
4 hari pertama, mereka semua berlatih fisik dengan latihan seperti seorang tentara khusus di kerajaan.
3 hari berikutnya, latih tanding antara tim inti dengan tim cadangan yang berujung kemenangan mutlak untuk tim inti dan sebagian besar kemenangan karena Leon.
Satu minggu berikutnya adalah latihan untuk meningkatkan level kekuatan sihir mereka.
“Hmm, pelatihan ini lumayan membantuku untuk meningkatkan kekuatan fisik walaupun tanpa menggunakan sihir peningkatan” ucap Leon saat merasakan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
“Leon, aku yakin turnamen tahun ini kau bisa memenangkannya..!” ucap Frel sambil memegang bahu Leon.
Frel dan Jaffar benar-benar terkesan dengan kemampuan fisik Leon yang tidak bisa dibilang biasa.
“Dengan kekuatan serta kemampuan untuk menganalisa yang dimiliki anak ini, aku yakin dia bisa memimpin tim dan memenangkan turnamen tahun ini” gumam Linting setelah melihat hasil latihan mereka berlima.
“Kalian semua dengarkan baik-baik..! Karena aku menunjuk Leon sebagai ketua tim ini, kalian harus mendengarkan instruksi darinya dengan baik saat di arena pertarungan nanti..!” ucap Linting.
Tapi, sepertinya Leon tidak setuju dengan ide Linting untuk menjadikannya ketua tim.
Leon maju menghampiri Linting lalu berkata, “Pak guru, sepertinya Anda keliru memilihku sebagai ketua tim..!” lalu dia membisikkan sesuatu kepada Linting.
“Jadi begitu? Haha, baiklah kalau begitu aku akan menunjuk Eric sebagai ketua tim kalian..!” ucap Linting.
“Heh, itu sudah sepantasnya dilakukan..!” ucap Eric dengan penuh kesombongan.
Meskipun Frel dan Jaffar tidak begitu mengerti, mereka tetap menyetujuinya karena meskipun tidak sebaik Leon, Eric memang terkenal dengan kejeniusannya dan selalu mengambil keputusan yang tepat.
Jadi, baik Leon ataupun Eric yang menjadi ketua tim, tidak akan ada masalah.
Kemudian, Leon mengangkat tangannya lalu bertanya kepada Linting, “Pak guru, aku sudah mengikuti pelatihan untuk turnamen ini tapi aku belum tahu seperti apa turnamen Earlgrim itu”.
“Haha, sepertinya wajar jika kau tidak tahu apa itu turnamen Earlgrim, karena kau datang dari kota budak yang sangat jauh dari informasi dunia seperti ini..!” jawab Linting.
“Hmm, aku tidak tahu apakah itu sebuah pembelaan atau hinaan darimu, tapi benar saja, aku memang tidak pernah mendapatkan informasi apapun dari dunia luar selama tinggal di kota budak..! Jadi, bisakah aku meminta tolong agar dijelaskan secara mendetail?” ucap Leon dengan nada pelan.
“Turnamen Earlgrim adalah turnamen yang akan memperebutkan sebuah hak khusus untuk memasuki gua energi murni setiap tahunnya..!” ucap Linting.
“Gua energi murni?” tanya Leon sambil memiringkan kepalanya.
“Gua itu akan digunakan oleh para murid yang memenangkan turnamen untuk meningkatkan level kekuatan mereka dengan pesat..! Misalkan saat ini kau berada di level 2, dengan menyerap energi murni yang ada di gua tersebut, kekuatanmu akan meningkat drastis dan bisa mencapai level 4 dalam waktu satu malam saja..!” jawab Linting.
“Dan kalian akan diberikan hak untuk berlatih dan menyerap energi di dalam gua selama 5 hari..! Bisa dibayangkan seberapa besar kekuatan kalian akan meningkat?” sambung Linting.
Semua murid kecuali Leon terlihat semakin antusias untuk memenangkan turnamen ini.
“Tapi, masalah utama dalam turnamen ini adalah tidak ada batasan level kekuatan para murid yang akan dipertandingkan, dan itu sangat menyusahkan bagi beberapa akademi kerajaan lainnya termasuk kita..!” ucap Jaffar dengan ekspresi yang sedikit cemas.
“Aku sudah pernah melihat turnamen tahun lalu, dan setiap ketua tim memang tidak bisa sembarangan dipilih..! Mereka harus kuat secara mental dan juga level kekuatannya, selain itu,ketua tim harus bisa mengambil keputusan yang tepat dalam keadaan apapun di setiap pertarungan ” ucap Erlynn.
Lalu, semua orang berbalik melihat ke arah Eric yang kini adalah ketua dari tim akademi sihir kerajaan Lainard.
“Yo, aku serahkan tim ini pada kepemimpinanmu..!” ucap Leon dengan nada sarkasme.
“Turnamen masih akan dilaksanakan 2 minggu lagi, aku ingin kalian memanfaatkan waktu untuk serius berlatih dan tetap menjaga stamina kalian karena, mulai hari ini tugasku untuk melatih kalian sudah selesai..!” ucap Linting lalu memberikan tanda kepada mereka semua untuk segera pulang.
“Baik pak guru..!” mereka berlima menjawab serentak lalu pulang untuk beristirahat.