That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 19



Tak lama kemudian, yang dipanggil pun mengetuk dan masuk. "ada apa nona?" tanyanya. "Nanti malam aku akan ke pesta halloween dengan Jevan, tolong sampaikan pada Mum." ucap Lisa singkat lalu melanjutkan pekerjaannya di meja belajar dan oh! Dia baru ingat. "Ohya nanti bantu aku rias sekitar pukul 6." ucapnya lalu kembali mengerjakan pekerjaannya. Pelayannya pun hanya menunduk lalu keluar dari kamar Lisa.


&&&


"Aku suka Dracula, kau.. hmm.. pakailah ini." ucap Devian lalu menyodorkan kostum bajak laut pada tangan kanan pribadinya, Guren. Mereka sudah berada di sebuah galeri. Yah.. Galeri kostum terluas di London itu menyediakan begitu banyak kostum baik untuk acara apapun dan untuk menyewanya butuh harganya yang tentunya mahal. "Baik! Tuan muda." ucap Guren lalu mengambil kostum itu. Pesta halloween itu diselenggarakan untuk para pengusaha muda, lebih tepatnya remaja sehingga para orang tua tidak hadir untuk acara seheboh ini. Tolong catat juga kalau acara ini juga disponsori Oscar Company dimana Devian sendiri yang melakukannya. Kalau Edgar? Lisa bahkan tidak pernah sekalipun mengatakan nama panjangnya pada teman di kelasnya dan juga dia pastinya tidak berniat melakukan itu. Membuang duit saja!


"Kostum untuk nona Je'nne sudah disiapkan tuan, apakah dia tidak jadi ambil?" tanya Guren setelah selesai memakai kostumnya. "tidak, dia menolakku. Sedih ya." ucap Devian dengan nada sedih yang dibuat-buat. Istilahnya lebay. "Jadi dia tidak akan hadir bersama anda?" tanya Guren lagi. "Mungkin tidak, ya sudah tidak apa. Kita bagian penting di acara ini jadi kita harus fokus pada acara ini." jawab Devian lalu mengabaikan pertanyaan Guren. Devian memang bukan melakukan acara ini untuk Lisa tapi untuk menjalin hubungan baik dengan para tuan muda atau ceo baru atau pewaris baru di pesta nantinya. Devian memang tidak sepintar Lisa namun dia sendiri punya taktik bisnis yang tentunya dapat membantu ayahnya.


\~\~\~


"Guren, awasi dia. Jangan sampai gegabah." ucap Rika di telepon. "Baik nyonya." jawab Guren lalu menutup ponselnya dan berjalan mendekati Devian. "Benar kan kubilang kalau mommy menelepon?" tanya Devian begitu menyadari kedatangan Guren lalu keduanya terkekeh. Guren dan Devian adalah partner sekaligus teman baik, berbeda dengan Devian pastinya karna Guren lebih dewasa serta dia juga mempelajari taekwondo sehingga cocok menjadi bodyguard bahkan dengan badan cukup tinggi dan tegap berotot itu. Kalau Devian? Dia memang sudah melakukan olahraga namun tidak setiap hari sehingga badannya pasti kalah kalau dibandingkan dengan Guren.


&&&


Dan mereka pun naik Lamborghini biru milik Jevan melaju ke lokasi pesta halloween. "jadi kamu diundang oleh siapa?" tanya Lisa ketika mereka berhenti karna macet. "oleh salah satu saudara dari pasienku. Mereka sangat menyukaiku dan mereka mengundangku karna mereka juga mensponsori acara ini." ucap Jevan lalu tersenyum. "Sponsor? Siapa saja yang mensponsori?" tanya Lisa mulai takut. Feelingnya mengatakan kalau masalah sponsor,sumbangan ataupun beramal Oscar Company tidak pernah melewatkan itu tentunya.


"Ada di bagian ujung dari undangannya, kamu lihat saja." ucap Jevan tanpa menoleh karna tentunya kemacetan itu mulai berjalan dan tidak berhenti di tempat. Lisa pun langsung mengeluarkan dompetnya dari tas tangannya dan melihat ke ujung undangan itu dan disana tertulis sponsored by lalu diikuti oleh lambang-lambang tiap perusahaan dan yang paling parah lambang huruf O dengan huruf C yang lebih besar mengapit O di dalamnya. Itu lambang Oscar Company!


"Jev, kok gak bilang kalau Oscar juga mensponsori???" tanya Lisa mulai kesal. "oh.. biasanya pesta yang kita hadiri juga disponsori mereka kok, tenanglah mereka tidak akan datang seperti biasanya." ucap Jevan menenangkan Lisa yang mulai panik. Memang benar kalau Oscar Company hanya mensponsor tanpa menghadiri karna sibuk dan hanya 1 dari sekian banyak yang pernah mereka hadiri dan itu hanya kedua orang tua Devian yaitu Rika dan Steven. Kalau ini? Mungkin akan sama seperti itu tapi.. Lisa tau undangan ini bukan untuk para orang tua melainkan tuan muda dan para ceo muda. "Menurutmu ini disponsori siapa?" tanya Lisa kemudian. "Mungkin orang tuanya seperti biasa? Kau tau kan anak itu dia jarang mensponsori atau mungkin kita juga tidak tau apakah mereka yang mensponsori atau tidak." ucap Jevan ragu-ragu. Mereka pun tiba dan berada di tempat parkir yang langsung diarahkan oleh security di sebuah tempat vvip.


&&&


"tuan muda!" seru Guren menyadarkan Devian. "Ada apa?" tanya Devian bingung dan sedikit kesal, Devian sedang minum segelas bir dan memikirkan Lisa saat tadi siang. "Ada tokoh yang mirip dengan Dracula." ucap Guren lalu masih mencari-cari. "Tadi aku melihatnya, postur tubuhnya kurus dan pendek, rambutnya juga hitam atau menggunakan wig mungkin." ucap Guren lalu matanya tertuju pada satu arah. "Itu!" serunya lalu menunjuk ke seorang perempuan dengan rambut hitam terurai, wajahnya? Tidak kelihatan karna perempuan itu sedang membelakangi mereka namun seseorang di sisi perempuan itu membuat Devian merasa panas. Astaga.. dia kenal jelas pria gila itu meskipun pria itu memakai kostum Harry Potter dengan kacamata yang berada di wajahnya itu. Pria gila itu tersenyum sinis ke arah Devian dan sedang menunjukkan sikap menantangnya. Ugh! Sialan, Devian sendiri ingin mengajak Lisa ke pestanya namun gagal dan pria gila itu dengan mudahnya mampu mengajak Lisa. Oh! Mereka seri, kostum Lisa selaras dengan Devian. Satu senyuman licik dipancarkan oleh Devian karna dia masih ingat ketika Lisa dan dirinya itu pernah menonton film hotel transylvania bersama dan keduanya menyukai tokoh Dracula yang keren itu.