
Para warga yang sudah sembuh segera berbondong-bondong keluar dari ruang perawatan untuk bertemu dengan keluarga mereka.
Tentu saja membuat kehebohan yang sangat besar untuk desa tersebut.
Bagaimana tidak, di saat semua orang berpikir bahwa para korban sudah tidak punya harapan lagi, dengan suatu keajaiban mereka tiba-tiba sembuh bahkan yang sudah kehilangan anggota tubuhnya pun kembali utuh seperti sedia kala.
“Tidak hanya itu, anak ini juga bisa mengembalikan aliran sihir di tubuh mereka yang sudah rusak menjadi seperti semula” pak tua itu terheran-heran dengan sihir apa yang digunakan oleh Leon.
Dengan rasa penasaran yang terlampau tinggi, dia pun mencoba untuk memeriksa semua perlengkapan yang dibawa oleh Leon.
“Deg.. Deg..” jantung pak tua itu secara perlahan membuka satu per satu saku di jubah yang Leon kenakan hingga akhirnya dia mendapatkan sesuatu.
Dia menarik tangannya dari saku Leon, lalu “Apa ini?” gumamnya saat memegang tabung kecil yang berisi pil penyembuhan milik Leon.
Dia membuka tabung tersebut dan sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“Kekuatan penyembuhan obat ini sangat tidak biasa..! Siapa sebenarnya anak ini? Apa mungkin dia adalah alkemis legendaris yang pernah aku dengar di kalangan para alkemis?” karena pak tua itu seorang alkemis tingkat atas yang masih aktif dalam dunia perobatan, dengan sangat mudah dia mengetahui kualitas pil penyembuhan tersebut hanya dengan melihat teksturnya saja.
“Pak tua, melihat-lihat barang milik orang lain tanpa izin itu sangat tidak sopan..!” tiba-tiba suara Leon mengagetkan pak tua tersebut dan membuat obat yang ada di dalam tabung tersebut berhamburan.
“Huh, siapa yang tanpa izin? Benda ini terjatuh dari sakumu lalu terbuka dan mengeluarkan barang yang ada di dalamnya..! Jadi, aku tidak melihat tanpa izin..!” bantah pak tua itu.
“Haha, ya sudah aku percaya saja” ucap Leon mengiyakan walaupun dia sudah sadar sejak sebelum pak tua itu merogoh sakunya.
** Re: Aliran sihir sudah kembali normal..!
“Padahal biasanya aku menggunakan kekuatan besar juga tidak masalah, kenapa tadi aku sampai kehilangan kesadaran untuk sesaat?” tanya Leon sambil memejamkan matanya.
** Re: Dengan membuat pil penyembuhan, sudah terlalu banyak menguras energi sihir Anda..!
“Tapi, bukannya energi sihir yang aku miliki tidak terbatas karena yang aku gunakan adalah energi sihir murni dari dunia ini?” tanya Leon lagi.
“Hmm, kenapa baru kau peringatkan sekarang? Kalau tahu akan seperti itu, aku pasti akan mengonsumsi pil penyembuhan sebelumnya” ucap Leon yang mencoba membuat Sistem sedikit merasa bersalah.
** Re: Anda tidak pernah menanyakan hal itu kepadaku, jadi, itu bukan salahku!
“Sistem, kau ini benar-benar tidak mau mengalah sedikitpun ya” Leon hanya tersenyum kecut menyikapi perkataan Sistem barusan.
Tak lama kemudian, Linting dan murid-murid yang lain masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Leon.
“Leon, apakah semua orang itu kau yang menyembuhkannya?” tanya Erlynn.
“Mmm, memang aku yang melakukannya” jawab Leon sambil tersenyum bangga.
“Bodoh..! Dengan jumlah orang yang kau sembuhkan sebanyak itu, energi sihirmu akan langsung terkuras, itu bisa membahayakan nyawamu..!” bentak Erlynn yang sedikit mengeluarkan air matanya.
“Eh, gadis ini, sejak kapan dia begitu peduli kepadaku?” Leon jadi sedikit salah tingkah melihat Erlynn yang seperti itu.
“Hehe, kau mencemaskan aku ya? Tenang saja, Leon si perkasa tidak akan bisa tumbang semudah itu..!” ucap Leon dengan penuh percaya diri.
“Tidak sih, sebenarnya aku khawatir jika kau kenapa-kenapa, nanti tidak ada yang bisa membuat pil penyembuhan untuk kami semua nantinya” jawab Erlynn dengan polosnya.
“Akkhhh... perkataanmu sangat menusuk jantungku..! Kau jadi terdengar seperti si Sistem jutek itu..!” gumam Leon sambil tersenyum kecut.
** Re: Siapa yang Anda maksud dengan Sistem jutek?
“E-eh, tidak.. aku hanya meracau, tidak usah dipikirkan..! Hehe” ucap Leon.
“Hmm? Kau meracau apa?” tanya Erlynn sambil memiringkan kepalanya.
“Ah, tidak, bukan apa-apa..! Sudahlah, mana yang lain?” Leon turun dari kasur lalu berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan pak tua tadi dengan beberapa butir pil penyembuh yang diberikan untuknya sebagai hadiah.