THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Berteman Baik Dengannya!



Dengan rasa kecewa, semua murid pun segera meninggalkan arena pengujian dan kembali ke kelas masing-masing.


Di sisi Leon..


 


 


Dia berjalan ke luar arena dan diikuti oleh Grizer yang masih tertunduk malu.


“Pak guru Grizer, aku ingin menanyakan sesuatu tentang guild pemburu monster di kerajaan Lainard..!” ucap Leon sambil menapaki lorong akademi.


“Kenapa dengan guild itu, tuan?” jawab Grizer.


“Aku dengar guild tersebut sudah sering memburu monster level tinggi, dan mereka mengumpulkan material dari sana..! Apakah Anda berpikir aku bisa bergabung dengan guild tersebut?” tanya Leon sambil menggenggamkan tangannya.


“Ah untuk itu, bukan hanya bergabung, dengan kekuatan seperti itu, Anda bahkan bisa menjadi ketua guild yang baru karena rata-rata kekuatan anggota guild pemburu monster berada pada level 2 dan 3..! Sedangkan untuk ketua guild mereka baru saja mencapai level 5” jawab Grizer.


“Hahaha, tidak tidak..! Aku tidak ingin menerima beban seperti itu, aku hanya ingin bergabung sebagai anggota saja, karena tujuanku hanya untuk mengumpulkan material yang mungkin saja bisa berguna untukku” jawab Leon.


“Ah, untuk itu, aku takut Anda tidak bisa menggunakan material tersebut untuk kepentingan pribadi Anda..!” ucap Grizer.


“Memangnya kenapa?” tanya Leon menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Grizer.


“Karena perjanjian yang sudah disepakati oleh pendiri guild dan raja Oxford, material yang sudah didapatkan oleh guild tersebut akan diserahkan kepada pengrajin senjata di kerajaan ini untuk dijadikan bahan pembuatan senjata yang akan digunakan para tentara kerajaan..!” jawab Grizer.


“Seperti pedangku ini, bahan yang digunakan adalah material dari monster level 4” sambung Grizer sambil mengangkat pedangnya.


“Guild akan mendapatkan uang dari raja Oxford..! Untuk satu material langka dengan level 4 akan diberikan imbalan sebanyak 1000 rim..! Semakin tinggi level material, semakin banyak imbalan yang didapatkan” jawab Grizer.


“Hmm, aku kira hanya menggunakan besi atau bahan lainnya..! Tapi, jika pembuatan senjata bisa dicampurkan dengan material dari monster level tinggi, wajar saja kerajaan ini menjadi kerajaan dengan kekuatan militer yang sangat ditakuti” gumam Leon.


“Kalau begitu, aku hanya akan mengikuti mereka dari belakang saat akan berburu monster..! Meskipun sebenarnya aku bisa saja kembali ke hutan terlarang yang ada di kota budak, tapi untuk sementara aku akan membiarkan hutan itu pulih setelah terdampak oleh kekuatanku sebelumnya” gumam Leon, lalu dia melanjutkan langkahnya.


“Tuan, apa perintah Anda selanjutnya?” tanya Grizer sambil merunduk.


“Untuk sementara ini, lakukanlah seperti biasa yang kau lakukan..! Aku ingin pergi jalan-jalan melihat isi kerajaan Lainard ini” jawab Leon melambaikan tangannya lalu meninggalkan Grizer.


“Baik, tuan..!” jawab Grizer sambil merunduk hingga Leon hilang dari hadapannya.


Meskipun hari ini ada acara spesial, jam pelajaran masih tetap berlangsung seperti biasa dan Grizer serta guru-guru yang lain pun segera masuk ke kelas untuk mengajar.


Sesampainya di kelas, Grizer masih teringat dengan kejadian di arena pengujian tadi.


Dia sama sekali tidak menduga bahwa bocah seperti Leon dimana anak seumurannya masih baru belajar untuk mengenal sihir, dia sudah bisa dengan leluasa menggunakan sihir peningkatan hingga menjalin kontrak dengan monster yang sangat kuat.


“Sial..! Aku terlalu meremehkan anak itu hingga aku mendapatkan penghinaan ini..!” gumam Grizer dengan wajah yang garang dan mengepalkan tinjunya dengan sangat keras.


“Ehem, pak guru Grizer..!” teriak salah satu murid yang ada di kelas karena ekspresi gurunya yang sangat tidak enak dilihat.


“Oh, maafkan aku..! Seperti yang kalian tahu, mulai besok Leon akan bergabung di kelas ini bersama kalian..! Aku harap kalian bisa berteman baik dengannya..!” ucap Grizer.


“Pak guru, aku sangat penasaran tentang apa yang terjadi di dalam kepulan debu saat Anda dan bocah itu bertarung? Karena tidak bisa melihatnya, kami sempat meragukan kekalahan Anda” ucap salah satu murid yang berdiri.