
Ketiga perampok yang melihat salah satu temannya musnah begitu saja, mundur secara perlahan.
“Sial, bocah itu benar-benar bisa membunuh dengan mudah..! Sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan kami..!” gumam seseorang yang sepertinya adalah ketua dari kelompok perampok itu.
“Mundur..!” orang tersebut memberikan sinyal kepada anggotanya yang lain untuk kabur.
“Hoo, mau kabur?” Leon mengarahkan tangannya kepada salah satu perampok.
“Conceal..! Fire ba..” sebelum Leon menyerang mereka, tiba-tiba dia merasakan sebuah aura yang cukup kuat dari arah belakangnya.
“Syut.. Syut..” seorang pria melompat-lompat di antara pepohonan.
Pria tersebut mengeluarkan dua buah wadah sihir yang berbentuk pistol dan langsung menembaki para perampok tadi, hingga mereka terjatuh di tanah dalam satu kali tembakan.
“Status..!” ucap Leon sambil melihat ke arah pria tersebut.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Ryu
Kasta: Bangsawan
Level Atribut: Fisik (4); Sihir (6); Senjata Jarak Jauh (8);
Poin: 0
Rim: 857
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Level 6? Orang ini lebih kuat dari pak guru Linting..! Terlebih lagi, atribut senjata jarak jauh yang sudah mencapai level 8? Ternyata dunia ini tidak sepayah yang aku pikirkan..!” gumam Leon sambil melihat ke arah Linting yang sedang berdiri melindungi murid-murid yang lain.
Setelah melihat kemampuan pria misterius tersebut, Leon semakin membulatkan tekad untuk segera menaikkan kekuatannya.
Dia mengarahkan senjatanya ke atas dan menembakkan sebuah peluru yang kemudian meledak di udara seperti sedang memberikan sebuah sinyal, lalu dia pergi meninggalkan para perampok tersebut.
Seperti merasakan sesuatu yang tidak enak, Leon langsung bergegas menyuruh Linting dan yang lainnya untuk ikut pergi dari lokasi tersebut dan meninggalkan kereta kuda yang sudah hancur.
Benar saja, tak lama dari mereka pergi dari lokasi tersebut, terdengar serangkaian raungan dari monster yang sepertinya sedang melahap mereka.
“Kurang ajar..! Terlambat sedikit saja, nyawa mereka bisa jadi taruhannya..!” gumam Leon kesal karena sepertinya monster tersebut tertarik oleh sinyal yang ditembakkan oleh pria misterius tadi.
“Tapi, sepertinya dia ada hubungannya dengan para perampok tadi..! Pemburu hadiah mungkin?” Leon masih penasaran dengan identitas pria tersebut, tapi itu bukanlah menjadi prioritas utamanya saat ini.
Mereka harus mencari cara untuk mendapatkan kendaraan untuk sampai tepat waktu di kerajaan Jalec sebelum turnamen dimulai.
Leon memberikan sinyal kepada yang lainnya untuk berhenti di atas sebuah pohon, lalu dia mencoba untuk menyalurkan energinya sejauh 5 kilometer untuk mendeteksi kehidupan di sekitar.
“Hmm, sepertinya untuk saat ini belum terlalu berbahaya” Leon bisa bernafas lega untuk sementara.
Jika harus melindungi mereka sekaligus, tentu itu akan sangat merepotkan bagi Leon, belum lagi dia tidak tahu jumlah monster dan tingkat kekuatan mereka berapa.
“Pak guru Linting, berapa jauh lagi untuk sampai ke kerajaan Jalec?” tanya Leon.
Normalnya akan memakan waktu 3 hari dengan kereta kuda, tapi dengan kondisi saat ini, aku takut tidak akan sempat.
Leon melihat wajah murid yang lain sudah mulai tidak bersemangat.
“Kalau dipaksakan seperti ini juga tidak akan menguntungkan bagi kami..! Kalaupun berhasil sampai juga, kondisi kami tidak akan sebagus itu untuk mengikuti turnamen..! Aku tidak ingin membuat mereka menjadi bergantung kepada pil penyembuhan dariku” gumam Leon.
Lalu, dia bertanya lagi kepada Linting, “Pak guru, apa nama desa atau kota terdekat dengan kerajaan Jalec?” Leon berencana untuk menggunakan Gate karena situasi yang tidak diduga seperti ini.
“Hanya ada sebuah desa kecil yang berada 10 kilometer dari kerajaan Jalec, desa itu bernama desa Naga..! Memangnya kenapa?” ucap Linting lalu bertanya balik kepada Leon.
“Aku akan membawa kita ke sana sekarang juga..!” ucap Leon, lalu berdiri dan bersiap untuk menggunakan sihirnya.