That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 21



"Terima kasih Jevan, maaf repotin." ucap Berta pada Jevan ketika Lisa sudah diletakkan ke kamarnya. "Tidak tante, justru aku yang minta maaf karna mengajaknya." ucap Jevan sungkan. "Bagus dong kamu mengajaknya keluar daripada dia dirumah terus melakukan proyeknya." ucap Berta lalu menepuk bahu Jevan dan Jevan pun pamit dan pulang.


&&&


"Besok kamu ada kegiatan setelah pulang sekolah?" tanya Rihanna saat mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang. "tidak kenapa?" tanya Devian kemudian sambil menyetir. "Datanglah ke rumahku." ajak Rihanna lalu tersenyum pada Devian. "Tentu kenapa tidak." ucap Devian lalu membalas senyuman Rihanna.


Sebenarnya yang Devian suka dari perempuan itu adalah kecantikannya, paras wajahnya yang sangat menawan. Kalau sikapnya? Devian merasa dia lebih agresif dan tentunya Devian bukan tipe laki-laki yang menyukai tipe agresif tapi tidak apalah.. Rihanna mungkin bisa berubah.


Mereka pun tiba di mansion Rihanna yang tidak jauh dari penthouse Devian. "Terima kasih sudah mengantarku." ucapnya lalu mencium Devian, tepat di bibirnya. Devian merasa agak aneh saja melakukan itu di mobil. Di mobilnya? Ugh.. rasanya sangat kotor dan merusak mobilnya, Devian menganggap mobilnya itu adalah kawan hidup sehingga tidak enak dipandang mobilnya melakukan itu. Memang sedikit kekanak-kanakan tapi itulah yang ada di benaknya.


"Goodnight." bisik Devian kepada Rihanna setelah keduanya melepaskan ciumannya. "Okay.. take care." balas Rihanna lalu tersenyum lebar. Perempuan itu memang cantik dan mudah dicapai daripada Lisa tentunya. Rihanna pun keluar dari mobil Devian dan masuk ke dalam mansionnya.


&&&


Lisa terbangun di pagi hari pukul 8 dan merasa kepalanya sangat berat lalu matanya penuh dengan kerak. Apakah dia menangis tadi malam? Dasar aneh.. Untuk apa juga dia menangis dan satu hal hari ini dia tidak ingin masuk sekolah dengan keadaan buruknya itu dan memang waktunya sudah terlambat apabila dia berangkat sekarang. Kenapa sih dia menangis? Dia bahkan tidak merasa cemburu tapi kesal. Kesal itu cemburu atau tidak? Tapi yang jelas dia kesal kalau Devian memang benar-benar seorang "IDIOT JERK" yang mengencani siapapun. Dasar cowok idiot!


Lisa jadi kesal sendiri lalu dia menggapai ponselnya untuk mengecek pesan. Dan kekekasalannya memuncak. Devian mengirimnya sebuah pesan.


Devian: Kamu sudah lihat semalam? Aku mendapatkan perempuan cantik dalam semalam.


Begitu isi pesannya. Lisa pun memilih untuk tidak membalasnya. Masa bodoh dengan cowok itu. Dia kemudian mengecek pesan masuk lainnya, Jevan mengiriminya pesan.


Jevan: Terima kasih sudah menemaniku semalam, kuharap kau tidak marah karna melihat pemandangan yang tidak enak untuk dilihat.


Je'nne: Tentu saja tidak, akan kutemui kau nanti bye.


Balasnya lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju ke walk in closetnya. Disana dia menemukan boot coklat pendek. Dia ingin memakainya hari ini karna itu pemberian Jevan ketika natal tahun lalu. Lalu mengambil pakaian untuk dikenakan nantinya.


Oke.. dia harus mandi dulu dan mungkin dia harus menghabiskan 10 menit untuk masker baik wajah maupun matanya yang sudah seperti mata panda itu. Meskipun Lisa memang galak dan judes, dia tetap memperhatikan penampilannya.


Ketika menggosok gigi pun otak Lisa tetap berjalan dan memikirkan kenapa dia menangis semalam. Dia benar-benar tidak sadar kenapa dia menangis karna efek alkohol dan kini dia jadi takut apakah dia mengatakan seluruh isi hatinya kepada Jevan? Tapi apa sih yang dia katakan kalau memang ada? Sungguh dia ingin sekali menanyakan itu pada Jevan.


&&&


"Dia tidak datang, jangan terus menatapnya." ucap Tiara, yah.. Tiara kembali mendekati Devian karna dia juga tau tentang Emily yang putus dengan Devian. Devian pun menoleh menatap Tiara, mungkin Tiara mengira yang dimaksudnya yaitu Emily bukan? Memang sih Emily biasanya akan bersama dengan teman segengnya mampir ke tempatnya atau bahkan mengajaknya. Mereka sedang duduk di kantin berdua.. ralat bertiga dengan angin. Kenapa? Karna mereka sudah disitu dua jam tidak seperti biasanya hanya setengah atau sejam. Suasana di kantin memang sudah sepi dan juga ada beberapa pasangan yang belum pulang mungkin untuk bermesraan tanpa dilihat banyak orang. Kantin sekolah Devian memang sangat nyaman untuk jadi tempat nongkrong karna suasananya lebih seperti kafe daripada kantin dimana terdapat free wifi dan makanan serba lengkap serta kopi dan lainnya bahkan kue pun juga ada.


"Ayo pulang." ajak Devian. Tiara pun hanya menurut dan berdiri setelah Devian berdiri. Tiara lebih cuek dan kalem namun peduli. Tentunya Tiara juga cantik walaupun masih Rihanna yang lebih cantik. Sungguh menguntungkan Devian tidak mengatakan waktu pulang sekolahnya kapan jadi dia bisa menunggu lebih lama sebelum pergi ke rumah Rihanna.


&&&


"jadi katakan van, apa yang kukatakan semalam saat mabuk?" tanya Lisa mulai ba bi bu, dia takut dan gugup untuk mengetahui kenyataan. Kenyataan tentang.. entahlah. "Apa kau yakin?" tanya Jevan dengan nada mengejek. Sepertinya Lisa memang benar-benar mengatakan sesuatu yang memalukan sehingga cukup untuk diejek oleh Jevan. "Apa? Apa? Just tell me! Damn you!" seru Lisa mulai tidak karuan. Argh... apa sih yang dikatakan isi hatinya??


"Terserah mau kemana yang penting jangan disini." ucap Jevan tiba-tiba dan itu membuat Lisa bingung. "Apa yang ka--" ucapan Lisa dipotong oleh Jevan. "Itu yang kamu katakan semalam." jawab Jevan dan ada nada tajam di balik ucapannya. "Sungguh hanya itu?" tanya Lisa. "Sungguh." jawab Jevan jengkel lalu percakapan mereka terhenti karna ada orang mengetuk pintunya.