Super Rich System

Super Rich System
Tertangkap



Bismillah.


Zidan, Herman, Paul, Panji, Rizal, Aceng dan Bagus sudah sampai di kantor polisi. Zidan langsung pergi menemui pak komandan untuk membicarakan masalah serius ini.


Suasana di kantor polisi berjalan normal seperti biasa, tidak ada tanda-tanda kekacauan sedikitpun dipolda kota D, sekaan kekacauan yang terjadi di gedung indah benar-benar ditutup rapat agar tidak ada satu orangpun yang curiga. Kekacauan besar itu baru kali ini terjadi di gedung Indah. Jelas saja membuat Aska dan istri sebagai pemilik gedung indah jadi panik.


"Selamat sore pak komandan." sapa Zidan.


Pak Anton sebagai komanda di podal gedung 1 kantor polisi, mengangat kepalanya yang tadi sedang menatap dokumen, kini pak Anton jadi melihat pada Zidan dan teman-temannya. Pak Anton menaikkan sebelah alisnya melihat Zidan datang dengan banyak orang. Mereka seperti mau demo saja.


"Zidan ingin bertemu pak Aska kembali?"


"Bukan komanda, saya ingin melaporkan tentang gedung indah. Ada rahasia yang disembunyikan dibalik gedung indah. Jika pak komandan tidak percaya, bapak bisa melihat bukti-bukti yang saya bawa." ujar Zidan.


Semua bukti yang Zidan dan kawan-kawannya dapat kini sudah berpindah tangan pada pak Anton, sebagai komandan. Polisi dipolda kota D. Beliau melihat semua bukti itu dengan saksama, sesekali terlihat wajah keterkejutan pak Anton saat membaca juga melihat barang bukti yang Zidan serahkan.


"Jadi selama bertahun-tahun ini jenderal Aska sudah menipu semua orang." molong pak Anton.


"Benar komandan, jika saya boleh usul, lebih baik melakukan penangkapan sekarang agar lebih mudah. Di gedung indah sedang terjadi kekacauan besar. Agar komandan dan pada tim bisa menangkap orang-orang itu dengan mudah. Saya dan kawan-kawan saya akan membantu." usul Zidan.


Komanda Anton tidak langsung menyetujui usulan Zidan, beliau malah menatap satu persatu teman Zidan. Rasanya pak Anton tidak asing dengan orang-orang yang ada di depannya ini, tapi siapa mereka?


Tidak mudah memang untuk mencari identitas pembunuh bayaran, apalagi sekarang para pembunuh bayaran itu sudah tidak lagi melakukan aksi mereka. Jelas mereka tidak lagi membunuh orang, pemimpin mereka yang sekarang seorang memilik hati lembut dan mudah tergerak hatinya untuk menolong seseorang.


"Bagaimana komandan? Apakah komandan setuju usulan saya?." Zidan terpaksa kembali bersuara, karena melihat komandan Anton bengong.


"Boleh di coba, sebentar. Galih perintahkan para polisi untuk bersiapa menangkap penipu, bawa kelompok dalam jumlah banyak." titah pak Anton.


"Baik komandan, laksanakan."


Komandan Anton kembali menghadap Zidan dan mempertanyakan rencana apa yang Zidan buat agar mereka dapat menangkap para penipu dengan mudah.


"Apa Zidan punya rencana?"


"Tidak komandan, hanya saja saya bisa memastikan dimana titik aman para anggota komandan nanti, saya juga tau tempat mana yang sedang terjadi kekacauan."


"Kita berangkat sekarang." putus komandan.


Rombongan Zidan dan komandan polisi segera menuju gedung indah. Sebentar lagi mereka akan menangkap para penipu yang sudah berbuat keterlaluan pada penduduk kota.


Pemilik gedung indah tidak hanya melakukan penipuan, tapi juga membunuh, menjual barang haram, masih banyak lagi. Seperti menghipnotis para polisi dan penduduk kota.


Waktu bergulir.


"Bersiap!" titah komandan pada seluruh anggotanya.


Semua orang sudah berada diposisi mereka masing-masing, hanya tinggal menunggu perintah dari komandan mereka akan segera bergerak.


"Zidan apa kita bergerak sekarang?" tanya komandan Anton memastikan.


"Sebentar komandan."


Zidan dan komandan Anton memang berada dititik yang sama. Sementara Zidan sudah menempatkan para temannya dititik yang berbeda-beda mereka tetap terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok Zidan yang dipimpin oleh komandan Anton dan Zidan sendiri berada dibagian yang terjadi kekacauan. Jumlah mereka paling banyak dari pada yang lain.


"Sekarang komandan!" ujar Zidan.


"Bergerak!" instruksi komandan Anton pada seluruh anak buahnya.


Di dalam yang sedang terjadi kekacauan berhenti seketika kala mendengar suara tembakan. Aska yang tadinya marah-marah kaget melihat para polisi yang tengah mengepung tempat miliknya.


"Angkat tangan!" titih seorang polisi.


Pak Kasim, Saga, Anton dan Liona juga berada di tempat itu, tanpa susah payah para polisi mencari keberadan orang-orang itu mereka sudah menyerahkan diri langsung ternyata. Zidan memang melaporkan perbuatan pak Kasim, Saga dan kedua teman Saga pada polisi secara bersama. Saat tadi melaporkan kasus gedung indah. Zidan tau pak Kasim dan anaknya beserta kedua teman Saga berada di dalam gedung indah juga, setelah Zidan melihat rekaman video Rizal.


"Kalian tidak bisa menangkap saya! Saya jenderal polisi!" teriak Aska.


Namun tidak ada seorangpun yang mendengarkan Aska, mereka semua langsung dibawa ke kantor polisi. Sedangkan Aska dan istrinya juga baru langsung dibawa ke ruang sidang pengadilan. Sore itu juga polisi melakukan sidang.


Sidang selesai Aska dan istri. Aska dan Istri juga tangan kanan mereka terkenal Pasal 374 KUHP Dalam pasal penipuan dan penggelapan memang pelaku akan dihukum dengan penjara 4 tahun.


Tidak sampai disitu mereka juga terkena tidak pidana atas kasusu penjualan barang ilega, seperti penjualan manusia, narkoba dan minuman keras. Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.


Mereka juga terkena dalam kasus pembunuh dan dijatuhkan hukuman Pada kasus pembunuhan yang diatur dalam Pasal 339 KUHP ini, ancaman pidananya adalah pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.


Jadi Aska dan istrinya Karin juga tangan kanan mereka mendekam dalam penjara selama seumur hidup.


Bukti sudah terkumpul semua, Aska dan Istri tidak dapat melawan. Sementara gedung indah dan seluruh isinya, kecuali narkoba dan minuman keras. Gedung itu jatuh ketangan Zidan sebagai penghargaan yang Zidan dapatkan dari para polisi.


Isi di dalam gedung indah juga mencapai 100.000.000. Polisi sudah mengamankan uang yang didapat dari penjualan manusia. polisi juga mengamakan seluruh barang haram yang ada di gedung hitam.


Terbongkar sudah tentang gedung indah selama hampir 15 tahun ini telah melakukan siasat penipuan pada seluruh masyarakat.


"Selamat Zidan, anda kembali mendapatkan penghargaan." Zidan menjabat tangan pak Anton.


Dua kali nama Zidan melambung, karena acara hari ini disiarkan secara live disalah satu stasui tv dan juga media sosial. Kali ini bukan hanya nama Zidan yang melambung tapi nama para teman-temanya ikut melambung. Mereka bagikan malaikat penolong untuk seluruh warga yang tinggal di kota maupun dekat dengan kota.