
Keesokan harinya..
Leon keluar dari asrama dengan wajah yang terlihat sudah bersiap untuk masuk kelas pelajaran sihir tingkat dasar.
“Sihir tingkat dasar? Sepertinya menarik, mungkin saja aku bisa mempelajari sihir yang berguna untukku” gumam Leon saat berjalan didalam lorong gedung akademi menuju kelas sihir tingkat dasar.
“Hei, apa kau sudah mendengar berita tadi malam?”
“Berita apa?”
“Katanya, tadi malam ada seorang penyusup yang masuk dan berhasil dikalahkan oleh pak guru Linting dan senior Petri..!”
“Oh, aku juga dengar kalau penyusup itu hampir saja mati oleh serangan mereka berdua dan akhirnya dia menggunakan cara licik untuk melarikan diri..!”
“Haha, benar-benar tidak sadar diri..! Sudah tahu ini adalah akademi terkuat dari semua kerajaan yang ada, apakah dia sedang bosan hidup?”
“Entahlah, mungkin memang seperti itu, haha..!”
Beberapa murid yang berjalan bersamaan dengan Leon, membicarakan tentang kejadian tadi malam namun dengan informasi yang berbeda dengan aslinya.
“Siapa yang menyebarkan berita seperti itu?” Leon bergumam mengutuk dalam hatinya.
Tapi, menurutnya berita seperti itu ada bagusnya juga agar para murid dan guru yang lainnya tidak membuat keributan.
Waktu menunjukkan tepat jam 8 pagi dan Leon akhirnya tiba di ruang kelas yang berisi sekitar 40 murid di dalamnya.
Dia melihat ke sekelilingnya dan mendapati bahwa jika sudah di dalam kelas, murid bangsawan ataupun rakyat biasa tidak dibedakan yang mana itu adalah hal yang bagus.
“Aku pikir, karena ini adalah akademi dari kerajaan bangsawan, akan ada kelas khusus bangsawan” gumam Leon.
Jam pelajaran pun dimulai, guru Linting bersama seorang guru yang akan menjadi pengajar kelas Leon pagi ini memasuki ruang kelas.
“Ehem, selamat pagi semuanya..!” ucap Linting sambil menengok ke arah Leon.
“Pagi..!” jawab seluruh murid.
“Bagi sebagian dari kalian mungkin sudah mengenal siapa aku, tapi izinkan aku untuk memperkenalkan diriku sekali lagi..! Namaku Linting, dan aku adalah guru utama di akademi sihir ini, setiap ujian yang akan kalian ikuti, aku yang akan menjadi penentu terakhir apakah kalian lulus atau tidak..! Jadi, berjuanglah..!” ucap Linting.
“Siap pak..!” jawab semua murid.
“Oh, dan ini adalah guru yang akan mengajar di kelas ini..! Namanya adalah pak guru Deric” ujar Linting memperkenalkan guru yang akan mengajar di kelas Leon.
“Salam kenal semuanya, mari berjuang bersama untuk tetap menjadi ksatria sihir yang terbaik di seluruh penjuru benua..!” ucap Deric menyemangati semua murid.
Leon yang terlihat tidak tertarik untuk menjawab ucapan penyemangat itu, dia pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah perkenalan selesai, Linting pun berpamitan untuk keluar dari kelas sihir tingkat dasar tersebut.
“Sebagai permulaan, apakah ada di antara kalian yang mengetahui apa itu sihir tingkat dasar?” tanya Deric.
“Sudah jelas dari namanya, itu ya artinya tahap awal sebelum kita menggunakan sihir sebagai senjata atau perlindungan diri” jawab Leon dengan nada yang santai.
Semua murid termasuk Deric melihat ke arah Leon dengan tatapan penasaran.
“Ah, dan namamu adalah?” tanya Deric.
“Leon..!” jawab Leon singkat.
Semua murid memandang Leon dengan tatapan kebencian, menurut mereka Leon ini sudah bersikap tidak sopan dan sangat tidak menunjukkan sikap seperti seorang bangsawan.