That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 17



Beberapa hari kemudian Lisa sudah diperbolehkan masuk sekolah dengan keadaan kaki yang agak pincang. Tapi lebih mending daripada memakai tongkat.


Ketika Devian masuk ke kelasnya, tidak seperti biasanya karna orang-orang di kelasnya langsung membisik-bisik. "Ada apa sih?" gumamnya dalam hati dan seketika itu juga Tiara, teman sekelas Devian yang diduga pernah mencoba mendekati Devian yang kemudian kalah oleh Emily pun menghampirinya. "Dakota.." ucapnya dengan nada kecil dan lebih tepatnya lembut. "Kamu udah putus dengan Emily ya?" tanya Tiara dan tersenyum lebar. "Hm.. ya begitulah." ucap Devian yang mengeluarkan beberapa bukunya lalu melihat-lihat tugas untuk hari ini. Dia sudah ketinggalan banyak sih gara-gara bolos. "Jadi benar? Jadi sekarang kamu pacaran sama Je'nne???" tanya Cardi heboh yang duduk di belakang Devian. "Ya enggak dong." jawab Devian singkat. Oh! Ternyata ini yang digossipkan orang-orang daritadi dan bukan tentang Emily yang psikopat itu.


"Jangan mau deh Dakota! Dia itu cewek aneh terus judes lohh! Mending kamu sama kita-kita yakan Tia?" ucap Cardi bersemangat lalu menatap Tiara dengan penuh kesenangan. "Gak! Sama aku aja Dev! I mean Dakota." ucap Tiara malu-malu tapi terdengar memaksa.


"Ti... pinjem catatan biology dong ada nama latin yang belum sempat kucatat." sela Devian mengabaikan kedua cewek yang daritadi memperebutkan dirinya. Punya teman cewek pinter dan cantik enak jugaa.. tulisan mereka rapi dan bagus. Eit.. tapi bukan berarti Devian bodoh sih.. Devian meraih peringkat ke sembilan di kelas tahun lalu. "Arison, pinjem catatan Russian dong.. Kemarin gurunya udah masuk dua kali dan aku gak datang pas itu." ucap Devian berbalik ke belakang menoleh ke Cardi. Yah namanya Cardi Arison Victoria.. memegang nama belakang ratu mereka. Hahahahaha... Cardi sering dijuluki dengan ratu Victoria kecil alias calon ratu yang sebenarnya mustahil karna hubungan darah saja tidak ada. Boro-boro mau jadi ratu, calon saja tidak mungkin.


Sekolah yang Devian tempati memang mempelajari banyak bahasa asing seperti Inggris pastinya, Korea, Prancis, Jerman, Rusia, dan Jepang. Mereka lebih memfokuskan murid-murid pengetahuan luas tentang negara diluar Inggris agar bisa bekerja di luar Inggris apabila sudah tamat dan yah.. bekerja di luar negaramu akan membantu kerja sama serta kesejahteraan Inggris dengan negara lain akur bukan? Jadi itu sangat dibutuhkan untuk generasi muda.


&&&


Lisa sendiri? Iya dia sendiri! Sejak Emily tidak ke sekolah gengnya pun tidak banyak berbicara dengannya. Kenapa? Tanya saja sama Lisa sendiri. Hahaha... Dia cuek.. Cool tapi gak dimengerti banyak orang. Banyak yang bilang dia sok gaya gayaan tapi bukan itu sebenarnya.


Lisa benar-benar dengki dengan Devian yang sekarang menjadi bahan gossip di kelasnya dan satu lagi! Filicia bahkan menanyakannya apakah dia berpacaran dengan Devian dan Lisa menyuruh dia sendiri melihat apakah dia seperti pacarankah dengan Devian? Dasar lucu! Mereka menanyakan hal yang sudah mereka ketahui jawabannya dan Lisa benci basa basi, pengkhianatan, memanfaatkan dan dimanfaatkan. Setidaknya yang benar-benar Lisa bisa percaya selain keluarganya adalah Jevan. Pria itu dewasa dan mengerti Lisa bahkan terus terang mengatakan apapun yang dibenaknya.


Kelas berakhir dengan cepat dan Lisa dengan bersusah payah berjalan dengan keadaan sedikit pincang itu. Dia harus segera masuk ke mobil dan lalu menyuruh supirnya itu mengantarnya pulang. Dia tidak tahan untuk begini terus dilihat orang. Ketika ibunya Berta menyuruh supir untuk ke kelasnya menjemputnya agar dia tidak kesusahan mengambil tas dan berjalan pincang, Lisa menolak mentah-mentah karna dia benar-benar tidak ingin orang sampai tau kalau dia seorang Edgar. Kenapa? Edgar Company lagi naik daun yang walaupun tidak seperti Oscar dan Sanders Company yang sudah sukses besar bertahun-tahun.


"Lisa." Lisa mendengar seseorang memanggilnya dan dia langsung cemberut mengingat suara itu adalah cowok itu. Devian. Dia pun membalikkan badannya menghadap Devian.


"Yuk makan." ajaknya dan itu membuat Lisa yang berbalik ke depan lalu berjalan menjauhi Devian namun tentunya orang normal pasti lebih cepat daripadanya sehingga dia merasa Devian sudah menarik lengannya.


"lepasin." ucapnya dingin. Dia masih kesal dengan kejahilan Devian seperti saat di rumah sakit ketika Lisa ingin masuk ke kamar mandi Devian mengatakan "hati-hati nanti tiba-tiba ada orang di samping kamu." ucapnya dengan nada mengejek. Oke.. satu hal yang perlu kalian ketahui, gini-gini Lisa takut dengan hantu dan film horror atau berbau mistis. Ih.. rasanya bikin merinding saja dan Devian sebagai teman masa kecilnya tau tentang itu. "gak mau. Kamu ikut aku dulu." ucap Devian lalu menyeret Lisa. Eh.. tidak bisa Lisa keras kepala dan tidak membiarkan Devian menyeretnya sehingga Devian langsung menopang Lisa ala princess dan mereka masuk lift parkir menuju parkiran Blok S. "Halo?" Devian menurunkan Lisa lalu menjawab ponselnya. "Iya maaf, ada urusan keluarga Ti.. Ohya jangan lupa bilang ke Arison juga kalau aku gak ikut." ucapnya lalu menutup ponselnya. Dan dilihatnya Lisa sudah cemberut dan melipat tangan di dadanya. "Aku suka kamu." ucap Devian tiba-tiba memecah ketegangan diantara mereka.