That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 24



"Tapi tan---" ucapan Lisa terhentikan oleh jari telunjuk tantenya yang ditempelkan pada bibir Lisa. "Tante bawa pengaman dan sudah suntik anti AIDS kok." ucap Flo dengan tenang. "Bukan itu tan.. sebenarnya.." ucap Lisa lalu menceritakan segalanya tentang kejadiannya dengan Devian. Termasuk tentang ciuman di taman dekat St. Paul's itu juga.


"Begitu ya? Jadi kamu gak mau ketemu dia ya sayang?" tanya Flo lalu memegang pipi Lisa yang tampak menahan emosi itu. "Ya sudah kamu ikut tante, tapi janji ma tante jangan menerima minuman dari siapapun. Dan.. ini." ucap Flo lalu menyodorkan sebuah alat komunikasi yang hanya dilengkapi dengan satu tombol. "Kalau ada yang memaksamu, tekan tombol ini." ucapnya lalu menaruhkan benda itu di tangan Lisa dengan erat. "Kalau.. kalau.. aku memang menginginkannya?" tanya Lisa ragu-ragu, dia tidak tau apa yang akan terjadi nantinya. "Jangan Lisa, tolong. Lakukanlah dengan yang kamu cintai." ucap Flo memperingatkan, mengingat sikap keras kepala Lisa yang tidak mau mengalah. Flo pun memutuskan untuk mengambil 2 buah suntik anti AIDS dan 2 buah pengaman pada Lisa. "Suntiknya kamu suntikkan di bagian siku kamu sebelum melakukannya. Dan.. jangan lupa gunakan pengaman Lisa, meskipun beda sensasi menggunakan dengan tidak." ucap tantenya lalu menatap Lisa. Lisa tertegun, tantenya ini sungguh tidak ingin banyak hal buruk terjadi padanya. "Iya tante, makasi." ucapnya lalu mengambil tas tangannya.


Mereka pun tiba diantar oleh bodyguard Flo, di tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. Sebuah bangunan yang sangat besar dan tinggi menembus awan itu dengan ciri-ciri seperti hotel tapi tampaknya bukan. Lisa tau tempat ini, diskotik pribadi khusus para keluarga konglomerat di London yang sulit dimasuki orang-orang biasa. Juga selebriti yang cukup terkenal yang boleh masuk minus manajer, kalau mau bawa manajer maka mereka tidak diperbolehkan masuk.


Di lobby sudah tampak lift dan mereka pun masuk ke lift itu lalu naik ke lantai 5, lantai 5 untuk bersenang-senang seperti minum bir, berdisko dan juga bermain beberapa permainan kartu sedangkan di lantai 6 terdapat biliard, beberapa permainan yang sedikit menguras tenaga. Uh! Pasti juga ada acara minum-minum yang walaupun lebih tenang dan privat. Biasanya digunakan oleh para direktur yang ingin menghabiskan waktu bersenang-senang ditambah ada wanita-wanita yang boleh ditiduri disana. Lantai 7 tidak usah dipertanyakan lagi, itu hotel tempat para orang menginap dan biasanya digunakan untuk ML juga.


"Pesan satu kamar dengan ukuran King size." ucap Flo kepada resepsionis di lantai 5. "Tambah satu lagi." bantah Lisa menatap resepsionis itu dan langsung dipelototi oleh tantenya itu. "Maaf apa anda sudah punya tanda pengenal? Ini untuk usia 17 tahun dan keatas." ucap sang resepsionis. "tentu." ucap Lisa lalu menyodorkan sebuah kartu pada resepsionis yang terkejut ketika membacanya. Banyak yang tidak mengenal Lisa sebagai Je'nne Lisa Edgar. Mereka hanya mengenal kakaknya Mi'lley.


"baiklah.." ucap Flo menghela nafas. Setidaknya jika memang keponakannya ini melakukannya setidaknya dengan pengaman. Flo pun berpencar ke lantai 5 sedangkan Lisa di lantai 6 karna ingin melihat permainan billiard. "Hey girl.." suara melengking terdengar dari sisi kanan Lisa. Lisa menoleh dan mendapati seorang laki-laki paruh baya berkumis tipis tersenyum padanya. Ugh! Dasar bapak-bapak mesum! Lisa pun mengabaikannya dan memainkan ronde kedua dari permainan billiard. Memang tidak berjudi tapi bagi Lisa ini seperti berjudi sehingga dia harus menang.


Ronde pertama tadi dimenangi oleh Lisa sendiri sedangkan ronde kedua dimenangkan oleh.. em.. pria tampan di depannya itu. Huh! Rambutnya pirang wajahnya sangat maskulin. Lisa sempat salah tingkah di ronde kedua ketika mengetahui pria itu menatapnya sehingga dimenangi oleh pria itu. Ronde ketiga! Lisa harus menang tanpa memperdulikan tatapan pria itu. Diantara pemain di meja billiard milik Lisa hanya Lisa dan pria itu yang paling muda, sisanya hanya bapak-bapak. Oh! Tambahkan warna mata pria itu biru sebiru laut. Shit! Lisa bisa saja kalah kalau terus ditatap begitu oleh pria itu. Giliran Lisa tiba untuk memasukkan bola dan kemudian perasaan itu muncul lagi, Lisa merasakan pria itu menatap Lisa terang-terangan dan berbeda dengan pemain lain yang sibuk dengan kartunya. Lisa memberanikan diri menatap pria itu. Ah! Pria itu kini tertangkap basah, seakan sudah puas Lisa pun memasukkan bola dan masuklah dua buah bola yang langsung disambut oleh senyuman pria itu. Pria itu bukannya ingin mengalahkan Lisa? Kenapa dia malah terlihat senang ketika Lisa memenangkan permainannya? Atau.. jangan-jangan pria ini tau Lisa seorang Edgar? Emm.. tidak mungkin, Lisa selalu menolak mengekspos wajah bahkan nama belakang itu.


Ronde ketiga berhenti disitu karna pemain lainnya merasa bosan dan kesal bahkan ingin pulang dan Lisa juga sedikit haus dan memerlukan alkohol. "You look so sexy in that form just now." bisikan itu muncul dari tepat di belakang kepala Lisa, tampaknya yang pemilik suara ini cukup tinggi karna Lisa sedang duduk di kursi tinggi meja bar. Lisa pun menoleh dan didapatinya pria tadi! Mata pria itu bukan biru laut biasa ternyata melainkan biru laut dangkal. Cantik sekali ditambah bulu mata yang lentik itu, er.. sangat menarik. Tipe Lisa banget.