That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 32



"Babygirl, nanti break aku akan menjemputmu lagi ya." ucap Devian dengan nada datar dimana dia masih berusaha menahan emosinya dan apa yang dilakukannya selanjutnya membuat seisi korridor kelas itu terkejut memandang Devian dan Lisa dimana ternyata.. Devian mengecup bibir Lisa sekilas.


Dan setelah melakukan hal tersebut Devian pun menatap Victor dengan tatapan yang... mirip dengan ayahnya Steven Oscar. Lalu "Hey.." bisik Lisa menahan malunya, dia benar-benar malu atas perbuatan Devian barusan. Dia berjanji akan memarahi Devian setelah ini.


Dan Devian pun meninggalkan Lisa dan Victor di depan kelas mereka dan berjalan menuju ke kelasnya. Sebenarnya jika ini tidak di sekolah, dia akan langsung membanting tubuh Victor saat itu juga namun dia menahan dirinya dan tidak ingin barang kesayangannya disita akibat perbuatan buruknya.


***


"Maaf, vic. Dia memang begitu." ucap Lisa menjelaskan, dia tentu melihat tatapan Devian tadi.


"Oh tidak apa-apa, Lisa. Wajar kok sebagai pacarmu." jawab Victor dengan santai.


"Emm.. kami belum benar-benar berpacaran sih." ucap Lisa jujur karena Devian memang belum pernah menyatakan perasaannya dengan benar.


"Belum? Ketika kalian sudah begitu bermesraan?" tanya Victor lagi. Dan sebenarnya Lisa tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Devian namun ketika Victor mengatakan kata "bermesraan", Lisa jadi ragu sejenak.


Apakah ini yang Lisa inginkan? Hubungan tak jelas namun sudah seperti memiliki hubungan?


"Yah begitulah..." ucap Lisa lalu berjalan masuk ke dalam kelas dan meninggalkan Victor.


Dan sebenarnya ketika insiden yang disebabkan Emily dan segala hal yang membahayakan Lisa, Victor sudah beberapa kali datang ke rumah sakit menengok Lisa namun dilarang karena bukan keluarga ditambah Victor bukan tipe laki-laki yang ingin memamerkan statusnya dan Victor sudah beberapa kali bertemu Devian lalu mengetahui bahwa keluarga Devian dan Lisa mengenal satu sama lain ditambah keluarga Victor dan Devian pernah diundang untuk menghadiri acara dari ratu Elizabeth sendiri.


Kelas pun dimulai...


***


Seperti yang sudah dijanjikan, Devian datang menjemput Lisa ketika break makan siang tiba.


"Lisa.." ucap Devian pelan ketika melihat Lisa keluar dari kelasnya, dan Lisa langsung menyadari keberadaan Devian dan bersiap untuk menyemprotnya.


"Ada yang ingin kukatakan. Ikuti aku." ucap Lisa dan Devian pun hanya menurut saja.


"What's wrong?" tanya Devian ketika mereka sudah berada di rooftop yang sebenarnya belum digunakan untuk kegiatan club dan belum waktunya dibuka namun mereka menyelinap masuk.


"Jangan berlaku kasar kepada semua teman-temanku dan jangan menggunakanku sebagai alat untuk menyenangkanmu." ucap Lisa tanpa basa basi lagi.


"Hmm.. Victor termasuk temanmu ya?" tanya Devian lalu menatap Lisa. "Iya teman sekelasku." jawab Lisa singkat. Melihat raut wajah Lisa, Devian sadar ia telah melakukan kesalahan tadi.


Kali ini Lisa merasa pipinya panas dan hanya mampu menutup matanya. "Hey.." ucap Devian dan merangkul Lisa mendekatinya. "Tapi.. tapi kita tidak memiliki status apapun.." ucap Lisa tiba-tiba dan itu membuat dirinya sangat malu. Kenapa dia harus mengatakannya???


"Ayoklah, itu masih penting sekarang?" tanya Devian setelah selesai tertawa sebelumnya. "Baiklah kalau memang kamu menginginkannya. Aku akan merencanakannya" ucap Devian lalu perlahan menghadapkan Lisa di depannya dan menatap Lisa lalu memberikan kecupan kecil di bibir Lisa.


Lisa masih diam dengan keadaan sangat malu dan ketika dia menerima kecupan itu, dia pun ikut membalas kecupan itu dan semakin lama kecupan itu berganti menjadi ciuman yang dalam.


Lisa sangat suka memegang rambut Devian yang lembut itu, dan ditambah posisi mereka sekarang yang Lisa sendiri sedang bersandar pada tangan Devian yang diletakkan di belakang kepalanya. Dan Lisa sendiri pun merasakan kehangatan yang ada pada bibir Devian ketika bibir itu turun ke lehernya.


"Ng.." Lisa mengeluarkan suara kecil dan itu membuat Devian berhenti sejenak dan menatap Lisa. Lisa sendiri tidak sadar sudah melakukan itu dan dengan segera menjauh dari Devian.


"Mungkin kita perlu berhenti." ucap Lisa dan berjalan menuju pintu keluar. "Hm.." gumam Devian singkat lalu mengikuti Lisa. Sebenarnya Devian tidak menyangka Lisa bisa mengeluarkan suara seperti itu, sangat feminim dan.. menggoda.


***


Break Time pun selesai dan keduanya kembali ke kelas masing-masing..


"Jen'ne.." ucap suatu suara samar-samar. "Jen'ne Lisa!" teriak Ms. Chapline ketika yang dipanggil masih saja melamun.


"Pstt.. Lisa.." ucap seseorang dari sisi kiri Lisa di saat yang sama untuk menyadarkan Lisa dari lamunannya.


"Y-yes, Miss?" ucap Lisa lalu berdiri secara refleks. "Please read the page of 54." ucap Ms. Chapline dengan tenang. Melihat Lisa melamun adalah hal yang hampir belum pernah dilihatnya seumur hidupnya.


Setelah selesai membaca buku dan duduk, Lisa berterima kasih kepada.. Victor yang duduk di sisi kirinya itu.


"Sama-sama, by the way ada masalah ya?" tanya Victor kembali. "Mm.. tidak." jawab Lisa singkat lalu kembali memfokuskan matanya ke depan.


Kelas pun selesai dan Ms. Chapline pun memanggil Lisa untuk menemuinya di kantornya.


"Ada apa denganmu hari ini?" tanya Ms. Chapline begitu duduk di kursinya dan menatap Lisa yang berdiri di hadapannya.


"I'm sorry miss." ucap Lisa dan sedikit membungkuk. "Baiklah, jangan ulangi lagi. Sebagai reputasi di kelas A kau harus terus menjadi yang terpintar." ucap Ms. Chapline.


Lisa pun keluar dari ruang Ms. Chapline dan menemui Victor, sebenarnya bukan menemui namun Victor yang menunggunya di depan ruangan itu.