THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Kesombonganmu Akan Berakhir!



“Huh, aku tidak menyangka arogansi di akademi ini sangat mendominasi bahkan sampai gurunya juga..!” ucap Leon sambil menggelengkan kepalanya.


Dia pun memutuskan untuk berjalan kembali ke arah asrama dan meninggalkan kelas sihir tingkat dasar.


“Huh, baru hari pertama saja sudah seperti ini” gerutu Leon.


Saat sedang berjalan, dia melihat guru Deric yang terlihat kesal melangkahkan kakinya dengan cepat sambil menggumamkan sesuatu.


“Pak guru Deric, Anda kenapa?” Leon memasang wajah berpura-pura bingung, padahal dia tahu penyebabnya.


“Tidak ada, bukan urusanmu..!” Deric sepertinya masih belum menyadari bahwa yang bertanya tadi adalah Leon.


“Baiklah, semoga harimu menyenangkan, pak guru..!” jawab Leon lalu melanjutkan langkahnya.


“Eh, tunggu dulu..! Tadi kan..” Deric berbalik arah tapi Leon sudah tidak terlihat.


“Hmm, mungkin aku berhalusinasi..! Mana mungkin dia bisa kembali secepat itu..!” ujar Deric, lalu dia kembali berjalan menuju ruang kelas sihir tingkat dasar.


Saat tiba didalam kelas, Deric melihat semua muridnya memasang wajah senang seperti bertemu dengan idola mereka, dan ternyata alasannya adalah guru Grizer yang sedang duduk di kursi guru.


“Wah wah, bukankah ini pak guru Grizer? Ada kehormatan apa kelasku ini sampai membuat Anda datang ke sini?” ucap Deric.


Grizer menoleh ke arah Deric lalu bertanya, “Kau guru Deric?” sambil memasang wajah kesal.


“Benar, aku Deric, guru yang mengajar di kelas sihir tingkat dasar ini” jawab Deric dengan bangganya.


“Kalau begitu, apa kau tahu bahwa salah satu muridmu sudah membuat masalah hari ini? Dia sudah berani menantangku untuk bertarung, tapi itu malah membuatku tertarik..! Karena, dari semua murid yang pernah aku temui, baru anak ini yang tidak terlihat ketakutan” ucap Grizer.


“Bocah sialan..! Masalah apa lagi yang kau perbuat kali ini?” gumam Deric dengan penuh emosi.


“Tidak usah membelanya..! Aku sudah memberitahukan hal ini kepada seluruh akademi dan semua guru termasuk petinggi kerajaan akan hadir untuk menyaksikan pertarunganku dengannya..! Jangan mencoba untuk menghentikan ini, aku sangat penasaran dengan kekuatan anak itu..!” ucap Grizer dengan tatapan seperti predator yang sedang menunggu mangsanya untuk dimakan.


Deric dan seluruh murid yang ada di dalam kelas itu pun hanya bisa terdiam.


Sambil menelan ludah, Deric hanya menganggukkan kepalanya karena tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menghentikan Grizer.


“Hmm, mungkin ini adalah kesempatanku untuk mengungkap bahwa anak itu salah satu pengguna dari obat peningkat kekuatan yang sedang ramai beredar..!” gumam Deric.


“Baiklah, aku mengerti..! Lagi pula, kemampuan apa yang aku miliki untuk menghentikan Anda?” ucap Deric sambil tersenyum licik.


“Bagus kalau kau sudah mengerti..!” Grizer berdiri sambil melambaikan tangannya kepada murid-murid dan mereka semua pun menjerti histeris.


“Aku akan mendukung pak guru Grizer..!”


“Hajar anak sombong itu sampai ke tulang..!”


“Buat dia jera, pak guru..!”


“Aaaaah pak guru Grizer, aku ingin menikahi Anda..!”


“Kalau pak guru Deric aku tidak yakin bisa memberikan anak itu pelajaran..! Tapi kalau pak guru Grizer, aku tidak akan pernah meragukannya..!”


Semua murid mulai bergosip dan berteriak menyorakkan nama Grizer.


“Kesombonganmu akan segera berakhir..!” gumam Deric dengan senyum liciknya.