
“Hoo, bocah, aku tidak menyangka kau benar-benar bisa menahan seranganku barusan..! Jika bukan karena kesombonganmu, kau benar-benar layak menjadi murid tingkat atas..!” ujar Grizer sambil berjalan mendekat kepada Leon.
“Hehe, sejak awal juga aku memang lebih pantas seperti itu..!” jawab Leon sambil tersenyum.
Leon kemudian berlari dengan cepat ke arah Grizer untuk membalas serangannya.
“Heh, walaupun fisikmu kuat, tapi itu tidak akan bertahan lama..!” Grizer pun ikut berlari ke arah Leon.
“Boom.. Boom.. Boom..” suara ledakan berkali-kali terdengar.
Antara Ayunan pedang dan pukulan Leon yang beradu, menyebabkan tanah di sekitar mereka bergetar dan kepulan debu pun mulai beterbangan.
Kekuatan yang dilepas oleh mereka berdua benar-benar melampaui apa yang bisa dibayangkan oleh seluruh murid yang menyaksikannya.
“Boom.. Boom.. Boom..” suara pertarungan mereka masih terus berlanjut tapi penonton tidak bisa melihat apapun yang terjadi karena debu yang beterbangan menutupi mereka berdua.
Hingga akhirnya, “Srak..” suara pedang yang menusuk daging pun terdengar.
Leon tertusuk oleh pedang Grizer tepat di bagian perut hingga ia memuntahkan darah segar dari mulut dan hidungnya.
“Bocah, kenapa? Apa hanya begini kemampuanmu? Ternyata anak dari seorang budak memang hanya bisa bermulut besar..! Ibumu pasti tidak pernah mengajarkanmu sikap hormat..! Oh maafkan aku, ibumu pasti sudah tidak punya kehormatan makanya tidak bisa mengajarkan tentang sikap hormat” ucap Grizer menghina, lalu mencabut pedangnya dari perut Leon.
“Hehe, pak guru sungguh banyak omong ya?” suara Leon yang terdengar dari arah belakang Grizer membuatnya terkejut dan menoleh ke arah belakang.
“Ka-kau? Tapi, bagaimana? Lalu yang aku tusuk tadi siapa?” Grizer melihat kembali tubuh Leon yang tertusuk tadi.
“Pooff..” tubuh yang ditusuknya tadi, berubah menjadi kepulan asap dan menghilang begitu saja.
“Ini..! Jangan bilang, kau berhasil menguasai teknik Shadow clone? Jika begitu, berarti kau bukanlah orang dengan level kekuatan di bawah 4..!” ucap Grizer.
“Ting tung..! Anda benar sekali” jawab Leon sambil tersenyum.
Dengan cepat tubuhnya dipenuhi oleh aura berwarna merah dan hitam.
“Mulai sekarang, aku tidak akan bermain-ma...” belum selesai Grizer berbicara, Leon tanpa ragu memukul tepat di wajahnya hingga helm pelindungnya pun hancur, kemudian aura hitam dan merahnya tadi pun menghilang.
“Tidak mungkin..! Baju zirah dan helm pelindung ini seharusnya tidak akan bisa hancur dengan mudah..! Anak ini benar-benar memiliki kekuatan seperti monster” gumam Grizer sembari tubuhnya terpental ke belakang hingga terjatuh ke tanah.
“Haduh, pak guru, kalau ingin menyerang tolong jangan terlalu lama..! Aku jadi bosan, ‘kan..!” ucap Leon yang tiba-tiba tatapannya berubah menjadi sangat tajam.
Leon berjalan perlahan mendekati Grizer yang sedang berusaha berdiri setelah terkena pukulan telak.
“Kau..! Siapa kau sebenarnya?” Grizer menolak untuk dikalahkan oleh Leon, setelah berusaha keras untuk berdiri, dia bersiap untuk menggunakan kekuatannya yang lain.
“Bukan urusanmu siapa diriku sebenarnya..! Kau sudah berani menghina ibuku, aku harap kau sudah siap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya..!” ucap Leon.
Tanpa disadari Grizer, tiba-tiba Leon sudah berdiri tepat di depan wajahnya dan dia hanya bisa menatapnya dengan wajah penuh keterkejutan.
“Shhh... Kau tidak perlu mengeluarkan sepatah katapun saat ini..! Cukup nikmati saja siksaan yang akan kau rasakan mulai sekarang..!” ucap Leon dengan senyuman yang terlihat seperti seorang psikopat.
“Cih.. Jangan bermim..” belum selesai Grizer berbicara, tiba-tiba dia merasakan tangan sebelah kanannya sangat dingin.
“Sraaat....” darah bermuncratan dari tangan kanan Grizer yang masih mengenakan baju zirah kebanggaannya telah terpotong oleh pedang milik Leon.
“Legia’s armor..! Legia’s sword..!” baju zirah pun langsung menutupi seluruh tubuh Leon.
“ITU...!” Grizer tersentak kaget melihat baju zirah Leon, dia sama sekali tidak menduga bahwa Leon adalah seorang pemilik kontrak dengan monster.
Ya, benar, kau bukanlah satu-satunya yang bisa menggunakan baju zirah dan menjalin kontrak dengan monster..!” ucap Leon yang sudah seperti pembunuh berdarah dingin.