THE ABSOLUTE SYSTEM

THE ABSOLUTE SYSTEM
Monster!



“Yep, benar sekali..! Seperti yang Anda baca, aku adalah calon murid di akademi ini dengan nilai tes tertinggi dari yang pernah ada..!” ucap Leon dengan sedikit membusungkan dadanya.


“Hmm, tapi, hanya stempel resmi seperti ini saja tidak akan membuktikan apa-apa kecuali aku melihatnya sendiri..!” ucap Bernard yang tidak langsung mempercayainya.


“Haha, aku benar-benar kagum dengan kewaspadaan Anda..! Baiklah, bagaimana caraku untuk membuktikannya?” tanya Leon.


“Cih, jangan kira karena kau adalah rekomendasi langsung dari kerajaan, aku akan memberikanmu pengajaran yang istimewa..!” gumam guru tadi dengan tatapan yang kesal.


“Ikut aku..!” ucap Bernard lalu berbalik berjalan ke dalam gedung akademi, lalu Leon ikut berjalan di belakangnya.


Tak lama, mereka pun tiba di sebuah lapangan luas yang disebut dengan arena pengujian.


“Oh, apakah ini yang namanya arena pengujian?” tanya Leon.


“Benar, dan semua murid yang akan masuk ke akademi ini akan diuji di arena ini..!” jawab Bernard.


“Arena pengujian ini juga akan digunakan sebagai ujian kenaikan tingkat yang disebut dengan turnamen kekuatan” sambung Bernard.


“Oh begitu? Oke aku mengerti, sekarang cepatlah selesaikan masalah ini..! Tes apa yang akan kau berikan padaku?” tanya Leon.


“Oh bersabarlah, sebentar lagi kau akan mengetahuinya..!” ucap Bernard.


Tak lama, muncul seekor monster iblis berkaki empat dan dengan sayap lebar membentang mirip seperti naga yang kekuatannya berada pada level 5 sedang menunggu di dalam arena pengujian.


“Jadi, maksudmu aku harus membunuh monster kecil itu untuk membuktikan bahwa aku benar-benar lulus dengan nilai tertinggi?” tanya Leon.


“Jangan membual..! Monster ini pernah menghancurkan kerajaan Lainard dalam waktu 20 menit saja dan saat itu tidak ada korban yang selamat kecuali raja dan keluarganya..! Bahkan tuan magus yang agung saja harus berada dalam kondisi hampir mati untuk bisa membuat monster ini tertidur..!” bentak guru tadi.


“Seluruh ksatria yang ada di kerajaan ini sudah pernah mencobanya namun serangan mereka tak ada satupun yang bisa menembus kulit keras dari monster tersebut..!” jawab Bernard.


“Begitu? Lalu, kenapa malah kalian jadikan monster ini sebagai ujian kelulusan setiap murid akademi yang akan masuk?” tanya Leon lagi.


“Ini bukanlah wujud asli monster tersebut..! Ini hanya sebuah replika namun dengan tingkat kekerasan kulit yang sama dengan yang aslinya..!” jawab Bernard.


“Jadi, kalian ingin menjadikan monster ini sebagai tes untuk merekrut murid calon ksatria yang berpotensi untuk mengalahkan monster aslinya suatu hari nanti, ‘kan?” tanya Leon.


“Ya, itu benar..! Sekarang, buktikanlah kalau kau memang layak mendapatkan nilai tertinggi” ucap Bernard.


“Lalu, harus aku apakan monster itu?” tanya Leon.


“Jika kau ingin mendapatkan nilai tertinggi, cukup membuat salah satu dari kulit yang berbentuk sisik itu terlepas dari tubuhnya..! Karena nilai tes tertinggi yang pernah dibuat oleh murid di akademi ini adalah mengelupas sisiknya tapi tidak sampai terlepas” jawab guru tadi dengan senyum yang licik.


“Haha, bocah sepertimu tidak mungkin bisa bahkan untuk membuat sebuah goresan padanya..! Sebab, yang membuat sisik monster itu terkelupas adalah kepala sekolah Bernard sendiri..!” gumam guru tadi tapi, Bernard pun tidak menolak ide tersebut karena dia benar-benar ingin tahu sebesar apa kemampuan Leon sampai-sampai bisa direkomendasikan oleh kerajaan Lainard secara khusus.


“Jika kau tidak mampu melepaskan sisiknya, cukup membuat sedikit goresan saja..! Tapi, itu tidak akan membuatmu menjadi murid dengan nilai tertinggi” ucap guru tadi.


“Oh, hanya itu? Baiklah, aku pikir akan sesulit apa” ucap Leon, lalu dia melompat masuk ke dalam arena pengujian dan berjalan mendekati monster tersebut.


“Cih, masih saja membual dengan sombongnya..! Kita lihat saja, apa kau masih bisa sombong seperti itu ketika berhadapan dengan kekuatan yang tidak bisa kau hadapi” gumam guru tersebut dengan senyuman liciknya.


“Hmm, monster kecil seperti ini sih apanya yang nilai tertinggi?” lalu Leon mendekati monster tersebut dengan tangan yang bersiap untuk menyentil.