
Mereka pun berjalan mendekati Leon sambil menelan ludah karena masih terkagum-kagum dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
“Apakah ini seperti yang aku pikirkan?” tanya Greta.
“Mmm, ini adalah Gate yang bisa membawa kita ke manapun dengan sangat cepat” jawab Leon.
“Kalau begitu, tunggu apa lagi?” ujar Fiona, dia masih ragu apakah Leon benar-benar seorang Purist.
“Tunggu dulu, kalian semua selain Greta majulah..!” ujar Leon, lalu Fiona dan sang kusir pun maju mendekati Leon.
“Conceal..! Memory loss..!” Leon memberikan kutukan juga kepada Fiona dan sang kusir agar dia aman dari kebocoran rahasia tentang kekuatannya.
“Aku memberikan kutukan kepada kalian semua..! Jika kalian mencoba untuk mengatakan rahasia ini kepada orang lain, ingatan kalian akan secara otomatis terhapus..!” tambah Leon yang membuat Fiona dan sang kusir ketakutan.
“O-orang ini benar-benar berbahaya..!” gumam Fiona.
“Ya sudah, kalian tunggu apa lagi? Ayo ikuti aku..!” Leon mengambil inisiatif untuk masuk terlebih dahulu ke dalam Gate karena melihat keraguan di wajah mereka.
“Wush..” Leon seperti tersedot saat berjalan masuk dan kemudian terlihat dia sedang melambaikan tangan dari pintu depan kerajaan Lainard.
“A-aku, kalau begitu berikutnya aku yang akan mencobanya” ucap Greta, dia mulai mempercayai semua ucapan Leon.
“Tunggu aku nona..!” Fiona menyusul Greta yang berlari ke dalam Gate lalu disusul oleh sang kusir kereta kuda tersebut.
“Wush.. wush.. wush..” mereka bertiga pun keluar dari Gate dan tiba di depan pintu kerajaan Lainard dengan sangat cepat.
“I-ini..!” semua orang kecuali Leon membuka mulut mereka lebar-lebar.
“Ki-kita benar-benar sudah sampai di sini..! Aku belum pernah melihat kekuatan seperti ini sebelumnya..!” ucap Fiona.
Tapi yang dia tidak tahu adalah, bahwa Purist benar-benar ada karena dia menganggap itu hanyalah sebuah dongeng sebelum tidur yang dikarang oleh orang tua untuk menidurkan anaknya.
Sekarang, dia benar-benar yakin bahwa Purist itu memang ada.
“Kalian sudah selesai terkesima? Kalau begitu ayo jalan..!” ucap Leon yang sudah lebih dulu berjalan menuju pintu gerbang kerajaan.
Greta berlari menyusul Leon, dia sudah tidak membutuhkan tumpangan dari kereta kuda.
Fiona yang baru tersadar langsung berlari mengikuti Greta, lalu mereka bertiga pun berjalan berdampingan.
“Tuan Purist, jika Anda memiliki kekuatan sebesar ini, apakah masih perlu untuk mengikuti pendidikan di akademi sihir?” tanya Greta dengan nada yang penasaran.
“Pertama, jangan panggil aku dengan gelar itu karena bisa menimbulkan masalah nantinya..! Kedua, aku dengan sangat detail ingin datang ke kerajaan ini karena aku mendengar kepala sekolah di akademi sihir kerajaan Lainard bernama Bernard” ucap Leon.
“Anda juga tahu tentang tuan Bernard?” tanya Fiona dengan tatapan yang penasaran.
“Mmm, aku yakin kalian, maksudku Greta pernah mendengarkan rumor bahwa aku adalah hasil dari hubungan gelap antara ibuku dan seseorang dari kasta bangsawan, ‘kan?” tanya Leon dengan ekspresi datar.
“Jangan bilang, tuan Bernard adalah ayah Anda?” Fiona menghentikan langkahnya karena terkejut.
Leon berhenti sejenak dan menoleh ke arah Fiona yang sedang tercengang, “Kau kenapa?” tanya Leon.
Greta berjalan mendekat dan berbisik pelan di telinga Leon, “Ya, aku rasa itu sangat wajar karena dia adalah penggemarnya tuan Bernard..! Menurutnya, tuan Bernard sangat tampan dan kuat dan namanya terdengar sampai ke ujung negeri karena telah membuat sebuah akademi sihir yang sangat kuat, dan dia berharap suatu saat nanti tuan Bernard akan menikahinya sebagai istri kedua”.
“Oh jadi, karena itu? Eh tunggu, apa? Bagaimana?” Leon berusaha untuk mencerna ucapan Greta tapi tetap tidak bisa, lalu berbalik ke arah Fiona.
“Fiona..! Jika hanya karena kabar seperti ini kau sudah terkejut, aku yakin kau tidak akan bisa bertambah lebih kuat lagi dari kau yang sekarang ini..!” ucap Leon.