That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 13



Devian tau nada suaranya seperti memerintah tapi apa boleh buat? Dia mencoba untuk tidak tegang oleh masalah tadi. "Kurasa itu bukan ide yang bagus, ibumu akan datang sebentar lagi. Sebaiknya kau menunggunya." ucap Lisa protes. Tentu saja protes! Masa Lisa masuk bersama dengan Devian di kamar mandi????


"Aku tidak menyuruhmu untuk membantuku menurunkan celanaku atau yang lain. Itu aku bisa, aku mau kau membantuku membukakan pintu kamar mandi. Gesek dengan kartumu." ucap Devian sedari menyadari Lisa memikirkan hal aneh-aneh. Dan kini Lisa hanya manggut-manggut merah padam lalu mengikuti perkataan laki-laki itu.


Setelah selesai, Devian menyuruh Lisa membuka pintu dan perempuan itu pun membukanya. Hal pertama yang ingin Devian lakukan adalah langsung terlelap di tempat tidurnya karna dirinya yang kebelet daritadi baru saja reda. Tapi.. ekspektasi selalu berbeda dengan kenyataan. Jubah rumah sakit yang dikenakan Devian yang sedikit kepanjangan itu membuatnya sulit berjalan sehingga tidak sengaja dia memijak tali jubah yang ternyata terbuka itu dan terjatuh. Oke kalau terjatuh sih.. biasa saja. Ini terjatuh ke arah Lisa! Ralat Menimpa Lisa.


"Gosh! Kau tidak bisa pelan-pelan apa!" seru Lisa sebelum menyadari jarak mereka. Ups! Ketika dia membuka matanya, matanya membelalak. Devian begitu dekat dengannya dan dia juga bisa merasakan nafas laki-laki itu... Er.. oke.. Lisa bingung mau ngapain karna dirinya merasa berat sekali.. sampai pintu kamar terbuka dan Rika masuk ke dalam melihat peristiwa ngakak itu.


Lisa takut, khawatir, ngeri, malu, ingin menangis ketika melihat tantenya masuk. Ini adalah posisi paling memalukan menurutnya dimana Devian menindih Lisa. Rasanya Lisa ingin membuang mukanya jauh-jauh ke Korea! Oh no! Jangankan ke korea, ke luar dari rumah sakit saja tidak bisa. Lisa juga takut, tantenya akan menganggap Lisa tidak becus menjaga Devian atau lebih parahnya Lisa menggoda Devian??? Arghh!!! Ya Tuhan hentikan pikiran gilanya sekarang!!!!


*Back to reality.


Rika melongo, lalu sedetik kemudian dia mengambil iphone 8nya dan mengambil gambar lalu menyimpannya dan kemudian membantu Devian berdiri. Setelah keduanya sudah bisa berdiri, keduanya lalu menatap Rika dengan tatapan curiga.


"Tante memotretku ya?"


"Mom memotretku ya?"


Keduanya menanyakan hal yang sama serentak dan itu membuat Rika tertawa lucu.


"Tidak, tidak. Ohya kamu udah gak pacaran sama Evelyn lagi kan?" tanya Rika ketika selesai tertawa. "Emily mom!" seru Devian kesal. Kesal bahkan ibunya tidak bisa ingat nama pacarnya. Ralat hanya pacar dan bukan berarti Devian suka dengan Emily. "Terserah la, ngapain juga mommy ingat nama perempuan yang gak akan jadi menantu mommy." ucap Rika penuh gurau. "yakan Lisa?" tanya Rika tersenyum lalu berbalik menatap Lisa di belakangnya.


"Hmm.. Tante aku permisi pulang ya udah telat." ucap Lisa lalu bergegas keluar dari ruangan Devian. Arghh... hatinya masih berdegup kencang ketika dia berlari ke lift dan menelpon supir barunya itu. Sejak insiden itu, Lisa diberikan bodyguard namun Lisa tetap tidak mau karna merasa risih dengan adanya bodyguard. "Ha-halo?" tanya Lisa. "i-ini aku. Aku mau pulang." ucap Lisa lalu menutup ponselnya. Dia tidak bisa berhenti untuk tidak gugup. Wajah Devian tadi itu.. yang tampan dan polos itu masih 9 di pikirannya.


Lisa pun turun hingga ke lobby dan supirnya sudah menunggu disitu. "Ke rumah." ucap Lisa lalu menatap ke jendela hingga sampai di rumah. Tidak! Dia tidak bisa terus memikirkan Devian, Devian milik Emily kan? Dan.. yang Hans katakan saat itu mungkin omong kosong. Hans memang mengatakan Devian suka dengan Lisa namun Lisa tidak mau membahasnya hingga sekarang karna rasanya aneh dan memalukan. Cowok itu bisa saja sudah lupa akan itu.


&&&


"coba ceritakan pada Mommy bagaimana kalian berakhir seperti tadi." ucap Rika sambil menahan tawa. "Mom!!!" seru Devian kesal meskipun laki-laki itu tau mukanya pasti memerah sekarang. Devian masih saja seperti anak-anak bandel yang ceroboh. "Oke.. sorry. Mari ceritakan pada ibumu ini." ucap Rika yang tadinya menahan tawa namun meledak pula tawanya kemudian reda. "Tadi aku menyuruhnya membukakan pintu kamar mandi seperti biasa kamu bukakan padaku jadi saat aku mau keluar aku terpeleset dan menimpa Lisa." ucap Devian lalu diikuti dengan dengusan. "Jadi?" tanya Rika tanpa ekspresi. "Jadi apa?" tanya Devian balik. Heran dengan ibunya ini kadang-kadang ibunya suka begitu dan membuat dirinya malu seketika. Kapan sih dia bisa dewasa seperti ayahnya???


"Jadi masih gak mau mengakui kamu suka Lisa?" tanya Rika menahan tawa. Oke kali ini tawanya tidak meledak karna Devian sudah cemberut. "Your mom know all about you, my boy." ucap Rika lembut lalu mengusap rambut Devian dan membiarkan anak itu tidur.


Sebenarnya Devian sendiri tidak tau apa rasa ini artinya dia suka dengan Lisa karna yang dia rasakan sekarang adalah rasanya wajahnya panas sekarang dan.. dia juga merasa gugup dan tiba-tiba takut ketika membayangkan wajah Lisa tadi. Wajahnya yang imut itu karna agak berisi dan.. bibirnya itu yang... yang.. mungkin kenyal karna agak sedikit dower. Rasanya gimana dengan bibir Lisa ya kalau Devian menciumnya?? Rasanya mungkin.. mungkin... mungkin akan... Argh!!! Devian Dakota please stop your naughty mind!


&&&


Setelah kejadian itu, Lisa tampak menghindari Devian karna perempuan itu datang bersama Emily dia bahkan tidak menyapanya dan langsung memilih keluar dari kamar Devian langsung dan kembali setelah Emily pulang. Lalu? Perempuan itu hanya duduk di samping tempat tidurnya lalu melihat ke jendela hingga ibunya datang dan Devian benar-benar membenci rasanya dihindari hingga suatu hari saat Lisa datang bersama Emily. "Emily, boleh tinggalkan kami? Maksudku aku dan Lisa." ucap Devian dengan tegas. Raut wajahnya tegang.