
** Re: Peringatan..! Jika melakukan itu\, hanya akan mempersulit Anda ke depannya nanti.
Sistem memperingati Leon sebelum dia melakukan apa yang dipikirkannya barusan.
"Haha, padahal cara seperti itu akan terlihat keren..! Tapi, ya sudahlah, aku akan bersikap tidak peduli saja" ucap Leon menanggapi peringatan dari Sistem.
Kejadian yang akan menimpa Trezon tadi, hanyalah imajinasi Leon saja, tadinya dia merencanakan sesuatu yang buruk saat Trezon benar-benar bertindak keterlaluan.
Tapi, setelah dipikirkannya kembali, ucapan Sistem ada benarnya juga.
"Meskipun aku sangat kesal karena dia sudah menghina ibuku..! Tapi, jika aku gampang terpancing emosi, aku tidak akan pergi jauh..!" dan akhirnya Leon pun mulai memahami cara pikir semua murid di akademi ini.
"Terlebih lagi, pak guru Linting sudah pernah melihat teknik Fear milikku, pasti langsung ketahuan kalau aku penyebabnya..! Jika terus-menerus harus menggunakan Memory loss, aku tidak akan bisa terkenal dan membuat ibuku bangga..!" gumam Leon dalam lamunannya sambil menghela nafas panjang.
“Oh, kalau aku tidak mau?” jawab Trezon yang membangunkan Leon dari lamunannya.
"Hmm, ternyata apa yang aku pikirkan tadi benar-benar terjadi..! Ini sama saja seperti melihat pengulangan adegan dalam sebuah film yang disebut de ja vu" gumam Leon.
Leon menoleh ke arah Trezon lalu berkata, "Ya sudah jika kau tidak ingin meminta maaf..! Tapi satu hal, tidak peduli asalku dari mana dan kastaku apa, itu bukan urusanmu, pikirkan saja urusanmu sendiri..!" dengan nada santai.
Dia berusaha untuk bersikap tak acuh dengan setiap omongan tidak berguna dari orang seperti Trezon.
“Cih, sombong sekali..! Padahal hanya seorang dengan kasta budak..!” ucap Trezon, lalu dia kembali melihat ke arah Deric yang sedang menjelaskan pelajaran.
“Trezon, Leon..! Aku lihat kalian berdua dari tadi mengobrol terus, coba jelaskan apa itu sihir peningkatan..!” teriak Deric, dan semua murid pun langsung menoleh ke arah mereka berdua.
“Sangat mudah, sihir peningkatan adalah sebuah sihir yang dapat meningkatkan kekuatan atribut penggunanya” Trezon menjawab dengan nada yang sombong.
“Tepat sekali..!” jawab Deric.
Karena jawaban dari Trezon sudah tepat, Leon pun bebas dari pertanyaan yang sama.
Waktu pun berlalu dengan cepat, semua pelajaran yang diberikan oleh para guru membuat Leon kebosanan.
“Apa-apaan ini? Aku pikir bisa mempelajari sesuatu yang baru di kelas sihir tingkat dasar ini, ternyata semuanya sangat membosankan..!” ucap Leon, karena dia sudah lebih dulu mengetahui fungsi dasar dari sebuah sihir, semua pelajaran hari ini tidak ada yang bisa menarik perhatiannya.
Leon akhirnya mengajukan permintaan untuk perpindahan kelas ke tingkat lanjutan.
“Pak guru..!” teriak Leon dari kursi paling belakang.
“Ada apa? Mau ke toilet? Apakah pelajaran ini terlalu berat untukmu?” tanya Deric yang sedikit kesal karena diinterupsi oleh Leon saat sedang menjelaskan.
“Ah tidak, hanya saja, pelajaran ini sangat membosankan..! Aku sudah tahu semua yang Anda jelaskan dengan sangat baik, jadi, aku ingin mengajukan perpindahan kelas sihir tingkat lanjutan..!” ucap Leon.
Semua murid termasuk Deric tercengang mendengar ucapan Leon.
“Wah, orang itu benar-benar banyak omong..!”
“Sudah tahu semua materi dengan sangat baik katanya?”
“Mungkin dia hanya terlalu bodoh, sampai-sampai membual seperti itu..!” semua murid mencibir ucapan Leon barusan, karena menurut mereka itu sama sekali tidak mungkin.
“Hei kau bocah budak..! Sepertinya kau benar-benar sudah gila ya?” ucap Trezon dengan nada mencibir.
“Ah tidak, hanya saja aku hampir mati kebosanan dengan materi yang diberikan oleh pak guru Deric..!” jawab Leon dengan wajah santai.
Deric yang mendengar ucapan Leon seperti itu, tentu saja dia merasa berang.
Lalu, dia memutuskan untuk memberikan pelajaran mulut besar Leon dengan menyuruhnya untuk memperagakan semua sihir tingkat dasar.