THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Perdana Menteri Kerajaan, Tramp!



“Mmmmmmmmmm.......” hanya itu yang terdengar dari mulut Grizer karena tertutup oleh tangan Leon.


“Oh maafkan aku..” Leon melepaskan tangannya dari mulut Grizer untuk membiarkannya berbicara.


“B-baiklah, uhuk.. uhuk.. aku akan mengaku kalah dan menerimamu sebagai murid di kelas sihir tingkat lanjutan.. uhuk.. dan a-ku akan mematuhi semua ucapanmu..!” ucap Grizer sambil menahan rasa sakit yang sangat dahsyat.


“Hmm, ternyata kau lebih pintar dari yang kuduga..! Baiklah kalau begitu, Conceal..! Self destruct..!” Leon mengarahkan sihirnya kepada Grizer dan cahaya hitam langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Aku sudah memberikan kutukan kepadamu, Grizer..! Jika fakta tentang kekuatanku yang sebenarnya bocor dan jika ada satu pun perjanjian yang kau ingkari, kutukan itu akan meledakkan tubuhmu hingga miliaran potong..! Jadi, selama kau menjadi guru yang baik, hidupmu tidak akan bermasalah..!” ucap Leon sambil tersenyum jahat.


“Baiklah, karena kau sudah paham..! Greater heal..!” Leon mengembalikan kondisi Grizer seperti semula dan kali ini dia juga mengembalikan energi sihir Grizer yang sudah habis.


“Oke, sudah terlihat seperti baru..! Release..!” Leon menyimpan semua peralatan tempurnya kembali ke dalam segel kontrak.


“Tidak kusangka akan jadi seperti ini..! Aku benar-benar sudah kalah oleh anak ini” gumam Grizer menyesali semua yang sudah diperbuatnya.


Leon melambaikan tangannya dari atas ke bawah dan semua debu tebal yang menutupi mereka sedari tadi, akhirnya menghilang.


Kini, kondisi di arena pengujian yang terlihat adalah Leon dengan posisi berdiri kokoh seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya, sedangkan Grizer yang sudah bertelanjang dada terduduk tidak berdaya di hadapan Leon.


Arena pengujian pun hampir 40 persennya hancur akibat pertarungan mereka tadi.


“Aku, Grizer mengaku kalah dan aku akan menerima Leon sebagai murid terhormat di kelas sihir tingkat lanjutan..!” ucap Grizer sambil menundukkan kepalanya.


“I-ini, apa maksudnya?”


“Kenapa bocah sialan itu yang masih berdiri sedangkan pak guru Grizer malah terlihat kewalahan?”


“Tidak mungkin..! Tidak mungkin pak guru Grizer kalah..!”


Semua murid yang menonton malah semakin menghujat Leon karena mengira dia sudah melakukan hal seperti kecurangan saat pandangan mereka tertutupi oleh debu tadi.


“Hoho, aku tidak menyangka Grizer akan kalah darinya” ucap Bernard sambil tersenyum.


“Aku sudah menduga hal ini akan terjadi..!” ucap Linting.


Wajar saja Linting merasa seperti itu, sejak pertemuan awalnya dengan Leon, bahkan dirinya yang sudah menjadi guru utama di akademi ini saja tidak mampu menyentuh Leon.


“Haih, pak guru Grizer tidak perlu menyebutkan sebagai murid terhormat begitu..!” ucap Leon sambil membantu Grizer berdiri.


“Kalian semua..! Leon tidak melakukan kecurangan apapun..! Ini murni kekalahanku, jadi, aku harap kalian mulai saat ini tidak menganggap rendah dirinya lagi..!” ucap Grizer.


Semua murid yang menonton akhirnya terdiam karena mereka percaya dengan ucapan Grizer.


“Baiklah, kalau sudah mengerti, salam kenal ya para kakak kelas sihir tingkat lanjutan..! Hehe..” ucap Leon sambil mengusap-usap kepalanya.


Perdana menteri yang tidak puas dengan hasil pertarungan tersebut, berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan akademi.


“Guru tidak berguna..! Bocah sialan, lihat saja bagaimana aku akan membuatmu menderita selama kau ada di dalam kerajaan ini karena kau sudah berani membuat sebuah penghinaan kepada anakku..!” gumam perdana menteri dengan wajah yang sangat berang.


“Tuan Tramp, apa rencana Anda selanjutnya?” tanya ajudannya.


“Untuk sementara, kalian awasi bocah yang bernama Leon itu..! Jangan sampai dia bertindak seenaknya di kerajaan ini..!” jawab Tramp.


“Cih, dasar anak budak..! Kalau aku tidak bisa mengusirmu dari kerajaan ini seperti binatang, hidupku tidak akan pernah tenang..!” kutuk Tramp dalam hatinya seraya masuk ke dalam kereta kuda untuk kembali ke istana raja Oxford.