
"Tidak boleh! Lisa belum sembuh! Nanti dia semakin memburuk bagaimana?" seru Rika meledak-ledak. Dia sudah menahan amarahnya sejak semalam dan sekarang dia sudah seperti ibu kandung Lisa bukannya Devian. Dan Steven juga terkejut melihat Rika yang emosinya sangat tidak stabil sejak semalam.
"Ketika kondisi Lisa membaik, aku akan membawanya." ucap Devian lalu menatap ke ayahnya.
Steven masih mencoba membaca situasi, Rika yang masih emosian dan Devian yang tidak peka itu. "Kita bicarakan ini nanti." ucap Steven lalu mengelap mulutnya dengan serbet dan berdiri dari meja makan.
"Angeline, panggilkan Dr. Ed kemari lagi." ucap Steven lalu menuju ke kamar. Rika yang meledak-ledak itu pun makin parah karena Steven sama saja dengan Devian tidak peduli dengan Lisa, tentu saja tidak karena mereka laki-laki.
"Kalian ini!" seru Rika lalu berjalan menuju ke kamar menyusul Steven. "Steven, aku rasa kita perlu membicarakan in--- Hey! Are you even listening??." ucap Rika ketika dia sudah masuk ke kamar dan menemukan Steven yang berada di closet miliknya (Rika) entah kenapa.
Ketika Steven masih belum berkutik, Rika mendekati Steven untuk melihat apa yang pria itu sedang lakukan. Steven mengeluarkan alat test kehamilan yang baru dan menyerahkan kepada Rika.
"Go and check it." ucap Steven datar. Dan Rika yang masih emosi itu pun dengan terpaksa menurutinya.
Ternyata hasilnya positif dan saat keluar dari kamar mandi, Steven menghampiri Rika dan mengambil alatnya dan dirinya pun terkejut lalu menatap Rika.
"Since when did you know?" tanya Rika masih tidak percaya.
"Sejak emosimu tidak stabil, apalagi hal yang terkait dengan anak perempuan. I think our next child will be baby girl." ucap Steven lalu mendekati Rika dan mengecup dahinya.
Lalu Steven mengecup bibir Rika dan ********** hingga kemudian mengangkatnya ke tempat tidur. Steven masih sama seperti biasanya, tidak banyak bicara dan Rika sendiri sebenarnya sadar kalau akhir-akhir ini dia agak sensitif. Ketika Steven masih mencium leher Rika, Angeline mengetuk pintu kamar dan mengabarkan bahwa Dr. Ed sudah tiba sehingga mereka pun berhenti dan membiarkan Dr. Ed masuk dan memeriksa Rika.
"Nyonya Rika hamil, saya tidak menyangka dia hamil diusia seperti ini tapi saya mengucapkan selamat. Saya akan meresepkan beberapa obat yang akan membantu Nyonya Rika karena hamil diusianya sangat rentan." ucap Dr. Ed dan seperti biasa setelah dia menyelesaikan seluruhnya, dia pun pulang.
"Apa? Mommy? Out of nowhere?" tanya Devian dan Angeline hanya mengangguk karena Devian tidak berani masuk ke kamar ibunya akibat konflik tadi.
"Tidak heran mommy sangat emosian, aku harus berhati-hati untuk selanjutnya." ucap Devian dalam hati.
Devian memang tidak pernah menghadapi orang hamil tapi jika itu ibunya, salah satu wanita di keluarga Oscar. Ia dan Steven harus melakukan apapun agar tidak membuat Rika marah.
***
"Mommy hamil." ucap Devian begitu masuk ke kamar tempat Lisa tidur dan Lisa sudah terbangun namun masih tampak bingung karena suasana mansion tampak heboh.
"What? Aunty? Aku harus bilang selamat." ucap Lisa lalu berusaha beranjak dari tempat tidur namun dihentikan oleh Devian.
"Tidak, kamu istirahat dulu. Mommy juga tau kamu sakit jadi tidak apa-apa." ucap Devian dan tak lama kemudian, Rika masuk dan dengan terburu-buru menghampiri Lisa.
"Mommy, aku ini anak kandungmu bukan Lisa. Ya Tuhan." ucap Devian dalam hati dan dia hanya mampu terkekeh melihat ibunya itu.
"Aku baru saja terbangun tante, bukan salah Devian." ucap Lisa mencoba mencairkan suasana, dia peka bahwa sepertinya tantenya itu sedang kesal dengan anaknya.
"Oh begitu, baiklah. Angeline membawakan makanan, segera dimakan ya. Hari ini tidak usah masuk sekolah, tante yang laporkan." ucap Rika lalu beranjak dari tempat tidurnya.
"Tante, Lisa ingin mengucapkan selamat atas kehamilan baru tante." ucap Lisa lalu tersenyum. Dia senang mendengar tantenya akan memiliki anak lagi.
"Oh my.. Kamu sudah tau yaa hahahaha iyaa makasii Lisa. Kelak dia akan jadi adikmu loh." ucap Rika lalu tersenyum dan memeluk Lisa.
"Kau juga harus istirahat, kembalilah ke kamar." ucap Steven yang daritadi memperhatikan seluruh peristiwa di kamar yang ditempati Lisa itu.
Ketika Steven selesai membawa Rika ke kamar, dia pun hendak beranjak ke kantor namun Devian bertemu dengannya dan menghentikannya.
"Dad, aku ingin bertanya. Apa Mommy juga begitu saat mengandungku?" tanya Devian dan Steven sedikit melebarkan matanya saat Devian menanyakan hal itu.
"Tidak, ibumu.. saat itu tegar sekali melakukan apapun seorang diri dan seperti tidak membutuhkan laki-laki saja. Sikapnya seperti ini ada kemungkinan adikmu adalah perempuan." ucap Steven menjelaskan lalu melewati Devian dan menuju ke kantor.
Bohong kalau Devian berkata dia tidak cemburu, siapa yang tidak cemburu. Devian akan ditinggalkan ibunya sebentar lagi. Atau itu hanyalah pemikirannya saja.
&&&
"Hey.." ucap Lisa ketika melihat Devian masuk.
"Maaf atas kelakuan Mommy yang melibatkanmu." ucap Devian pelan.
"No, it's fine. Tante sangat baik." jawab Lisa lalu tersenyum lemah.
"Are you okay?" tanya Devian lagi.
"Iya aku baik-baik saja. Mungkin hanya kelelahan karena projek harus diselesaikan secepat mungkin." jawab Lisa sambil berpikir.
"Ok.. rest well, aku mau ke sekolah. Angeline selalu ada jika kau butuh." ucap Devian lalu mencium dahi Lisa dan beranjak ke sekolah.