That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 23



"Jadi kamu menerimanya?" tanya Jevan kepada Lisa setelah Lisa menceritakan kejadian semalam itu tentang Devian yang menganggap mereka kencan dan tentu saja kecuali ciuman sialan itu. "Tentu tidak mungkin! Kamu tau kan bagaimana aku terhadapnya?" jelas Lisa agak kesal. "Tapi kalau kamu mau, aku mau kok." ucap Jevan kemudian dan direspon dengan tatapan aneh dari Lisa. "Maksudnya?" tanya Lisa bingung dan.. sedikit takut. Entahlah.. Jevan tampak serius tidak seperti biasa. "Maksudku, gimana kalau kita pacaran dan kamu beritahu Oscar kalau kamu sudah punya pacar dan dia pasti akan menjauh bukan?" tanya Jevan dan tidak ada ekspresi lelucon di wajahnya. Tampaknya dia benar-benar serius dengan kata-katanya. Lisa hanya terdiam dan menatap Jevan lama. "Ayolah, kamu tau kan aku tidak akan membuatmu menangis ataupun mungkin menyakitimu. Kita kan sudah seperti saudara, apa salahnya menganggap saudara sebagai pacar hanya agar tidak diganggu orang lain. I promise i will take care of you sweety." ucap Jevan menjelaskan. "Owh! So sweet!" Bukan itu yang dipikiran Lisa, Lisa malah takut dan merasa apakah kakaknya ini serius dengan perbuatannya? "Bagaimana dengan pacarmu nantinya?" tanya Lisa. "Aku tidak punya pacar dan kurasa aku tidak butuh pacar selagi ada kamu." ucap Jevan menjelaskan lagi. Lagi-lagi dengan wajah serius itu, aneh melihat Jevan yang serius begini. Pria ini tidak pernah serius sejam lamanya kepada Lisa dan ini sudah lebih dari sejam. Apakah dia juga begitu dengan pasiennya?


"Lisa?" tanya Jevan membuyarkan lamunan Lisa. "Oh! I'm sorry, biarkan aku memikirkannya oke?" tanya Lisa lalu mengedipkan kedua matanya, dia lupa mengedipkan matanya ketika berpikir tadi.


&&&


"Dia masih mengunjungi klinik itu?" tanya Devian di telepon. Dia sedang berkomunikasi dengan salah satu bodyguard yang selalu mengikuti Lisa kemanapun dia pergi. "Sial! Sekarang dia dimana?" tanya Devian dengan nada kesal. "Baiklah, kamu sudah boleh istirahat. Aku segera kesana." ucap Devian lalu memutuskan panggilannya.


Devian biasanya mampir ke rumahnya dulu sebelum kemudian mungkin ke rumah Lisa atau berkeliling ke sekitar Egerton Crescent rumahnya tapi kali ini tidak. Mobilnya diparkirkan di depan mansion milik Lisa, lebih tepatnya rumah milik keluarga Edgar. Tifanny yang sudah mengenali Devian pun mempersilahkannya masuk dan menunjukkan keberadaan Lisa. Lisa sedang mengutak-atik laptop di ruang keluarga sehingga tidak menyadari keberadaan Devian.


"Kamu kenapa ke rumah sakit gila itu lagi?" bisik Devian di sisi Lisa, Devian sudah duduk di sisi Lisa, sofa tempatnya duduk tapi perempuan itu pun tidak menyadarinya. Lisa tersentak ketika mendengar bisikan itu dan langsung menoleh.


Jarak Devian tidak sampai sejengkal itu membuatnya mundur. Sial! Untuk apa orang ini kesini??? "Ngapain kamu disini?" tanya Lisa dingin. Bukannya menjawab malah bertanya hal lain, lebih tepatnya Lisa tidak suka Devian menyebut kata rumah sakit gila padahal itu bukan rumah sakit gila melainkan tempat konsultasi psikologi. "Hanya mau bilang jangan sering ketemu orang gila, nanti jadi gila juga lo.." ucap Devian lalu terkekeh. Oke.. Devian memang bercanda tapi Lisa tidak suka Jevan disebut sebagai orang gila. "Jangan sebut dia gila." pinta Lisa dingin. "Kenapa? Karna kamu mau buat aku cemburu?" tanya Devian lalu tersenyum. Bukannya kesal tapi Lisa sudah emosi, kenapa cowok seperti Devian ini tingkat kepedeannya selangit sih???


"Kalau iya kenapa?" tantang Lisa. "Benarkah?" tanya Devian dengan nada datar. Lisa tidak bisa membaca maksud dari pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya itu. Dasar bodoh! "Benar! Mulai sekarang jangan dekati aku lagi." seru Lisa dengan ragu-ragu tapi ini juga agar Devian menjauhinya jadi dia merasa sudah benar melakukan hal ini. "Kamu tidak mencintainya." ucap Devian dengan nada datar lagi. "Aku.. akan kokk!" ucap Lisa yang ragu-ragu namun setengah berteriak agar menunjukkan bahwa dia memang akan melakukannya. "kau benar, dia baik dan aku tidak." ucap Devian lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan. Pertama, ada apa dengan sikap Devian hari ini? Dan kedua, dia baru saja menggunakan kata "kau" bukan "kamu".


Apakah laki-laki itu sungguh marah? Hem.. Lisa tidak merasa dirinya keterlaluan, Lisa kan jujur jadi apa salahnya?


&&&


Sebulan berlalu tanpa ada tanda-tanda seperti pesan, telepon bahkan perbincangan diantara Lisa dan Devian. Ketika Lisa duduk di kantin, Devian sama sekali tidak tampak bahkan untuk singgah juga tidak. Kalau ke kelasnya Lisa tidak pernah jadi dia sebetulnya tidak tau kemana Devian perginya. Hingga malam ini akan ada acara keluarga dimana adanya kemungkinan keluarga Oscar juga datang namun seperti biasa untuk acara ini, tantenya tante Flo selalu mencari acara lain untuk mengisi malam itu. Tante Flo masih mencintai Steven, ayah dari Devian sejak dulu sehingga itulah yang membuat Lisa membenci Devian. Devian seenaknya saja hidup tanpa beban padahal tantenya tante Flo sedang menderita dan tampaknya orang tua Devian sama sekali tidak ingin memberitahukannya pada Devian sendiri.


"Lisa, kamu hadirlah di acara itu. Tante malam ini mau ke tempat yang lebih berbahaya dari biasanya." ucap Flo kepada Lisa ketika dilihatnya Lisa bersiap-siap dengan pakaian clubnya. "berbahaya gimana tante? Aku mau ikut."bantah Lisa. "Tante bakal ML mungkin sama laki-laki disitu dan kamu jangan ikut ya.. masa depan kamu masih cerah, ML-lah dengan orang yang kamu sayangi dan cintai tidak seperti tantemu ini yang tidak mungkin lagi bisa ML dengan orang yang sudah menikah." ucap Flo dengan ekspresi sedih. Wanita ini benar-benar belum melepaskan Steven sama sekali dan sudah sangat jelas sehingga dia melampiaskan segalanya pada banyak pria.