That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 20



10 tahun lalu...


"Keren banget Dracula!!!" ucap Devian dengan mata berbinar-binar. "Tentu saja, dia kan bukan manusia." balas Lisa agak cuek namun hati kecilnya itu sungguh terpukau.


&&&


back to reality...


"tuan muda, sebentar lagi giliran anda tampil." ucapan Guren menyadarkan pikiran Devian. "Oh ya ya." jawab Devian canggung. Oke.. satu lagi kemenangan untuk Devian, dia akan menunjukkan dirinya pada semua orang terutama Lisa yang tadinya tidak melihatnya. Kali ini Lisa pasti akan melihatnya. Sedih juga untuk mencari perhatian Lisa dibutuhkan usaha yang sulit. Tapi biarlah, Devian sungguh tidak masalah dengan itu. Terlebih lagi.. Dia suka dengan ekspresi Lisa yang nantinya pasti terkejut hahaha....


"ladies and gentleman. Di acara malam ini kami akan mengucapkan banyak terima kasih kepada para penyumbang yang mensponsor acara ini. Mari kita sambut para pensponsor kita malam ini!!!." ucap seorang MC lalu menunggu kedatangan para penyumbang itu.


"Oscar Company, tuan muda Devian Dakota!!!" ucap MC ketika Devian keluar dari sisi panggung. Hanya itu yang terdengar di telinga Lisa lalu semuanya sudah blur. Wajah tampan dengan senyuman manis Devian di atas panggung berada di depannya. Lisa shock berat bukan hanya karna keberadaannya tapi kostumnya! Orang-orang pasti tau dia dan Devian adalah pasangan meskipun memang Lisa sebagai anak dari Dracula namun tidak.. tidak bukan orang-orang menyangka laki-laki semuda Devian adalah ayahnya bukan? Di pesta seperti ini lagi! Yang khusus untuk para anak muda dan pengusaha muda.


Lalu setelah semua pensponsor muncul lalu turun dari panggung, puncak pesta pun dimulai...


Lagu kekinian, DJ terkenal, bahkan lampu-lampu berkelip dan warna-warni menghiasi ruangan luas dan mewah itu. Semuanya berjoget, bergoyang-goyang sesuka hati bahkan dengan tarian aneh dan menggilakan. Banyak diantara perempuan yang tampaknya tertarik bahkan ingin mendekati Devian namun mereka ragu mengingat kostumnya selaras dengan Lisa, perempuan yang sedang bersama laki-laki berkostum Harry Potter itu. Sebagian lagi secara langsung menanyakan apakah Devian punya pacar sehingga Devian berbohong lalu menunjuk ke arah Lisa. "itu dia." ucapnya dan kemudian pas sekali Lisa baru berbalik dan menyadari Devian sedang menunjuk dan melihatnya.


"Coba katakan padaku kenapa kamu menerimanya sedangkan aku ditolak?" tanya Devian mendekati Lisa. Devian berkacak pinggang, dia yakin kalau dirinya lah yang duluan mengajak Lisa. "Kamu tidak bilang mau kemana! Lagipula untuk apa aku datang denganmu? Disana banyak perempuan yang tergila-gila padamu! Puaskan saja mereka." seru Lisa lalu kembali meneguk martininya yang sudah separuh gelas.


"Oke.. kamu yang menyuruhku kan? Baiklah akan kulakukan." ucap Devian lalu berjalan ke tengah ruangan tempat orang berdansa. Banyak perempuan yang membawa pasangan dan banyak juga yang hanya menari seorang diri. Beberapa dari mereka memang menyadari keberadaan Devian dan bahkan mencoba mendekatinya. Devian memancarkan senyuman tampannya itu pada perempuan-perempuan di sekitarnya. "Hei.." sahut seseorang. Devian kenal perempuan itu, dia anak dari direktur perusahaan biskuit. "Namaku Rihanna Sarah.. Sweden." ucap perempuan berrambut pirang. Postur tubuhnya langsing dan lumayan tinggi. Cocok untuk Devian pastinya.


"Hei.. cantik." goda Devian. Sebenarnya Devian cukup jijik si.. untuk menggoda tapi Devian memang ingin mengenal lebih dekat dengan perempuan cantik di depannya ini. Rihanna yang tadinya berdiri di depannya kini mengantungkan tangannya pada leher Devian dengan dekat. "Ups.. tipe yang mudah didapati" gumam Devian dalam hati. Haha.. dia merasa menang, apakah Lisa melihatnya? Rihanna jauh lebih cantik daripada Lisa dan semua orang pasti tau itu. "Kau tidak bawa siapapun?" tanya Rihanna. "Ada." jawab Devian lalu tersenyum. "Siapa?" terlihat nada cemburu keluar dari mulut Rihanna. "bodyguardku." jawab Devian lalu tersenyum pada Rihanna. "Haha.. kamu pintar bergurau. Aku suka." ucap Rihanna lalu makin mendekatkan wajahnya pada Devian. Kemudian Devian mendekatkan wajahnya dan keduanya berciuman. Ada seruan, siulan mengelilingi mereka. Lalu keduanya melepaskan ciuman mereka. "Umurmu berapa?" tanya Devian menatap Rihanna. Devian tertarik pada perempuan ini. Tertarik...


"18 tahun. Akan kuliah tahun depan." ucap Rihanna lalu tersenyum. Keduanya masih saling berdekatan dan melihat satu sama lain.


"kau tertarik dengan yang lebih muda?" tanya Devian kemudian. "Selama itu kamu aku mau." ucap Rihanna secara langsung. "Baiklah.. akan kuantar kau pulang malam ini." ucap Devian menawarkan. "Tapi aku membawa mobil..." jawab Rihanna sedih. "Biarkan Guren yang mengantarkan mobilmu pulang." ucap Devian santai lalu melihat ke sekeliling ruangan. Guren sedang duduk dan makan kacang kemudian berdiri dan berjalan ke arah Devian ketika Devian memanggilnya.


&&&


"Dasar!" seru Lisa dengan suara keras ketika dia sudah di dalam mobil Jevan. Lisa sudah mabuk karna meneguk martini tiga gelas. "You okay? Kita jalan sekarang ya?" tanya Jevan lalu menyalakan mesin mobilnya. "Terserah.. yang penting jangan disini terus...." ucap Lisa dengan nada lembut. Dia merasa sekujur tubuhnya panas tak terduga. Ingin sekali dia dengan segera tidur dan tidurlah dia.


Jevan membawa Lisa pulang ke rumahnya yang dibantu oleh Tifanny lalu menopangnya masuk ke kamarnya.