
Leon akhirnya kembali dari ruang administrasi dengan sebuah seragam di tangannya, lalu bertemu kembali dengan Linting dan Bernard.
“Pak guru, kepala sekolah, begini..! Karena aku baru saja sampai di kerajaan ini, aku tidak tahu harus ke mana untuk beristirahat malam ini, hehe..!” ucap Leon sambil menggaruk dagunya yang tidak gatal.
Linting dengan cepat menawarkan Leon untuk tinggal di dalam asrama akademi.
Asrama tersebut sebenarnya digunakan untuk para murid bangsawan elite dan juga tamu terhormat yang datang dari luar kerajaan Lainard untuk mengikuti turnamen kekuatan setiap bulannya.
Tapi, karena Linting akhirnya melihat Leon sebagai orang yang sangat penting bagi kekuatan militer kerajaan, dia pun tidak segan-segan untuk memberikan kunci salah satu kamar di asrama tersebut kepada Leon.
“Gunakanlah kapanpun kau mau..!” ucap Linting sambil menyerahkan kunci asrama.
“Eh, tapi aku tidak tahu kunci ini untuk kamar yang mana, pak Linting” kata Leon.
“Tenang saja, kunci ini yang akan membimbing menuju kamar tersebut” jawab Linting sambil mengucapkan sebuah mantera sihir kepada kunci tersebut untuk menunjukkan jalan kepada Leon.
Leon menganggukkan kepalanya seperti anak penurut pada umumnya, lalu dia berjalan mengikuti arah kunci tersebut.
“Ah, ternyata tidak semua orang di sini sombong ya? Hehe..!” gumam Leon sambil tersenyum kecil.
Tak berapa lama, dia pun tiba di depan kamar yang dimaksud oleh Linting.
“Oke, terima kasih kunci..!” Leon mengambil kunci tersebut lalu membuka pintu kamar.
Dia tertegun setelah masuk dan melihat isi kamar yang begitu mewah seperti hotel bintang 5 di dunia lamanya.
“Wow, ternyata kerajaan ini benar-benar memperlakukan para tamu dan murid bangsawan dengan sangat baik..!” ucap Leon, lalu dia pun mengunci pintu dan bergegas mengelilingi kamar asrama yang luas tersebut.
Setelah 10 menit dia berkeliling melihat seluruh fasilitas yang ada didalamnya, Leon pun memutuskan segera mandi untuk membersihkan diri.
“Sistem..!” ucap Leon.
** Re: Ada yang bisa aku bantu?
“Apakah aku bisa mengawasi ibuku dari sini?” tanya Leon, dia masih saja khawatir walaupun sudah mengaktifkan sistem pertahanan mutlak untuk ibunya.
“Wah, itu terdengar seperti kekuatan dari seorang peramal..! Apakah aku bisa menggunakannya?” tanya Leon.
** Re: Untuk status Anda saat ini, hal tersebut tidak mungkin..! Karena, untuk menggunakannya, Anda harus memiliki atribut sihir informasi level 10.
“Hmm, untuk masalah atribut sihir itu, apakah ada kemungkinan aku akan mendapatkannya?” tanya Leon kembali.
** Re: Dikarenakan setiap atribut sihir yang didapatkan adalah secara acak, aku tidak tahu apakah hal itu memungkinkan atau tidak untuk Anda.
“Oh begitu? Kalau memang tidak bisa, apakah aku bisa mengetahui keadaan ibuku dari perangkat keamanan yang sudah diaktifkan?” Leon masih berusaha mencari cara untuk tetap mengetahui keadaan ibunya kapanpun dia inginkan.
** Re: Jika ingin mengetahui kondisi saat ini, itu tidak mungkin..! Tapi, jika terjadi sesuatu yang mungkin tidak akan bisa ditahan perangkat keamanan, sistem akan mengirimkan peringatan kepada Anda secara langsung dan Anda akan segera diteleportasi ke tempat perangkat keamanan tersebut dipasang.
“Menarik..! Sungguh menarik..! Baiklah, kalau begitu aku sedikit merasa lega” ucap Leon, lalu dia membaringkan tubuhnya didalam bak mandi berbentuk seperti bath tub dari dunia sebelumnya.
Leon memejamkan matanya untuk melihat status dirinya sendiri, “Status..!”.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Kasta: Budak
Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (5); Penyembuhan (5); Kegelapan (5);
Poin: 14.081
Rim: 4.875
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Leon tersenyum senang setelah melihat statusnya yang untuk sementara ini belum ada yang bisa membuatnya khawatir.
Lumayan lama dia berendam didalam bak mandi, akhirnya Leon menyudahinya lalu merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk untuk mengistirahatkan tubuhnya dan bersiap untuk pelajaran pertamanya besok.