
Semua orang yang menontonnya menahan nafas mereka saat menyaksikan pertarungan yang tidak diduga akan intens seperti ini.
“Oi, apa benar anak itu murid kelas sihir tingkat dasar?”
“Aku pikir juga bagitu..! Tapi, mana ada murid tingkat dasar bisa bertarung seperti itu..!”
“Tidak disangka aku akan sangat tertarik dengan pertarungan ini..! Aku kira akan sangat membosankan karena sudah tahu siapa yang akan menang..!”
Semua pentonton mulai bergosip tentang pendapat mereka, ada yang mulai mendukung Leon, ada juga yang masih mencemooh Leon.
Deric yang terlihat gelisah dari bangku penonton, sangat ingin meneriakkan bahwa Leon menggunakan obat terlarang untuk meningkatkan kekuatannya dalam pertarungan ini.
Tapi, dia tidak berani untuk mengganggu laju pertarungan dan menjadi bahan cemoohan semua orang jika tidak terbukti bahwa Leon seperti yang dikatakannya.
Akhirnya, Deric hanya bisa diam dan berharap pertarungan ini akan dimenangkan oleh Grizer.
“Buk.. Buk.. Boom” pukulan Leon yang menghantam Grizer terdengar sangat keras seperti sebuah ledakan kecil, membuat semua orang terkejut.
“Arrhhh...” Grizer terpukul mundur hingga 10 meter ke belakang dan tangannya yang sedang memegang pedang pun gemetaran setelah dipukul bertubi-tubi oleh Leon.
“Ada apa pak guru? Tidak mungkin kemampuan Anda hanya seperti itu, ‘kan?” ucap Leon dengan wajah yang meremehkan Grizer.
Kini, setelah melihat Grizer terpojok seperti itu, tidak ada lagi yang berani mencemooh Leon.
Mereka semua hanya bisa menikmati laju pertarungan yang menahan nafas mereka ini.
“Heh, kau sangat bermulut besar..! Kalau begitu, seharusnya kau merasa terhormat karena sudah memaksaku untuk serius..!” Grizer merubah posisi bertarungnya dan memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya.
“Hoo, kalau begitu aku akan serius juga..!” ucap Leon, tapi tidak merubah posisi bertarungnya sama sekali, malah dia terlihat sangat santai.
“Kecepatan angin yang membawa kehancuran, Swift death..!” pedang Grizer pun terlihat seperti diselubungi oleh angin dengan aura berwarna hitam.
Dengan sangat cepat, Grizer menarik pedangnya lalu memasukkannya kembali ke dalam sarung.
“Boom..” tiba-tiba terdengar suara ledakan sesaat setelah Grizer memasukkan kembali pedangnya.
Ternyata Leon terkena serangan yang sangat cepat dari Grizer hingga tubuhnya terpental dan menghantam tembok dengan keras.
“Belum cukup..!” Grizer kembali menarik dan memasukkan pedangnya berkali-kali hingga terdengar suara ledakan yang bertubi-tubi.
“Bagus..! Hancurkan dia pak guru Grizer..!”
“Wooooh, ini baru guru idolaku..!”
“Pak guru Grizer memang sangat kuat..!”
“Hmm, serangan yang cukup kuat..! Kalau begitu, Status..!” Leon melihat ke arah Grizer.
\===STATUS===
Nama: Grizer
Kasta: Bangsawan
Level Atribut: Fisik (4); Sihir (7); Pedang (7);
Poin: 0
Rim: 1.679
\============
“Jadi begitu..! Pantas saja permainan pedangnya sangat hebat..! Kalau begini, aku bisa sedikit berolahraga” ucap Leon.
“Hei bocah, kau tidak mungkin sudah mati, ‘kan? Berhenti bermain-main, cepat keluar dan lanjutkan pertarungan ini..!” teriak Grizer.
“Haha, pak guru memang sangat hebat ya..! Baiklah, sekarang giliranku..!” Leon keluar dari tembok yang dihantamnya tadi.
Dengan kondisi tubuh Leon tidak terlihat luka yang begitu berarti, semua penonton sekali lagi dibuatnya terkejut.
“A-anak ini, apa benar dia manusia?”
“Dengan serangan seperti tadi, seharusnya dia sudah mendapatkan luka yang sangat parah..!”
Murid-murid pun dibuatnya keheranan dengan kemampuan fisik Leon.
“Hahaha..! Menarik sekali, sangat menarik, super menarik..! Pantas saja aku sampai dipaksa untuk menyaksikan pertarungan ini, anak itu memang benar-benar tidak biasa..!” ucap Bernard menyaksikan kemampuan bertahan Leon.
“Hoo, kau kuat juga ternyata..!” ucap Grizer.
“Terima kasih atas pujiannya, pak guru..!” ucap Leon sambil mengusap-usap kepalanya dan tersenyum.