
Leon akhirnya menyudahi berkeliling di kerajaan ini karena hari sudah mulai gelap.
Untuk beberapa tempat yang telah dikunjunginya, dia merasa itu adalah tempat terbaik untuk menghibur diri saat sedang lelah.
Leon berjalan kembali ke arah asrama tapi perjalanannya kembali masih lumayan jauh karena luasnya kerajaan Lainard ini.
Namun, dia mengambil rute perjalanan yang jaraknya semakin menjauh dari asramanya menuju tempat yang tidak dihuni oleh satu penduduk pun.
Saat tiba di area yang dimaksud, Leon menghentikan langkahnya dan mendengus dingin lalu berkata, “Keluarlah, apa kau tidak lelah mengikuti seharian ini?”.
Kemudian, seseorang dengan jubah yang menutupi wajahnya pun keluar dari balik tembok rumah tua yang sudah tidak layak huni lagi.
“Hoo, bagaimana bisa kau merasakan hawa keberadaan yang sudah aku sembunyikan? Ternyata kau benar-benar seperti yang diceritakan..! Kau bukanlah bocah biasa..! Kalau begitu, aku akan menyingkirkanmu sebelum menjadi masalah nantinya” ucap pria orang misterius tersebut.
“Oh, ternyata hanya seekor tikus, aku pikir siapa” ucap Leon sambil tersenyum menyindir.
Merasa terprovokasi, orang misterius tersebut pun langsung maju menyerang Leon dengan sebuah pedang di tangannya.
“Wush.. wush..” ayunan pedang yang penuh dengan energi sihir terus diayunkan ke arah Leon.
Leon melompat mundur, menghindar ke kiri dan ke kanan, hingga akhirnya orang misterius tersebut merasa semakin kesal.
“Cih, apa kau hanya tahu cara menghindar, bocah?” teriak orang tersebut.
“Oh tidak, aku tidak hanya menghindar” jawab Leon sambil menunjuk ke arah tubuh orang tersebut.
“Craaaat...” darah pun mulai bermuncratan dari titik-titik vital di tubuh orang tersebut.
“Arrrhhhhh...” orang itu pun terduduk dengan darah yang berlumuran di sekujur tubuhnya.
Leon berjalan santai mendekati orang misterius itu dan memanggil pedang Legia.
Saat pedang Legia muncul, aura yang dipancarkan Leon seketika menekan orang itu hingga dia kesulitan untuk bernafas.
Namun, tak sempat Leon berkata apapun “Kriuk.. Kriuk..” orang tersebut mengunyah sesuatu yang kemudian membuatnya keracunan.
“Oh, pil bunuh diri ya?” Leon mengayunkan tangannya lalu menggunakan sihir penyembuh untuk menghilangkan racun dari tubuh orang tersebut dan menutup kembali titik vital yang hancur.
“I-ini, bagaimana bisa?” rasa bingung yang luar biasa langsung menyerang orang tersebut.
“Paralyze..!” Leon menggunakan sihir kegelapan level 5 dan membuat orang tersebut tidak dapat bergerak untuk mencoba bunuh diri lagi.
“Baiklah, apa kau sudah mau diam? Sekarang, katakan siapa yang menyuruhmu..!” Bentak Leon dengan nada yang dingin.
“Cih, seperti aku mau mengatakannya padamu..!” jawab orang tersebut.
“Haha, cukup berani..! Status..!” ucap Leon.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Kasta: Rakyat
Level Atribut: Fisik (2); Sihir (3);
Poin: 0
Rim: 400
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Baiklah, kalau kau tidak mau berbicara, aku yang akan membuatmu berbicara, Terry..!” ucap Leon sambil tersenyum jahat.
“Ah, kau..! Bagaimana kau tahu siapa aku?” orang tersebut sangat terkejut, karena selain Leon bisa merasakan hawa keberadaan yang sudah disembunyikannya, Leon juga tahu siapa dirinya.
“Tidak perlu kau tahu..!” Leon mengulurkan tangannya dan memegang kepala orang tersebut.
“Conceal..! Greater heal..! Self destruct..!” Leon kembali menggunakan sihir kutukan untuk membuat orang tersebut mengatakan yang sebenarnya.
“Aku sudah mengutukmu dengan sihir penghancur diri..! Setiap kali kau membantah perintahku, satu bagian dari organ dalammu akan segera meledak dan hancur” ucap Leon.
“Cih, memangnya aku takut? Lebih baik mati daripada membocorkan informasi kepadamu..!” jawab orang tersebut.
“Hoho, aku belum selesai menjelaskan..! Setiap kali kau berbohong atau membantah perintahku, satu organ dalammu akan hancur, lalu akan otomatis pulih kembali, bahkan jika kau mencoba untuk bunuh diri, hal itu akan sia-sia saja..!” ucap Leon.
“Haha, jadi maksudmu ingin menyiksaku untuk mendapatkan informasi? Silakan saja kau coba, aku tidak akan pernah mengatakannya padamu..!” bantah orang tersebut.
“Boom...” ledakan teredam langsung terdengar dari dalam perut orang tersebut, dia pun berteriak karena mengalami rasa sakit yang luar biasa.
“Haha, belum dimulai saja kau sudah membantah..! Kau ini benar-benar tidak sabar ya, Terry?” tanya Leon sambil tersenyum jahat.
Sesaat kemudian, organ dalam Terry pulih kembali, tapi rasa sakit akibat organ yang meledak tadi masih dirasakannya sampai sekarang.
“Uhuk...” Terry mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
“Katakan, siapa yang menyuruhmu..!” ucap Leon.
“Ibumu..!” jawab Terry.
“Boom..!” sebuah ledakan teredam kembali terdengar dari dalam tubuh Terry.
Namun, ledakan kali ini terasa lebih menyakitkan dari yang sebelumnya.
“Ahhaak...” kali ini Terry memuntahkan darah segar yang sangat banyak.
“Oh, aku lupa menjelaskan..! Setiap kali organmu pulih, ledakan selanjutnya akan terasa 10 kali lebih sakit dari sebelumnya..! Jadi, terbebas dari kutukan atau berteman dengan rasa sakit seumur hidup, itu pilihanmu..!” ucap Leon, lalu dia melepaskan sihir Paralyze dari Terry.
“K-kau, bukan manusia..! Kau iblis, benar-benar iblis..!” ucap Terry sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit.