
Dia adalah seorang murid senior yang sudah berada di tingkat 2 yang bernama Petri.
“Oh memangnya aku akan menyesali apa?” ujar Leon dengan santainya sambil tersenyum tipis.
Petri mengeluarkan sebuah wadah sihir berbentuk pedang lalu menghunuskannya kepada Leon.
“Aku tidak pernah melihat kau sebelumnya dilingkungan akademi terutama saat malam seperti ini, kau pasti penyusup..!” ucap Petri.
“Haduh, belum mulai pendidikan sihirku sudah ada masalah seperti ini” ucap Leon sambil mengangkat bahunya.
“Jika aku tidak mau pergi, lalu kenapa?” jawab Leon.
“Status..!” ucap Leon pelan.
\===STATUS===
Nama: Petri
Kasta: Bangsawan
Level Atribut: Fisik (2); Sihir (2); Kepintaran (2); Merayu Gadis (3)
Poin: 0
Rim: 1500
\============
“Hmm, sepertinya kau ini orang yang mesum ya?” gumam Leon.
“Kalau kau tidak pergi, aku yang akan membuatmu pergi..!” Petri langsung mengaktifkan wadah sihirnya untuk menyerang Leon.
“Wahai kekuatan bumi yang agung, hempaskan musuhku dan jatuhkan mereka ke dalam jurang..! Earth shake..!” lalu Petri menancapkan pedangnya ke tanah, dan hanya daerah sekitar Leon yang berguncang dengan sangat hebatnya.
Namun, sampai sihir itu selesai dilakukan, Leon terlihat tidak bergeming sedikitpun, malah dia sampai menguap karena sihir itu tidak berefek kepadanya berkat wadah sihir cincin yang tertutup oleh sarung tangan yang ia kenakan.
Wadah sihir cincin tersebut mengandung kekuatan yang dapat menghilangkan efek sihir pada tingkatan apapun dan jika diaktifkan dengan energi sihir murni, cincin itu dapat membuat penggunanya seperti seorang dewa yang hanya dengan menjentikkan jarinya, seluruh kerajaan akan musnah seketika.
“Hoam.. Sudah goyang-goyangnya?” ucap Leon.
“Kau..! Kalau begitu aku akan..” belum sempat Petri menyelesaikan ucapannya, Leon langsung menyerangnya dengan sihir mental.
“Fear..!” ucap Leon.
Lalu, mata Petri seperti diberi penglihatan seekor monster pemakan sihir murni yang bahkan jika ksatria dengan level sihir tertinggi di seluruh dunia bersatu, tidak akan bisa membunuh monster tersebut.
Sihir yang digunakan oleh Leon adalah sihir yang menyerang mental lawannya, dengan menunjukkan penglihatan tentang apa yang paling ditakuti oleh lawannya, sihir ini sampai disebut dengan sihir terlarang karena bisa merusak mental lawannya secara permanen.
“Aaaaaaarrrrhhhhhh... Pergi..! Jangan mendekat..!” Petri terduduk dengan wajah yang sangat ketakutan lalu merangkak mundur sambil mengayunkan pedangnya dengan liar.
“Haduh, aku jadi kasihan dengan anak ini, ya sudah kalau begitu..!” Leon pun menghapus sihir mental tersebut dari Petri dan membuatnya pingsan.
“Orang seperti ini senior? Akademi ini ternyata hanya berisi bangsawan yang sombong tapi kekuatannya masih jauh untuk dikatakan sebagai seorang ksatria..!” ucap Leon sambil menepuk dahi dan menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian, muncul 2 orang yang sepertinya adalah guru di akademi sihir ini menghampiri Petri yang tidak sadarkan diri.
“Kau..! Kau apakan dia?” teriak salah satu guru yang langsung menarik sebuah busur panah yang tidak ada anak panahnya lalu mengarahkannya kepada Leon.
“Panggil para guru ke sini dan kabarkan kepala sekolah bahwa ada seorang penyusup yang menyerang..!” ucap guru berbusur panah tersebut.
“Ah, kenapa sih masalah seperti ini terus menerus berdatangan? Aku datang ke sini dengan damai, tapi kalian malah mencari ribut denganku..!” ucap Leon yang tetap menunjukkan sikap santainya.
“Wush.. Boom..!” ledakan pun terdengar dan asap dari ledakan tersebut menutupi Leon setelah sebuah anak panah menghantam ke arahnya.
“Heh, itu yang kau dapatkan jika berani melukai murid di sini..!” ucap guru tersebut.
“Sudah main petasannya? Aku sedang terburu-buru, kalian minggirlah..!” teriak Leon sambil melambaikan tangannya mengusir guru tersebut.
“Kurang ajar..!” karena guru tersebut terpancing emosi dengan ucapan Leon, dia pun menghujani ledakan anak panah kepada Leon, tapi lagi-lagi semua itu sia-sia saja.
Tak ada satupun yang berhasil menyentuh bahkan seujung rambut Leon.
“Hoaam.. Sudah selesai?” ucap Leon sambil meregangkan tubuhnya dengan tatapan yang mengejek.