The Conqueror's Journey

The Conqueror's Journey
bab 13 rahasia



“Aku ingin kau mati perlahan-lahan setelah mengetahuinya, tetapi kau di obati olehnya jadi, aku harus membunuhmu sekarang.”


Mata dan wajah ibu nandong tidak memperlihatkan Ekspresi apa pun, dia sepertinya sudah pasrah.


Wanita itu menjentikkan jarinya.


Kabut hitam kecil terbang ke atas tubuh ibu nandong. Kabut itu perlahan-lahan membesar menyelubungi tubuhnya.


Perlahan-lahan tubuhnya terangkat. Ibu nandong merasa kesakitan, tetapi dia tidak bisa berteriak ataupun meminta tolong.


“Matilah.” Wanita itu mengarahkan tangannya seolah-olah mencengkeram sesuatu.


“Wuss.” Sebuah pedang tepat mengenai telapak tangan wanita itu.


Kabut hitam itu menghilang dan menjatuhkan tubuh ibu nandong.


Wanita itu menekan giginya menahan sakit dan darah segar mulai mengalir.


“Kamu sungguh bodoh.” Daniel dengan cepat muncul di depan wanita itu dan langsung membanting wanita itu dengan keras membuatnya memuntahkan darah segar lalu melemparnya ke dinding membuat dinding itu berlubang.


Wanita itu merasa sakit sekujur tubuhnya. Perlahan-lahan dia bangkit.


Saat memandang Daniel dia terkejut merasakan energi alam yang begitu kuat sehingga dia memutuskan untuk mengubah tubuhnya menjadi kupu-kupu pun dan melarikan diri.


Daniel tidak mengejarnya, dia lalu mengambil pedang yang terjatuh dan menghampiri ibu nandong.


Ibu nandong merasa lega setelah di selamatkan, entah mengapa dia merasa begitu dan sangat senang saat Daniel menyelamatkannya, tetapi dia tidak memperlihatkannya.


“apa kamu baik-baik saja.”


Ibu Nandong mengangguk.


Daniel lalu menyembuhkannya setelah itu dia keluar, tidak lupa dia memberikan pelindung di sekitar rumah.


Dia bergegas mencari wanita itu.


Dengan mengandalkan Indra perasanya, tidak beberapa lama dia tiba di sebuah tempat dengan pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Dia merasakan energi begitu kuat di sekitar, tetapi karena gelap, dia tidak melihatnya.


“Keluarlah kamu tidak bisa lari lagi!” Daniel memegang pedangnya dan melihat ke segala arah.


“Karak.” Suara tidak jauh dari Daniel. Daniel langsung meluncurkan tebasan Angin ke arah suara itu, tetapi tidak ada.


“sampai kapan kamu akan bersembunyi!”


Tidak lama kemudian Daniel pergi.


“Hampir saja.” Gumam wanita itu berada di balik pohon. Jantungnya berdetak lebih kencang karena takut kemudian dia berbalik, dia begitu terkejut melihat Daniel di depannya.


“Bagaimana bisa.” Wanita itu tidak percaya apa yang dia lihat.


“hari ini kamu akan mati.” Danel berlari mengarahkan serangnya.


Saat menebasnya, tubuh wanita itu berubah menjadi kupu-kupu dan berkumpul di belakang Daniel kembali menjadi manusia.


Daniel berbalik dan melesat mengarahkan serangannya, tetapi lagi lagi wanita itu berubah menjadi kupu kupu tidak membiarkan kupu-kupu itu tebang, Daniel Menyerangnya membuat beberapa kupu-kupu terjatuh, kupu-kupu yang tersisa melayang dan kembali menjadi manusia.


Wanita itu mengeram kesakitan. tangan kirinya sudah terpotong mengeluarkan darah segar.


Tidak membiarkannya lari Daniel pun melesat.


Wanita itu mengeluarkan asap hitam dan menembakkannya.


Saat berhadapan, Daniel dengan cepat menebas asap hitam itu dan membuatnya hilang seketika.


Wanita itu terkejut, itu baru pertama kali jurus rancunya di tangkis dengan mudah. Di tangannya muncul sebuah cambuk kemudian menyerang Daniel.


Mereka berdua melompat ke belakang.


Tidak menunggu lama mereka secara bersamaan melesat dan mengeluarkan berbagi serangan yang dimiliki.


Daniel menyerang dengan kekuatan pedangnya yang sangat cepat dan juga mengeluarkan beberapa tebasan angin sedangkan wanita itu mengayunkan cambuknya dengan berbagai gaya untuk menyerang dan bertahan.


Sesaat mereka bertarung terlihat jelas wanita itu lebih lemah membuatnya terhempas menghantam pohon karena tidak bisa menahan tebasan angin Daniel.


Wanita itu memandang Daniel dengan tatapan marah. Dia sangat marah dan kesal, tidak bisa melakukan apa-apa. Rancun adalah kekuatannya, tetapi Daniel kebal terhadap racun.


Darah segar mengalir berbagai bagian tubuhnya, dia ingin sekali melarikan diri, tetapi sekarang dia begitu lemah.


“sampai mati pun aku tidak akan memberitahumu!” Wanita itu bersandar di pohon.


Melihat wanita itu tidak akan memberitahunya Daniel bersiap melakukan serangan terakhir, tetapi saat hendak menyerangnya, wanita itu tersenyum dan Daniel menyadari di dalam tubuh wanita itu terkumpul energi alam dan akan meledak.


“Gawat.”


“Bommm!” ledakan terdengar, asap-asap hitam menyebar ke sekitar membuat tumbuhan seketika menjadi layu dan mati.


Sesaat kemudian Daniel muncul dengan terbatuk-batuk, ada beberapa luka di tubuhnya.


“hampir saja.” Gumamnya, sebelum meledak untungnya Daniel bisa menjauh, tetapi masih terkena serangannya.


Daniel lalu pergi ke rumah dan menghampiri ibu Nandong


Saat masuk ke kamar, Nando dan nani sudah ada di sana.


“apa yang terjadi tuan?” tanya Nandong.


“apa karena ledakan itu?” tambah Nani.


Daniel menganguk.


“aku sudah menemukan pelakunya, tapi aku tidak bisa membawanya kemari, dia meledakkan Diri.”


Nani dan nandong terkejut, di dalam pikiran mereka bagaimana bisa seseorang bisa meledakkan diri, tetapi itu buka Yang utama, mereka ingin sekali mengetahui nama pelakunya.


“Siapa itu tuan?” tanya nandong.


“aku tidak tahu.”


“Apa ibu kalian baik-baik saja?” ucap Daniel dengan suara khawatir.


“Iya tuan, ibu sedang tidur sekarang.” Jawab Nani.


Setelah melihat keadaan ibu Nandong Daniel pun pergi tidur, tapi sebelum itu dia mencabut pelindung yang ada di hutan.


Keesokan harinya Daniel Melalukan proses penyembuhnya lagi.


Ibu Nando hanya memandangnya. Dari matanya terlihat dia sedang memikirkan sesuatu yang entah apa.


Tubuhnya mulai pulih, wajahnya yang terlihat menderita samar-samar menampakkan kegembiraan.


Saat Daniel hendak pergi, tangan lembut dan dingin menghentikannya.


“ Kenapa?” tanya ibu nangdong yang sudah baikkan. Meski suara masih lemah.


“ kenapa kau harus merawatku?, Apakah kau tidak punya tempat untuk di tuju.” Sambungnya, meskipun dia senang di rawat, tetapi masih aneh jika ada orang asing yang ingin menolongnya


“Aku, tidak akan pergi sebelum kamu sudah baikkan.”


Mata ibu Nando meredup. “ meskipun tubuh ini akan sembuh, tetapi rasa sakit yang lain tetap akan ada.” Ujarnya.


Danel terkejut, baru kali ini dia mendengarkan seseorang berkata seperti itu, biasanya orang yang baru dia kenal tidak akan mempercayainya.


Ibu nandong berkata seperti itu karena ada tragedi masa lampau yang sangat membekas dalam dirinya yang tidak kunjung sembuh. Meskipun penyakitnya sudah sembuh.


Rasa penasaran Daniel meninggi. “ apa maksudmu.”


“Kau tidak akan mengerti, pergilah dari sini capailah tujuanmu, jangan kau khawatir kan aku yang sakit ini.”


“ Aku tidak akan pergi...” ujarnya lalu pergi.


Saat keluar, Danel melihat nandong dan Nani di samping pintu, mereka memperlihatkan ekspresi penasaran akan keadaan ibunya.


“ Ibu kalian sudah baikan.” Ujar Daniel yang mengetahuinya maksud mereka.


“ terima kasih.” Ujar mereka lalu masuk ke dalam.


Danel melirik mereka lalu pergi ke luar, dia hendak melanjutkan membaca buku, tetapi ada sesuatu yang membuatnya penasaran, mengapa dia berbicara seperti itu?


Mungkin ada sesuatu yang membuatnya begitu


Danel menarik nafas dan memandang ke depan sambil memikirkannya.