THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Grizer Mengaku Kalah!



“Tu-tunggu dulu..! K-kau..” Grizer kembali merasakan dingin di tangan kirinya.


“Sraaat...” kini, kedua tangan Grizer pun sudah terputus dan darah mengalir deras dari tubuhnya.


“Aaaaarrrrrrhhhhhhh.....!” dengan rasa sakit yang amat sangat, Grizer terbaring di tanah dan berteriak dengan sekuat tenaga.


“Shhhh... Shhh... apa kau tidak malu dengan reputasimu sebagai salah satu guru yang diidolakan para murid? Terlebih lagi, aku tidak suka dengan orang yang berisik seperti itu..! Atau kau lebih suka aku memotong lidah dan mulutmu?” ucap Leon sambil berjongkok di sebelah Grizer.


Karena Grizer sudah hampir menggunakan seluruh energi sihirnya, dia pun tidak bisa mempertahankan wujud baju zirah yang menempel padanya lebih lama lagi.


“Krek.. Prang..” baju zirah Grizer pun pecah dan kembali ke dalam segel kontrak di tangan kanannya.


“Uhuuk.. K-kau hanya seorang bocah dengan kasta budak..! Bagaimana bisa mendapatkan kekuatan sebesar itu?” tanya Grizer, sesaat kemudian dia memuntahkan darah segar dari mulutnya seperti orang yang sedang sekarat.


“Seperti yang aku katakan tadi, bukan urusanmu..!” jawab Leon dingin.


Penonton yang hanya bisa melihat kepulan debu, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi didalam arena pengujian.


“A-apa yang terjadi?”


“Entahlah, aku yakin tadi mendengar teriakan kesakitan dan itu terdengar seperti suara pak Grizer..!”


“Bodoh..! Mana mungkin pak Grizer bisa dibuat seperti itu, terlebih lagi karena melawan bocah sialan itu..!”


Grizer kehilangan banyak darah dan kesadarannya pun hampir menghilang dengan tubuh yang semakin melemah.


“Tsk.. Tsk.. Seharusnya kau memberikan contoh yang baik sebagai seorang guru..! Pantas saja murid-murid di sini bersikap seperti itu..!” ucap Leon.


“Karena kau sudah melihat kekuatanku, sekarang aku akan memberikan satu kesempatan untuk menyelamatkan hidupmu..! Menyerahlah dari pertarungan ini dan terima aku menjadi murid di kelas sihir tingkat lanjutan, bersumpahlah untuk mematuhi semua ucapanku..!” ucap Leon.


“Cih, siapa yang sudi untuk...” Grizer lagi-lagi terhenti setelah Leon mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa kepadanya, tubuhnya kini gemetaran hebat karena rasa takut yang kini hadir dalam dirinya.


“Grizer ya Grizer, dengan kesempatan yang aku berikan, apakah aku kurang baik padamu?” tanya Leon dengan senyuman liciknya.


“Bocah sialan..! Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal-hal bodoh seperti itu? Tapi...” Grizer melihat ke arah lain dan berpikir keras.


Ini adalah pilihan antara hidup dan matinya, jika dia menolak, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Leon kepadanya.


“Karena kau terlalu lama berpikir, aku akan menghitung mundur..! Tiga...” ucap Leon.


“Cih, mana mungkin aku bisa mematuhi ucapanmu..!” Grizer masih berusaha untuk melawan perintah Leon.


“Dua..!” Leon masih melanjutkan hitungan mundurnya.


“Oi, kau dengar tid..” ucapan Grizer terhenti.


“Craaat..” Grizer terkejut dengan sensasi dingin yang tadi dirasakannya kini kembali dia rasakan di kedua tangan dan kakinya, dan darahnya pun bermuncratan.


“Tiga..! Aku sudah memberikanmu kesempatan, lalu, apa keputusanmu? Atau kau lebih senang dengan kondisi tangan dan kaki yang seperti ini, hmm?” Leon kembali menanyakan tentang kesempatan yang akan dia berikan sambil menutup mulut Grizer.