THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Desa Naga!



“Shadow clone..!” Leon turun dari pohon lalu memfokuskan energinya ke satu titik di tanah.


“Anak nakal ini benar-benar penuh dengan kejutan..!” Linting belum pernah melihat murid akademi manapun yang bisa menggunakan shadow clone dengan santai seperti Leon.


“Desa Naga..! Gate..!” teriak Leon, lalu sebuah gerbang energi sihir berwarna ungu pun tercipta dan menunggu mereka untuk masuk.


“A-apa itu?”


“Aku belum pernah merasakan energi sihir sebesar ini sebelumnya..!”


“Jangan-jangan..!”


Semua orang benar-benar tidak bisa berkomentar apapun saat melihat gerbang tersebut muncul.


“Pak guru Linting, teman-teman, turunlah..!” teriak Leon dari bawah, mereka semua pun turun sesuai dengan arahan Leon.


Linting maju perlahan mendekati gerbang tersebut lalu mengamatinya, “Kalau perkiraanku benar, ini adalah salah satu sihir legendaris yang bisa membawa kita kemanapun, Gate..!”.


“Leon, ini..” Erlynn berkata dari belakang Leon.


“Ya, ini adalah sihir teleportasi Gate..! Sihir yang sama saat aku datang bersama Greta dan Fiona ke kerajaan Lainard dari kota budak..!” jawab Leon.


“Sudahlah, tidak perlu terkagum seperti itu..! Ini hanya sihir kecil, lebih baik sekarang segera pergi dari hutan ini..!” ucap Leon, lalu dia berjalan masuk terlebih dahulu ke dalam gerbang tersebut.


Setelah melihat Leon yang memasuki gerbang sihir tanpa keraguan sedikitpun, Linting dan yang lainnya pun mengikutinya dari belakang.


“Wush.. Wush.. Wush..” suara yang ditimbulkan saat mereka semua memasuki gerbang tersebut.


Saat tiba di sisi lain, mereka sangat terkejut karena gerbang tersebut benar-benar bisa membawa mereka ke depan gerbang desa Naga dalam sekejap.


Tapi, niatnya itu dibatalkannya saat melihat Erlynn yang malah terlihat semakin tertarik dengan Leon dan dia pun menghilangkan pemikiran untuk berbaikan dengannya.


“Ciihh...! Sihir ini biasa saja, aku juga bisa menggunakannya dengan mudah..!” ucap Eric ketus.


“Ya, aku percaya jika kau benar-benar serius dalam memperbaiki sikapmu, kau pasti bisa menggunakan sihir ini juga, seribu tahun lagi..!” jawab Leon mengejek Eric.


“Kau...! Ah sudahlah, tidak ada gunanya berdebat denganmu..!” balas Eric, dia tidak bisa membalas ejekan Leon karena memang dia tahu tidak mungkin bisa menggunakan sihir teleportasi seperti dirinya.


Linting hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua bocah tersebut, “Tapi, aku benar-benar terkejut dengan kemampuan anak ini, beruntung aku tidak sampai membuatnya mengeluarkan kekuatan penuh saat aku memprovokasinya malam itu” gumam Linting dengan sedikit berkeringat dingin.


Sesaat setelah gerbang teleportasi ditutup oleh Leon, terlihat ada seseorang dengan baju zirah lengkap yang membuka pintu gerbang dari dalam Desa.


Dia adalah penjaga desa Naga yang bertugas untuk menginterogasi siapapun yang mendekati Desa dalam jarak 100 meter.


“Permisi paman, apakah kami bisa menumpang di dalam desa in? Kami semua adalah murid-murid dan guru dari akademi sihir kerajaan Lainard, dan karena malam sudah larut, kami sedang mencari tempat untuk beristirahat” ucap Linting kepada pria desa tersebut.


“Oh benarkah? Kalau memang kalian dari sebuah kerajaan, mana kendaraan kalian?” ucap pria tersebut.


Dia berkata seperti itu karena dalam 3 tahun terakhir ini, pasti ada saja beberapa rombongan dari berbagai kerajaan yang mampir untuk singgah di desa mereka sebelum melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Jalec.


“Ah, mengenai itu, kebetulan kereta kuda yang kami tumpangi sudah hancur karena diserang oleh perampok, dan untungnya seseorang dengan kekuatan yang luar biasa datang untuk menolong kami..!” jawab Leon dengan nada yang mencoba untuk meyakinkan pria tersebut.


“Hmm, aku masih tetap tidak percaya..! Bagaimana jika kalian adalah perampok itu dan berniat untuk merampok di desa Naga kami?” ucap pria tersebut dengan rasa curiga.


“Kalau begitu, bagaimana dengan ini?” Linting dan murid-murid menunjukkan emblem resmi dari akademi kerajaan Lainard kepada pria tersebut.


“Hmm, baiklah, kalau begitu aku percaya dengan kalian..!” lalu pria tersebut mengawal mereka masuk ke dalam desa.