
** Re: Peringatan, 4 orang dengan kekuatan level 5 sedang mengincar kereta kuda Anda!
“Hoo, begitu rupanya?” ucap Leon.
Linting melihat ke arah Leon yang sepertinya sudah mengetahui apa yang mengikuti mereka, “Kau sudah tahu?”.
“Hanya beberapa tikus kecil, aku tidak akan lama..!” kata Leon sambil tersenyum.
Eric terbangun dan hanya mendengarkan ucapan Leon tentang tikus kecil yang mengikuti mereka.
“Kau ingin bersikap sok pahlawan, hah?” ucap dengan nada sinis.
Leon tidak menghiraukannya karena tidak ada gunanya berdebat di saat seperti ini, lebih baik dia menunjukkan kekuatan yang sebenarnya untuk membungkam mulut besar Eric.
“Hei, apa yang mau kau lakukan? Jangan sok kuat be..” tidak sempat Eric menyelesaikan ucapannya, sebuah ledakan pun terdengar dan tak lama kemudian, kereta kuda mereka melayang sejauh beberapa meter hingga menabrak sebuah pohon.
Leon memerintahkan Linting dan yang lainnya untuk melompat keluar dari kereta.
“Bruk..” suara kayu yang menabrak pohon terdengar begitu nyaring, dan kini kereta kuda mereka sudah tidak bisa lagi digunakan.
Kini, sudah berdiri di hadapan mereka 4 orang dengan penutup wajah yang terlihat ingin merampok.
“Hehe, kalian terlihat seperti orang penting dengan kereta kuda yang begitu mewah..!” ucap salah satu perampok tersebut.
“Tidak, aku hanya orang biasa dengan kasta budak..! Mungkin, jika kalian berkata seperti itu kepada orang ini, baru tepat sasaran..!” ucap Leon sambil menunjuk ke arah Eric yang terlihat ketakutan.
"********, benar-benar tidak tahu malu..!" teriak Eric dengan nada yang cemas dan ketakutan.
Wajar saja Eric sangat ketakutan, karena yang dia tahu adalah kekuatan dirinya dan murid-murid yang lain saat ini hanya berada pada level 2 dan level 3.
“Ka-kalian mau apa?” dari semua murid yang terlihat siap untuk bertarung, hanya Eric yang terdengar seperti pengecut.
“Bukankah sudah jelas? Serahkan seluruh barang bawaan kalian kalau tidak ingin mati..!” bentak salah satu perampok.
“Kalian, mundurlah sejauh mungkin dari sini..!” ucap Leon.
“Kau, kau pikir siapa dirimu berani mem...” Eric langsung terdiam saat Leon berbalik dan menatapnya dengan penuh kebencian.
“Jika saja kau bukan dari satu akademi, pasti sudah aku musnahkan sejak lama..!” ucap Leon bersungguh-sungguh.
Akhirnya, Linting dan murid yang lain mengikuti perkataan Leon dan segera menjauh dari situ.
“Speed up..! Agility up..!” Leon maju beberapa langkah mendekati para perampok tersebut lalu menatap mereka dengan sangat tajam.
“Kalian mau lari? Hei bocah, apa kau sudah bosan hidup?” ancam salah satu perampok, lalu salah satu dari mereka mencoba untuk menghentikan Linting dan yang lainnya dengan melompat melewati Leon.
Leon bergerak dengan sangat cepat dan saat tiba-tiba muncul di hadapan perampok tersebut, “Void..!” Leon mencengkeram wajah orang itu.
“Arrrrrrrhhhhhh....” teriak perampok tersebut, dengan sangat cepat sebuah cahaya hitam menyelimuti seluruh tubuhnya lalu melenyapkannya hingga menjadi abu.
“Dia... kekuatan yang benar-benar gila..! Bahkan aku merasa tidak layak menjadi guru untuknya..!” gumam Linting, sedangkan murid yang lain hanya bisa terdiam tidak berkata apapun.
Ketiga perampok yang lain, terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Rasa takut mulai muncul di hati dan tubuh mereka pun mulai gemetaran saat Leon berbalik melihat ke arah mereka.
“Baiklah, siapa lagi yang tidak ingin mematuhiku?” ucap Leon dengan nada dingin, lalu berjalan dengan perlahan mendekati para perampok itu.