
"Ikuti dia! Jangan sampai kehilangan jejak!" seru Devian di ponselnya. Devian membanting setirnya menuju jalan raya London lalu dengan segera mengikuti titik GPS yang dipasangnya di gantungan boneka mobil Lisa.
&&&
"Kau mau membawaku kemana bajingan?" ucap Lisa dengan nada kasar. "Tunggulah sebentar nona, kau akan tau nantinya." ucap pria itu lalu dia menerima telepon sesaat. "baik." ucapnya lalu mengambil gantungan boneka beruang kecil itu dan membuangnya ke luar mobil. "Hey! Apa yang kau lakukan!??!?!" seru Lisa membelalak. Apa pria ini gila? Sampai-sampai membuang sebuah gantungan boneka?
"Ada GPS tersembunyi disitu." ucap pria itu lalu melajukan mobilnya melewati jalan tol. Wow.. jalan tol, mereka akan keluar dari kota London sebentar lagi.
&&&
"Sial!" seru Devian beberapa kali. "Kalian sudah dimana? Send lokasi kalian!" seru Devian. Dia kehilangan lokasi Lisa, pasti mereka membuang GPSnya. "Ma-af tuan.. kami kehilangan dia. Tadi terakhir kami lihat mereka masuk ke tol." ucap bodyguard tersebut dengan nada gemetaran. "Sial! Keparat! Bodyguard tak becus!" seru Devian lalu mematikan sambungan dan melajukan mobilnya ke jalan tol.
Devian lalu menelepon Lisa, tidak ada jawaban. Tampaknya mereka sudah tiba di tempat tujuan. Arghhh!!!!! Apa-apaan ini!!!
&&&
"Hey.. lepaskan aku!" seru Lisa ketika dia dipaksa keluar dari mobil dan diikat lalu masuk ke sebuah bangunan tua. Lisa tidak tau dimana itu tapi yang jelas pastinya bangunan yang sudah lama tidak digunakan.
PLAKKK....
*beep
"halo Lisa! kau dimana???" ucapan Devian terdengar di ujung situ. "Ini akan menarik sekali Oscar." ucap salah satu anggota geng. "Kau siapa?" tanya Devian dengan nada marah. "tidak usah tanya." ucapnya lalu menampar keras Lisa dan itu membuat Lisa meringis kesakitan. "Hey! Bajingan kau siapa?!??!! Apa yang kau lakukan dengan Lisa?" seru Devian dengan keras. "Aku akan melepaskannya kalau kau kesini sekarang juga Oscar." ucap orang tersebut. "berikan aku alamat kalian sekarang juga sialan!" seru Devian dan langsung ditolak oleh preman tersebut. "tidak begitu mudah. Jangan bawa siapa-siapa selain dirimu. Deal?" tanya orang tersebut. "Baiklah, dimana!" seru Devian yang langsung diteriaki Lisa. "Jangan idiot!! Tinggalkan ak----" dan dipotong oleh preman tersebut yang membawa kain menutup mulut Lisa. "Akan kukirimkan alamatnya dari sms." ucap preman itu lalu menutup ponsel Lisa dan mengirimkan alamatnya.
Tak lama kemudian Devian tiba di tujuan dan menemukan dua orang yang dia kenal berdiri di depan pintu menjaga. "Jadi.. apa yang membuat "The Bulls" datang ke England?" tanya Devian lalu memasukkan tangannya di kantong baju rumahnya. E.. Devian memakai kaos putih bertulis "Gentlemen" dan celana selutut. "Minggir." ucap Devian dengan nada tinggi ketika dia hendak masuk namun ditahan sehingga dia dengan palak membanting kedua orang itu.
"Oh.. pangeranmu sudah tiba sayang." ucap preman itu lalu bersiap-siap menunggu hingga Devian membuka pintu dan masuk. "Kau.." gumam Devian kepada yang menampar Lisa lalu menoleh di belakang orang itu. Lisa sedang diikat dan mulutnya di bungkam serta kedua pipinya yang tampak memar. "Apa yang kau lakukan padanya hah???" seru Devian lalu hendak maju dan menghajar preman itu. "Oke santai tuan Oscar, kau tau kan kami The Bulls melakukan sesuatu dengan alasan dan bayaran." ucap preman itu lalu membuat Devian menghentikan langkahnya. "jadi apa tujuan kalian? Ketua dari The Bulls, Rudolk? Atau perlu kusebut bodyguard mantan pacar Emily Volker?" ucap Devian dengan nada tinggi. Lisa terkejut, bodyguard mantan Emily? Sejak kapan mantan Emily memiliki bodyguatd terkenal? Kenapa dia bisa disini?
"Tutup mulutmu Oscar! Kau dan seluruh isi keluargamu.. Oh tidak hanya ibumu saja cukup untuk membuatmu malu. Ibumu adalah pelayan yang menikah dengan bapakmu pemilik Oscar Company. Memalukan!" ucap Rudolk dengan nada mengejek. Devian tau bagaimana Rika dan Steven bertemu lalu bagaimana keduanya berjodoh. Tapi Devian juga tau Rika, ibunya itu anak dari Jason Sanders pemilik Sanders Company yang tidak mau mewariskan Sanders Company dan memilih mandiri untuk bekerja keluar dari negaranya.
Rika tidak menceritakan tentang perpecahan dalam keluarganya karna dia tidak ingin membebani anaknya itu (baca My Boss And Me).
"Lalu? Hanya itu yang ingin kau katakan?" tanya Devian. "Tidak bukan itu. Kalau kubunuh dia, kau akan bagaimana?" tanya Rudolk lalu menunjuk ke Lisa yang terikat tak berdaya. "Untuk apa kau bunuh dia? Apa untungnya? Apa maumu!" seru Devian lalu maju dan hendak meninju Rudolk namun orang itu mundur dan tinjuan Devian meleset. "Wow! Ganas sekali! Seperti ayahmu saja." ucap Rudolk yang direspon dengan tatapan tajam Devian. "Oke-oke tujuanku menangkap dia karna aku tau kau akan datang jadi aku akan melepaskannya kalau kau putus dengan Emily." ucap Rudolk yang langsung dipotong oleh Devian. "baik." jawabnya singkat. "Kau kira aku akan bilang begitu lalu melepaskannya? Jangan mimpi Devian Dakota Oscar! Yang diinginkan tuanku bukan itu!" seru Rudolk lalu melihat ke sisi ruangan, ternyata ada orang disana dan setelah orang tersebut keluar. Lisa membelalak kaget, bukankah Hans sudah pindah? Itulah yang ada di pikiran Lisa.
"Halo Je'nne, halo juga Devian." ucap laki-laki bernama Hans itu dengan santai.