
Bismillah.
"Pak Anton." Ucap Zidan tak percaya, padahal dia begitu mempercayai komandan polisi yang selalu baik padanya itu.
Zidan bingung kenapa pak Anton bisa memihak pada Aska yang sejatinya selalu merugikan kota D. Sekarang Zidan tidak punta pilihan lain selain segera menyingkirkan Aska dan pak Anton. Dalam hatinya Zidan yakin sekali kalau pak Anton sudah peralat oleh Aska.
"Sistem mari kita selesaikan semua hari ini, buat kota kembali berjaya dan basmi semua kejahatan yang ada." Ucap Zidan pada sistem, tapi tatapanya tak pernah lepas dari Aska dan pak Anton.
Ketiganya saling menatap tajam satu sama lain. Zidan benar-benar bertekad dalam dirinya akan menyelesaikan semua masalah ini sekarang hari ini juga.
(Baiklah Zidan, kita akan mengembalikan kota dan membasmi semua kejahatan, ayo mulai. Gunakan sistem yang ada di dalam aplikasi Zidan agar bisa mengurung kedua orang itu)
"Baik sistem."
Zidan mengambil hpnya yang selalu dia bawa disaku celananya. Hp warna hitam itu Zidan genggam erat-erat, ada salah satu cara di dalam handpone Zidan agar semuanya segera selesai dan cara tersebut berada diaplikasi sistem rich yang sudah terdapat dihp milik Zidan.
"Mari kita selesaikan semua hari ini Aska. Aku Zidan tidak akan pernah membiarkan kejahatan terus menghancurkan kota!" ucap Zidan lantang.
"Ayo kita buktikan Zidan siapa yang lebih unggul aku atau kamu, hahahaha. Kau sudah mengantarkan nyawamu sendiri ketempat ini jadi bersiaplah Zidan."
"Anda salah Aska nyawaku bukan milikmu, hanya Allah lah yang tau pasti kapan ajal akan menjemput seeorang jadi jangan terlalu percaya diri dulu."
Aska dan Zidan sama-sama bersiap untuk menyerang satu sama lain. Dengan bantuan sistem Zidan akan lebih mudah mengalahkan Aska dan pak Anton juga bisa menghancurkan sistem yang sedang dirancang didalam ruangan tersebut.
"Hiyaaa!"
Terjadilah perkelahian antara Zidan mewalaun Aska dan pak Anton. Untungnya fisik Zidan sudah tidak lemah lagi, dia juga sudah mendapatkan ahli beladiri tingkat menengah dari sistem.
Sementara disisi lain para teman-teman Zidan sudah berhasil melakukan tugas mereka, semua orang yang membuat kekacauan di kota sudah ditangkap hanya tinggal Aska dan pak Anton.
Mereka yang sudah berhasil tak lupa langsung membereskan kekacauan di kota sebelum Zidan kembali memanggil mereka untuk berkumpul.
Sedikit demi sedikit masalah di kota dalam waktu sehari teratasi dengan baik, Zidan dan teman-temannya benar-benar menyelamatkan kota. Beberap orang yang menonton berita jika kota sudah mulai stabil merasa bersyukur dan menghela nafas lega, termasuk pak Hajir yang sedang menonton tv bersama kedua anaknya.
"Syukur Alhamdulillah kota kita sudah hampir pulih." Ucap pak Hajir.
"Hebat sekali ya pak orang yang menyelamatkan kota kita bisa dalam sehari kekacauan hampir selesai. Coba saja kalau orang itu bang Zidan pasti bangga banget ya pak."
"Rian setuju sama apa yang mbak Hana bilang." Sahut Rian menimpali ucapan Hana walaupun matanya tetap fokus pada tv didepan mereka.
Kanza yang hari ini kebetulan akan mengajarkan Zidan mobil lagi ada juga disana, dia menunggu Zidan tapi orang itu tidak datang-datang jadilah dia berakhir menonton bersama keluarga Zidan.
"Siapa saja yang sudah mengembalikan kota kita pasti dia orang baik Han, Rian." Sambung Kanza.
"Iya kak Kanza." Jawab kedua orang itu kompak.
Kembali pada Zidan dan Aska.
Perlahan-laha Aska sudah mulai kalah, Zidan tidak hanya menyerang mereka tapi juga menghancurkan semua sistem yang sedang dirancang di ruangan tersebut. Sistem yang dibuat untuk kejahatan yang nyata.
Aska dan pak Anton sudah kalah Zidan segera meringkus mereka dan menghancurkan ruangan tersebut lalu mengembalikan kota seperti dulu lagi damai dan tentram, didalam ruang tempat Zidan berada saat ini disitulah pusat tempat mereka semua membuat kekacauan di kota.
"Sistem suruh mereka semua berkumpul di gedung kota ini." Ucap Zidan mereka yang dimaksud adalah Herman dan yang lainnya.
(Baik Zidan)
Sistem mengirimkan sebuah sinyal pada teman-teman Zidan agar mereka berkumpul di gedung pusat kota D.
Bruk!
Duk!
Entah apa yang Zidan pukul tapi setelah itu kota sudah kembali terasa damai lagi, tak lama kemudian Herman serta teman-teman Zidan yang lainnya datang menghampiri Zidan, bersama seorang penyiar berita secara live.
"Zidan Permana dan teman-temannya kembali menyelamatkan kota dan pelakunya orang yang sama seperti 1 tahun 7 bulan lalu. Yang lebih parahnya ternyata pak Anton sebagai monandan polisi yang terkenal baik itu dalang dari kekacauan yang berada di kota kita. Tapi sekarang kita semua tidak perlu risau lagi karena kejahatan sudah dibasmi dari kota ini, mari mulai sekarang terapakan kembaikan untuk kota kita." Ucap seorang reporter secara live.
Zidan dan keenam temannya tampak didalam tv mereka tersenyum lega karena sudah berhasil membuat kota kembali damai lagi.
"Mari kita semua mengucapkan terima kasih pada Zidan dan teman-temannya, karena sudah menyelamatkan kota lagi."
Semua orang yang sedang menonton berita tersebut bersorak senang mereka saling berpelukan haru karena kota mereka sudah selamat dari kejahatan, berbagai ucapan teriam kasih mereka ucapan untuk Zidan walaupun tidak secara langsung dan Zidan juga tidak dapat mendengarnya.
"Bapak itu bang Zidan." Heboh Rian langsung memeluk bapaknya sedangkan Hana memeluk Kanza erat.
Keempat orang itu terlihat bahagia sekali, siapa sangka kata-kata yang tadi Hana lontarkan menjadi kenyaatan seperti sekarang ini, didalam tv Zidan dan teman-temannya sedang diwawancari.
Hari bahagia bukan hanya dirasakan oleh keluarga Zidan karena keselamatan kota, tapi juga semua orang yang tinggal di kota D.
Kembali pada Zidan dan teman-temanya.
"Mulai hari ini mari kita tegakkan kebaikan dan jangan menebarkan kejahatan! Hari ini saya dan teman-teman saya berhasil memusnahkan kejahatan, tapi kedepannya kita tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi mulai hari ini mari kita sama-sama melindungi kota kita dari berbagai kejahatan." Ucap Zidan tegas dan lantang.
Mereka semua saling berpelukan merasa haru, Herman dan teman-temannya merasa beruntung sudah dipertemukan pada Zidan. Begitu juga dengan Panji.
(Selamat Zidan kau memang orang baik, ini semua hadiah tak terbatas dari sistem sudah Zidan dapatkan lalu bonus untuk teman-teman Zidan)
"Terimakasih sistem."
"Aku Zidan ingin mengatkan pada kalian semua, aku tidak akan menjadi orang baik kalau bukan bapakku yang memgajariku menjadi orang baik. Jadi untuk bapak dan adik-adikku dan orang yang selalu menemaniku akhir-akhir ini Kanza. Aku mencintai dan menyayangi kalian."
Dari layar televisi pak Hajir, Hana, Rian dan Kanza bisa melihat Zidan tersenyum lebar dan mendengar kata-kata Zidan yang amat menyentuh.
(Tamat)
Terimakasih buat kalian yang udah ngikuti novel ini sampai akhirš¤