That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 25



"And you look sexy with that damn eyes!" balas Lisa sambil mengenggam gelas anggurnya, Berry Martini untuk malam ini yang mengandung alkohol dengan kadar sedang. "Oh maaf, mataku memang begini sejak lahir." ucap pria yang masih belum memperkenalkan namanya daritadi. Nama. Lisa mau tau nama macam apa yang dimiliki pria tampan ini. "Tidak masalah, hanya saja warnanya menarik." ucap Lisa lalu meneguk martininya. "May i?" tanya pria tanpa nama itu lalu menunjuk ke samping Lisa dengan dagunya. "Sure." balas Lisa singkat.


Tak lama setelah berbincang-bincang dengan pria tanpa nama ini yang masih belum mau memperkenalkan dirinya, pintu lift di lantai 6 itu terbuka lalu diikuti oleh kehebohan aneh para pengunjung disitu. Mereka menoleh ke arah lift hingga yang ditoleh keluar. Shit! Lisa kenal orang itu, yang parahnya dua wanita berada di antaranya. Tiara, teman sekelasnya tampak sexy dengan gaun pendeknya lalu satu lagi Lisa tidak tau yang jelas cantik.


Devian! Sial! Lisa harus sembunyi sebelum laki-laki itu melihatnya. "kau kenal dia?" Pertanyaan pria tanpa nama itu menyadarkan lamunan Lisa. "Emm..tidak." jawab Lisa singkat lalu dengan segera meneguk martininya hingga habis. "I have to go, bye." ucap Lisa lalu turun dari kursi tingginya dan hendak meninggalkan pria tanpa nama itu namun ditahan olehnya. "Where?" tanyanya. "I don't know just not here." jawab Lisa tampak pasrah tapi.. oh! Dia sudah ingat masih ada lantai 5. "Downstairs." jawab Lisa lagi. Lalu Lisa pun meninggalkan pria tanpa nama itu dan berjalan menuju lift. Langkahnya terhenti ketika sebuah sneakers Nike putih berada di hadapannya, ketika dia menoleh Devian menatapnya dengan ekspresi.. mata melebar, mungkin terkejut. Devian malam itu tampan sekali, dia mengenakan kemeja hitam dengan lengan pendek sehingga menunjukkan otot lengannya yang tidak besar namun sedang itu dan celana panjang jeans. Cukup tampan untuk seseorang yang mengenakan pakaian biasa begini.


"Kenapa kau disini?" tanya Devian, dia menggunakan kata "Kau" dan bukan "Kamu". Apa beginikah dia memperlakukan seorang perempuan ketika dia sendiri yang sudah menghilang? Ini sudah jelas salahnya! Sial, emosi Lisa terasa akan meledak sekarang. Dan parahnya, yang membuatnya semakin meledak yaitu Tiara yang berdiri di sisi Lisa lalu memandanginya seperti penuh kemenangan. Mungkin Devian benar-benar membutakan perempuan satu ini, Tiara sangat patuh pada Devian dan hanya Devian. Ups! Perempuan itu seperti anjingnya saja hahahahaha.. Tanpa Lisa sadari, dia membawa lamunan itu ke alam sadar lalu terkekeh. Menyadari itu membuat Tiara bengong tapi satu hal, Tiara punya Devian bukan? "Ayo, Dev." ucap Tiara lalu mencium pipi Devian. "Ya." ucap Devian sama skali tidak terbelalak bahkan tidak menatap Tiara, Devian hanya menatap Lisa daritadi bahkan hingga sekarang matanya itu tidak mau pergi.


&&&


Lisa terbelalak sejenak namun melihat reaksi Devian malah membuatnya palak, tampaknya laki-laki itu bukan anak kandung dari Steven Oscar, ayahnya. Sial! Steven Oscar bahkan tidak pernah melirik wanita manapun, kalau anaknya? Bahkan berhubungan adalah kebutuhannya. Sial! Mungkin Devian hanya anak jatuh dari surga yang beruntung mendapatkan orang tua kaya.


Lisa pun tidak jadi ke lift melainkan berbalik mencari seseorang. Oh! Itu dia, si pria tanpa nama itu. Lalu dengan segera Lisa berjalan ke arah pria tanpa nama itu tanpa memerdulikan Devian yang mungkin melihatnya.


"Tiara, aku ada urusan. Bersenang-senanglah, aku sudah menyuruh Guren untuk mengantarmu pulang. Sampai jumpa besok." ucap Devian kepada Tiara lalu menghadap ke perempuan di sampingnya. "Jangan terus melekat padaku, kau harus bergabung dengan banyak orang." bisik Devian lalu tersenyum dan meninggalkan keduanya.


"Dia milikku." ucap Devian yang tiba-tiba muncul di antara Lisa dan pria tanpa nama itu. "Menyingkirlah, Oscar. Dia memilihku." ucap pria tanpa nama itu.. Tunggu.. Oscar? Apa pria tanpa nama ini mengenal Devian? Oke.. sudah seharusnya dia tau karna keluarga Oscar sangat terkenal. "Jangan memaksaku, Volker." ancam Devian tidak segan-segan. "Maaf, Oscar jangan panggil nama itu jika kau bahkan mematahkan hati kakakku!" seru pria yang disebut Volker itu.


&&&


Lisa mulai gemetaran mendengar nama Volker disebutkan, apakah.. apakah nama Volker itu benar-benar ada kaitannya dengan Emily Volker? Apakah.. apakah.. pria tanpa nama ini adik dari Emily? Lalu apakah.. tujuannya mendekati Lisa karna ingin balas dendam? Shit! Lisa seharusnya menanyakan nama pria ini sebelum semuanya terlambat dan Lisa sudah menciumnya! Meskipun bukan ciuman pertama namun rasanya aneh berciuman dengan adik dari musuhmu.


"Be-berapa umurmu?" tanya Lisa dengan nada gemetar. "Oh! Aku adik tiri jadi umurku 22, karna menurut tatanan keluarga aku disebut adik." jawab pria bernama Volker itu enteng. Adik tiri? Lisa bahkan tidak pernah mengetahuinya! Dan Devian? Tampaknya laki-laki itu mengetahuinya. Ada apa ini sebenarnya??


"Jadi kamu akan ikut aku kan?" Pertanyaan Devian menarik Lisa kembali ke alam sadar. "Oh.. hmm.." tanpa sadar Lisa mengumamkan itu. Tanpa lama-lama lagi, Devian menarik Lisa lalu keluar dan masuk ke lift. "Kita mau kemana?" tanya Lisa kemudian. "Ke lantai atas." jawab Devian singkat.