That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)

That Idiot Jerk Loves Me (Oscar Series)
Episode 16



Api besar masih melahap mansion besar itu hingga tiba-tiba ada mobil pemadam kebakaran tiba. Ada dua. Diikuti oleh sebuah mobil Audi yang sudah dikenal Emily dan itu membuatnya terbelalak kaget.


Pemilik Audi itu keluar dari mobil dan menatap tajam Emily. "Kita putus!" serunya lalu berlari ke dalam mansion itu yang masih kebakaran. Kita putus.. Hanya itu yang ada di pikiran Emily ketika dia sudah berada di dalam mobil dan supir sedang melaju ke rumahnya.


&&&


"Lisa!" seru Devian yang diikuti dengan ringisan dari Lisa. Betisnya berdarah akibat tertusuk kayu, rasanya perih dan aneh. Kalau sakit sih sudah pasti tapi tidak dengan dengupan hangat di sekitarnya. Devian sedang menopangnya dengan kedua tangan cowok itu. Rasanya ingin sekali dia segera turun namun tangan kokoh laki-laki itu malah lebih kuat dan bertenaga. Emangnya dia gym apa? Tapi itu sudah pasti karna apa sih yang tidak dimiliki salah satu keluarga terkaya di London?


"Kita ke rumah sakit dulu. Kakimu berdarah." ucap Devian lembut lalu masuk ke dalam mobil. Lisa sebenarnya belum sadar apa yang terjadi.. namun ketika dia baru sadar dirinya sudah di dalam mobil Devian dan sedang menuju ke rumah sakit. Terlambat sudah melihat keadaan mansion tadi, tidak jadi pula dia mati. Hening. Keadaan hening di mobil hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit. "Bisa turun?" tanya Devian ketika membukakan pintu mobil untuk Lisa dan dilihatnya Lisa kelihatan meringis untuk menggerakkan kakinya.


Seakan menyadarinya, Devian lalu menopang Lisa keluar dari mobilnya. Tidak mudah karna laki-laki itu tidak ingin sampai menyentuh atau menggerakkan kaki Lisa karna rasanya pasti sakit sekali.


Kaki kanan Lisa diperban dan itu membuat perempuan itu harus memakai tongkat di sebelah tangan kanannya. Ia benci harus membutuhkan orang-orang bahkan seperti sekarang ini! Devian sedang membantunya mengambilkan makanan untuknya. Er!!! Rasanya menyebalkan sekali, pasti Devian sedang merasakan kemenangan dalam hati melihat Lisa yang biasanya tidak membutuhkannya sekarang malah membutuhkannya. Kalau Berta dan Andy, orang tua Lisa? Mereka sibuk! Tidak bisa diharap dan terlebih lagi Devian juga bilang akan menjaga Lisa sepanjang hari dan alhasil cowok itu bolos hanya untuk menjaga Lisa. Yah dibantu Rika juga tentunya, entah kenapa sejak kejadian Devian dipukul Lisa jadi dekat dengan ibu Devian yang sebenarnya dulu dia selalu segan dengan ibu Devian yang tampak baik itu namun dia.. dia..


Arghh!!! Kapan si tante Rika datang menggantikan keparat ini??? Lisa bisa gila dibuat cowok ini yang terus menganggunya. "Besok-besok kamu tidak usah bolos lagi. Aku tidak butuh kamu lagi." ucap Lisa dingin. Yah! Dia benci keparat itu! Terus saja hadir dalam kehidupannya. Lebih tepatnya cowok itu membuatnya gugup tak karuan dan bahkan salah tingkah jadi dia benci laki-laki itu.


"Kamu yakin? Coba sekarang kamu berdiri." ucap Devian menantang. Wah! Lisa si kepala panas itu pasti dong tidak suka ditantang. Lisa pun mengambil tongkat di sebelah ranjangnya tapi kemudian ditarik oleh Devian dan Lisa merasakan tatapan kemenangan di muka laki-laki itu. "Berikan!" seru Lisa kesal. "Gak.. kamu curang kalau pakai tongkat." ucap Devian lalu terkekeh dan kekehan itu disambut dengan wajah galak dan tajam dari Lisa.


"Oke.. lupakan. Aku hanya ingin membantumu, ini semua karnaku bukan? Aku dan Emily sudah putus walaupun secara sepihak tapi kami memang sudah tidak berhubungan kok! Jangan khawatirkan dia. Lagipula aku juga ingin membalas kebaikanmu karna kamu menjagaku." ucap Devian dengan nada serius dan yah dia memang serius. "tapi aku tidak but---" ucap Lisa namun dipotong oleh Devian. Tatapan Devian yang tadinya serius dan khawatir kini berubah menjadi tajam dan dingin. Er.. merinding jadinya si Lisa, laki-laki itu memang punya jiwa yang mengerikan.


"Lisa.. tolong menurut, aku capek tau gak!" ucap Devian kesal. "kamu terus hindari aku sejak ada Emily, aku sih gak gitu peduli kalau Emily cemburu toh dia yang minta aku pacaran dengan dia." ucap Devian acuh tak acuh. Lisa bisa merasakan kata-kata itu seperti menampar Emily sekarang dan tunggu dulu.. Dimana gadis psikopat itu?


"Dia sekarang dimana?" tanya Lisa mengabaikan pernyataan Devian. "Rumah sakit." ucap Devian singkat. "Disini?" tanya Lisa kaget.. apakah dia akan bertemu dengan Emily sebentar lagi? Dia belum siap! "Jiwa." ucap Devian kemudian. "Apa???" ucap Lisa terkejut. "Belum sepenuhnya permanen kalau dia bisa sembuh dia juga boleh keluar. Aku melaporkannya hendak membakarmu hidup-hidup dan atas bantuan Larnell, Emily divonis punya gangguan mental dan sebagai gantinya dia tidak dipenjara, dia dimasukkan ke rumah sakit jiwa." ucap Devian menjelaskan. Tunggu dulu.. Devian sungguh tidak sedih?? Dari raut wajahnya Devian hanya seperti kasihan pada teman cantik baiknya yang namanya Emily yang ternyata adalah psikopat. Lucu juga setelah mengetahui kebenarannya dari Devian, si mantan pacarnya.


Lalu tak lama kemudian, Jevan masuk ke ruangan Lisa dan membawakan bunga serta buah di tangannya. Begitu melihat itu, Devian keluar dengan wajah masam untuk membiarkan keduanya bicara. Apa boleh buat? Mereka dekat seperti kakak beradik sungguhan.