That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 18



"Omong kosong apalagi yang akan kamu katakan?" ucap Lisa dengan nada dingin. Dia tidak terkejut ketika Devian mengatakan itu karna cowok itu sudah pernah mengatakannya ketika mereka kecil dan.. memang itu membuatnya malu saat itu. Hanya sedikit malu. Tapi sekarang? Tentu saja tidak, laki-laki playboy yang selalu dekat dengan perempuan? Tidak mungkin kata "Aku suka kamu" itu beneran.


"Aku tidak beromong kosong." jawab Devian singkat. "jadi kemana lagi kau akan mencuriku?" tanya Lisa dengan nada sinis. "Kita akan.." ucapannya terhenti oleh pintu lift yang terbuka dan Devian dengan segera kembali menopangnya ala princess dan keluar dari lift tanpa melanjutkan kata-katanya. Lisa tak mampu berkata-kata, badan kekar Devian itu entah kenapa tampak kuat sehingga dirinya hanya bisa terdiam. Tunggu.. Sejak kapan cowok ini memiliki tangan yang kekar? Entahlah, setau Lisa Devian memang tinggi dan ramping namun tak berotot alias bertenaga.


Devian menurunkan Lisa begitu mereka tiba di tempat parkirnya, Audinya sudah menunggu kedatangan mereka dan Devian pun langsung menggiling Lisa ke dalam mobilnya. "Kamu mau mengemudi?" tanya Devian kemudian. Baru sekali Devian pernah melontarkan pertanyaan sialan itu. "Bukankah kamu tidak suka orang lain mengemudikan mobilmu?" tanya Lisa kebingungan. Lisa tentu tau ketika Devian berusia 15 tahun saja cowok itu sudah ribut dibelikan mobil dan menginginkan mengendarainya tanpa ingin membiarkan supir mengantarnya.


"nope kalau itu kamu." ucapnya lalu menyodorkan kunci dan bersedia untuk keluar dari tempatnya. "tapi kakiku belum sembuh." ucap Lisa menolak. Tentu saja menolak, Devian yang "menculik"nya tentu saja dia yang harus menjalankan mobilnya. "Ups.. aku lupa, padahal aku ingin kencan pertama kita lebih spesial." ucap Devian lalu terkekeh dan langsung disambut oleh tatapan tajam Lisa. "Sejak kapan kita----" ucapan Lisa dipotong Devian. "Hari ini." ucap Devian lembut. "Aku menolak." ucap Lisa lalu keluar dari mobil Devian dengan segera dan berlari menuju lift yang dikejar Devian tapi kemudian lift tertutup. "Sial!" serunya lalu kembali ke Audinya dan mengemudikannya hingga ke penthousenya.


&&&


Devian sudah gila! Kalau dia kira dia bisa mendapatkan cewek manapun! Tolong catat kalau Lisa masih membencinya! Membencinya karna banyak hal. Lisa lalu masuk ke mobilnya dan diantar oleh supirnya ke mansionnya, yang berada di Egerton Crescent.


"Nona Lisa, anda kedatangan tamu." ucap salah seorang pelayan rumah Lisa. "Kalau yang datang itu laki-laki usir saja dia." ucap Lisa kesal. "Tapi.." ucapan pelayan itu terhentikan oleh tatapan Lisa yang tadinya membelakanginya sekarang menghadapnya. "Kalau kamu tidak mau mendengarkanku lebih baik aku pecat kamu sekarang sialan!" ucap Lisa kasar lalu membalikkan badannya. Dia sedang mengerjakan rencana proyek. Dia suka membuat rencana proyek untuk membantu ayahnya dan tidak heran Andy tidak bisa mengusir, mengontrol atau memarahinya karna semua rencana proyek yang dilakukan Lisa itu sangat membantu dan Lisa juga alasan Edgar Company makin berkembang.


\~\~\~


Ketukan pintu terdengar dan itu membuat Lisa naik darah. "Tiffany kau kupecat!" seru Lisa kuat-kuat. Tifanny nama pelayan tadi. Namun tidak ada jawaban dan yang ada yaitu pintu Lisa dibuka dan Jevan berdiri di sana.


"Kau benar-benar ingin memecatnya?" tanya Jevan menatap Lisa sambil nyengir. "Oh.. Ma-maaf van, tadi kukira itu.." ucap Lisa lalu berhenti sedetik dan langsung ditambah Jevan. "Devian?" tanyanya kemudian. Lisa hanya terdiam, dia belum menceritakan kejadian hari ini karna semakin dia memikirkannya semakin dia emosi, stress, marah dan.. entahlah apalagi. Jadi dia memutuskan pulang rumah mengerjakan proyeknya.


"Dia kenapa?" tanya Jevan lagi. "Tidak, ohya kenapa kamu datang?" tanya Lisa mengabaikan pertanyaan Jevan. "Oh.. ini." ucapnya lalu menyodorkan sebuah kertas tebal bernuansa biru dongker dan tulisan gothic. "Ada pesta halloween malam ini. Kau mau kan datang hari ini?" tanya Jevan dan mengambil tangan Lisa lalu menaruh undangannya di tangannya karna Lisa hanya menatap undangan itu tanpa menerimanya.


"kupikir kamu akan pergi dengan pacarmu daripada bersamaku?" celetuk Lisa dengan nada mengejek. "Ayolah kau tau aku tidak punya pacar dan masa kamu tidak mau menemani kakakmu ini ke pesta?" mohon Jevan kembali. Huh.. dasar kakak manja yang hanya memohon ketika ada maunya. Well.. tidak masalah si.. Lisa juga free malam ini. "Baik-baik berhentilah merengek." ucap Lisa lalu membaca undangan itu. Dress codenya tentu saja berbau gothic dengan jenis pakaian yang tentu saja bebas namun tidak boleh sampai tidak memakai sehelai kain pun. Lisa ingat dia punya gaun hitam brokat bermotif renda dan panjangnya hingga ke kaki yang baru saja ia kenakan setahun lalu ketika sepupu dari Berta menikah.


Hmm.. dia harus mencobanya nanti untuk tau apakah masih bisa masuk tidak. Kalau rambutnya? Mungkin dia akan mengikat pony tail dan mensasak rambutnya lalu diberi sedikit pewarna. Lalu untuk riasan wajah dia tentu akan menggunakan eye shadow abu-abu gelap dan untuk bibir dia akan menggunakan lip matte hitamnya dari Mac yang dia pakai hanya beberapa kali namun belum setahun. Oke.. setelah itu dia sudah mirip anak dari The Dracula, Mavis dari film Hotel Transylvania yang walaupun dressnya sedikit berbeda dengan Mavis dia tetap seorang Mavis tentunya.


"jadi.. kau akan pakai pakaian apa?" tanya Lisa setelah membaca sebagian undangan. "Tentu saja Harry Potter!" jawab Jevan dengan penuh semangat. "kalau gitu nanti malam kujemput ya, aku ada perlu setelah ini." ucap Jevan lalu keluar dari kamar Lisa.


Pertama.. ini sudah pukul 3 sore dan acaranya mulai pukul 7 malam sehingga mau tidak mau Lisa hanya punya waktu 2 jam untuk melakukan rencana proyeknya dan 1 jam untu bersiap-siap. Ah! Bukan satu jam, itu tidak akan cukup. "Tifanny!" seru Lisa dari dalam kamarnya. Lisa ingin Tifanny membantunya nanti tentu saja.