
Setelah kejadian tersebut, suasana kelas pun menjadi hening untuk sesaat karena masih berusaha memroses apa yang baru saja mereka saksikan.
“Anak itu benar-benar penuh dengan misteri..! Jika memang dia pengguna sihir dengan level di atas 7, kenapa harus masuk ke kelas ini?” gumam Deric penasaran.
Lalu dia teringat saat Linting pertama kali memperkenalkan dia di dalam kelas ini, hanya Leon yang terlihat tidak menghargai Linting.
Tapi, Linting pun tidak berani berbuat apa-apa terhadapnya.
Mulai hari ini, Deric berencana untuk menguak misteri yang ada pada diri Leon agar rasa penasarannya hilang.
Deric sendiri adalah seorang penggila kekuatan sihir, meskipun level atribut sihirnya saat ini tidak lebih dari 3.
Tapi itu tidak membuanya berhenti untuk mencoba sesuatu yang baru untuk meningkatkan levelnya.
Baru-baru ini, dia mendapatkan kabar tentang sebuah obat bernama ekstasi yang telah beredar di pasar gelap dan kalangan perompak.
Obat tersebut dapat meningkatkan level kekuatan sihir secara drastis dalam waktu singkat dan dijual dengan harga yang cukup mahal, 500 rim per butirnya.
Dia curiga, Leon menggunakan obat tersebut demi pamer di depannya untuk membuatnya malu.
“Ternyata begitu..! Kurang ajar kau bocah..! Sudah mempermainkan aku seperti itu, tidak akan aku maafkan..!” gumam Deric yang masih menyangka bahwa Leon menggunakan obat tersebut.
Jam pelajaran pun usai, Leon beranjak dari tempat duduknya dan keluar menuju halaman depan akademi.
Deric yang menaruh rasa curiga terhadap Leon, mengikutinya dari belakang.
“Oh ternyata ada semut yang mengikuti..!” gumam Leon yang menyadarinya, dia pun pergi keluar dari lingkungan akademi menuju pintu gerbang kerajaan.
“Mau ke mana kau bocah tengik? Lihat saja, aku akan membalas perlakuanmu yang membuatku malu..! Akan aku buktikan bahwa kau menggunakan obat untuk meningkatkan levelmu..!” gumam Deric dengan wajah yang kesal.
Pintu gerbang pun dibuka oleh penjaga dan membiarkan Leon keluar setelah melihat seragam akademi yang digunakannya, diikuti oleh Deric yang menggunakan sihir manipulasi cahaya untuk membuatnya tidak terlihat.
“Hmm, didekat sini sepertinya ada sungai, sudah lama aku ingin memancing beberapa ekor ikan” Leon pun berjalan menuju sungai.
“Mind control..! Pergilah ke sungai..!” ucap Leon memerintahkan bayangan dirinya pergi ke sungai untuk mengelabui Deric.
“Sial, mau bersembunyi?” ucap Deric lalu mempercepat langkahnya dengan harapan tidak kehilangan jejak Leon.
Tapi, dia segera berhenti berlari ketika melihat Leon keluar dari batu tersebut dan kembali berjalan ke arah sungai.
“Kurang ajar, hampir saja aku melepaskan penyamaranku” ucap Deric.
Dia pun mengikuti bayangan Leon menuju sungai, sementara Leon kembali ke dalam akademi untuk menemui Bernard.
** Re: Selamat..! Anda mendapatkan julukan Trickster.
“Julukan? Trickster? Apa itu?” tanya Leon.
** Re: Julukan itu sama seperti sebuah gelar..! Trickster adalah gelar yang diberikan untuk orang yang bisa menipu atau mengelabui orang lain.
“Hmm, memangnya ada keuntungan dari setiap gelar itu?” tanya Leon.
** Re: Sama seperti yang pernah Anda dengar tentang gelar Purist\, sebuah gelar akan memberikan akses tidak terbatas dan kemudahan dalam penggunaan kemampuan sihirnya.
“Haduh, lagi-lagi kau menggunakan bahasa yang rumit..!” ujar Leon sambil menepuk dahinya.
** Re: Penjelasan singkatnya\, dengan gelar Trickster ini Anda dapat menggunakan ilusi tubuh tanpa harus melakukan hal seperti sebelumnya.
“Hmm, semakin menarik saja..! Kalau begitu, bagaimana aku memanggil kemampuannya?” tanya Leon.
** Re: Cukup katakan Shadow clone.
“Mantap..! Aku akan mencobanya nanti setelah bertemu dengan ayah..!” jawab Leon, lalu dia berlari menuju akademi.