi sekarang malah bersikap ramah dan tersenyum kepada Taehyung. Sungguh Taehyung merasa Marissa benar-benar gadis yang sulit di tebak.
"Tidak masalah, ayo dimakan. Maaf karna tinggal sedikit, Jimin dan Seokjin makan nya sangat banyak" Kata Namjoon ramah. Seokjin dan Jimin menatap Namjoon dengan tidak Terima. Seolah berkata apa-apaan ini? Kenapa menyalahkan ku?.
"Terima kasih, Namjoon" Kata Aulia tersenyum manis.
"Ngomong-ngomong, apa kalian sepantaran dengan kami?" Tanya Salsa kepada anak bangtan. Jujur keempat gadis itu tidak tahu siapa anak bangtan di sekolah ini, maksudnya mereka tidak tahu anak bangtan kelas berapa, karna itulah mereka takut bersikap tidak sopan.
"Aku, Suga, Namjoon dan Hoseok, kami kelas 3" Jawab Seokjin masih dengan mulut yang penuh makanan. Keempat gadis terkejut, ternyata mereka adalah kakak kelas keempat gadis itu.
"Aku kelas 2" Kata Jungkook menyahut sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah, membentuk huruf V.
"Aku juga kelas 2" Sambung Jimin.
"Aku pun sama" Saut Taehyung. Keempat gadis saling tatap lalu kembali menatap anak bangtan dengan rasa bersalah.
"Aah maaf, kami tidak tahu bahwa kalian kakak kelas kami. Maaf jika tidak sopan" Kata Salsa merasa bersalah.
"Ya, kami sungguh tidak tahu. Maaf" Lanjut Aulia meminta maaf.
"Seharusnya kami memanggil kalian seonbae" Kata Marissa.
"Kami jadi tidak enak" Kini ujar Putri sambil tersenyum canggung.
"Hahaha kalian lucu sekali. Tidak perlu minta maaf seperti itu" Kata Hoseok tertawa karna melihat tingkah gadis di hadapan nya ini sangat lucu saat merasa canggung.
"Benar, kalian tidak perlu canggung begitu. Kami tidak masalah sekalipun kalian tidak memanggil kami dengan embel-embel seonbae. Santai saja" Kata Namjoon sampai kedua lesung pipitnya terlihat.
"Aku setuju dengan, hyung. Anggap saja kita sudah kenal lama dan sudah akrab" Kata Jungkook memakan ramennya.
"Terima kasih banyak" Kata Salsa tersenyum.
"Panggil kami sesuka hati kalian, kita kan teman" Kata Jimin tersenyum hingga matanya tenggelam tak terlihat.
Ahhh imutnya...
~Putri.
"Memangnya siapa yang mau berteman dengan mu?" Tanya Suga dingin kepada Jimin. Jimin menatap Suga malas dan merotasi kan matanya.
"Tidak bisakah jangan membuat ku jengkel dengan mu?. Aku tidak sedang cari gara-gara" Nampaknya Jimin sudah mulai kesal karna terus di cela oleh Suga. Taehyung dan Jungkook menahan tawa karna lagi-lagi menyaksikan bertarung anak gratis di sini.
"kan aku bertanya" Kata Suga membuat Jimin semakin badmood.
"Bertanya tapi seperti mencela" Gumam Jimin dengan wajah cemberut.
"Sudahlah jangan bertengkar terus, kami bosan mendengarnya" Kata Seokjin menyeruput teh miliknya.
"Kalau begitu tidak usah di dengar" Ketus Suga santai dan memakan makanannya.
"Aku punya telinga" Jawab Seokjin.
"Benarkah? Aku tak pernah melihat nya"
Skak mat!.
"BHAHAHAHAHA!!" Anak bangtan yang lain tertawa karna mendengar ucapan savage dari Suga. Begitu juga dengan keempat gadis yang ikut tertawa karna mendengar hal tersebut. Sungguh, Suga benar-benar pedas dalam berbicara.
Seokjin menghela napas, entah mimpi apa ia bisa punya teman yang sudah ia anggap adik sendiri seperti Suga.
"Hei kulkas kurang ajar!" Umpat Jimin namun tidak di hiraukan oleh Suga. Ia asik memakan makanannya dan menulikan telinga.
Seokjin membangsat-bangsatkan anak bangtan yang menertawakan ketidak berdayaannya.
Dasar laknat, aku paling tua disini tapi mereka menertawakan ku. Sakit hati ini๐ญuntung aku seokjin yang penyabar untuk menghadapi spesies yang hampir punah seperti mereka๐.
Batin Seokjin memilih untuk memendamnya sendiri.
"Sabar ya, hyung" Kata Taehyung mengusap bahu Seokjin. Seokjin hanya mengangguk pelan.
Yaiyalah harus sabar...
Batin Seokjin lagi.
"Sudah ayo habiskan makanannya" Mereka mengangguk lalu kembali memakan makanannya hingga habis dan di selingi canda tawa bersama.
Disisi lain...
"Apa-apaan ini? Kenapa mereka semakin kurang ajar?!" Geram Kim Hara sambil terus menatap kearah anak bangtan dan keempat gadis yang tengah makan bersama dan asik bercanda.
"Aku sungguh muak melihat ini semua. Aku tidak tahan, Jungkook juga kenapa mau bergabung dengan gadis sialan itu?!" Kesal Liu Xan menggebu-gebu.
"Tidak ada pilihan, kita harus membalas mereka" Kata Hyo Nara menatap sengit kearah keempat gadis. Jarak keberadaan mereka terbilang tidak jauh dari anak bangtan, jadi sangat terlihat bahwa mereka sangat dengki dengan keempat gadis itu. Biasanya mereka yang selalu makan bersama anak bangtan, namun sekarang?. Lihat sendiri apa yang terjadi dan apa yang telah berubah.
"Tapi dengan cara apa?. Kita kan sudah memberi peringatan" Kata Bellas Reis kepada Liu xan temannya yang lain.
"Aku tahu caranya" Kim Hara tersenyum miring sambil terus menatap anak bangtan. Terselip ide jahat di pikirannya untuk menaklukkan dan memberi pelajaran kepada Salsa serta teman-temannya.
๐บ๐บ๐บ
Suara dering ponsel terdengar dan membuat percakapan asik antara anak bangtan dan keempat gadis terhenti. Mereka memeriksa ponsel masing-masing dan ternyata nada panggilan tersebut berasal dari milik Taehyung.
Segera Taehyung melihat kearah ponselnya, lebih tepatnya pada layar slide yang menampilkan sebuah panggilan disana.
"Siapa?" Tanya Jungkook penasaran sambil mengintip isi ponsel Taehyung.
"Bibi Yeri" Jawab Taehyung.
"Yasudah angkat" Taehyung mengangguk dan menggeser layar slide nya ke tombol jawab dan segera mendekatkan ponselnya ke telinga.
Anak bangtan dan keempat gadis ikut terdiam menyimak percakapan tersebut dengan wajah penasaran, sekaligus agar tidak menganggu Taehyung yang sedang berbicara dengan bibi Yeri.
"Kami masih di sekolah, bi"
"....."
"Sebentar lagi kami pulang"
"......."
"Ya, kami akan kesana"
"........"
Taehyung menatap keempat gadis secara bergantian dan terdiam. Marissa mengerutkan alisnya saat Taehyung memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Baiklah, akan ku coba. Tapi jika mereka tidak mau yasudah"
"......."
"Iya bi, sampai jumpa"
Sambungan telepon pun terputus dan Taehyung kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celana.
"Bibi Yeri bilang apa?" Tanya Hoseok penasaran.
"Ada apa?" Tanya Namjoon menambahkan.
"Bibi Yeri meminta kita datang ke rumahnya" Jawab Taehyung. Seokjin mengerutkan alisnya.
"Kan memang kita mau kesana pulang sekolah" Kata Seokjin heran.
"Iya, tapi bibi meminta agar..." Taehyung menggantung ucapannya dan menatap keempat gadis bergantian, membuat yang lain ikut bingung sekaligus penasaran.
"Agar apa?" Tanya Suga ikut penasaran.
"Agar" Taehyung lagi-lagi menggantung ucapannya.
"Kalau bicara jangan setengah-setengah, Alien" Kata Jimin gemas dengan Taehyung.
"Agar mereka berempat ikut kesana juga" Jawab Taehyung sambil menatap keempat gadis. Yang di tatap terkejut mendengar itu, tak terkecuali anak bangtan yang ikut terkejut. Mereka menatap keempat gadis dengan waspada dan ragu.
"Bibi bilang dia kesepian dan tidak ada teman untuk mengobrol" Lanjut Taehyung.
"Kalian tidak keberatan ikut bersama kami ke rumah bibi Yeri?" Tanya Namjoon hati-hati kepada Marissa.
"Jika kalian tidak mau, kami tidak memaksa" Kata Taehyung. Keempat gadis saling tatap dan seolah-olah bertanya, gimana?.
"Kau bilang bibi Yeri kesepian, memangnya paman Adam tidak ada di rumah?" Tanya Jungkook kepada Taehyung.
"Paman Adam ada di rumah, tapi biasalah bibi Yeri mau berbicara dengan sesama perempuan. Kan dirumahnya tidak ada perempuan selain dia" Jawab Taehyung menjelaskan.
"Jadi bagaimana, kalian mau?. Jika kalian mau, pulang sekolah kita langsung kesana" Tanya Seokjin kepada keempat gadis.
"Gimana nih, ris?" Bisik Aulia kepada Marissa.
"Kasian bibi Yeri, dia kesepian" Saut Putri kepada Aulia. Marissa menatap Salsa dan Salsa mengangguk seolah setuju.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Marissa memutuskan untuk angkat bicara. Sedangkan anak bangtan masih setia menunggu dengan harap-harap cemas.
"Baiklah, kami akan ikut dengan kalian" Anak bangtan tersenyum senang, begitu juga dengan Salsa, Aulia, dan Putri yang sangat senang dengan keputusan Marissa.
"Baiklah, pulang sekolah kita akan kesana bersama-sama" Kata Hoseok yang di setujui oleh yang lain.
๐บ๐บ๐บ
Hallo semuanya, apa kabar? Baik-baik aja kan?. Semoga sehat selalu. Oh ya aku mau kasih tau kalau nanti aku akan update di hari
-kamis
-jumat
-sabtu
-minggu
Sebenarnya sih aku kalau update suka gak nentu, jadi kalau tiba-tiba aku update tidak sesuai dengan jadwal, maaf kan ya๐
Oke, sampai jumpa di chapter selanjutnya ๐๐
Salam Author~ Della_M