
Bismillah.
(Selamat Zidan berhasil memecahkan kasus tentang gedung Indah yang sering Zidan sebut gedung hitam. Zidan telah mendapatkan penghargaan dari polisi satu unit gedung yang harganya sekitar 4 milyar rupiah, tidak hanya itu saja Zidan. Sistem bertahu sebuah rahasia, di dalam gedung ini terdapat emas yang terpendam.)
"Sungguh sistem? Tapi kalau emas itu milik Aska dan istrinya kita harus menyerhakan pada polisi."
(Bukan Zidan, emas itu adalah harta karun tertimbun. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang keberadaan emas tersebut. Sistem dapat melacaknya karena melewati tempat itu tadi. Tempatnya ada dibagian selatan tempat pembuatan asap hipnotis, sistem harap Zidan segera mengeceknya)
"Baiklah sistem akan aku lakukan."
Zidan melangkah lebar menuju tempat pembuatan asap hipnotis yang dulu dilakukan oleh Aska dan Karin. Sistem memberitahu Zidan jika keberadaan harta karun itu tepat berada di bawah meja berwaran kuning yang tidak pernah dipindah posisinya.
"Aku harus menggalinya sendiri, mau mengajak Herman dan yang lainnya mereka masih diintrogasi oleh polisi. Aku harap mereka tidak tertangkap, tapi mereka juga harus bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah pernah mereka lakukan." Zidan bermolong sendiri, mengingat nasib teman-temannya yang kini sedang berhadapan dengan polisi.
Sebuah cangkul sudah Zidan pegang, alat-alat yang Zidan butuhkan sudah tersedia di ruangan tersebut rupanya, jadi dia tidak perlu susah payah mencari alat untuk membongkar harta karun.
Pertama Zidan melobagi bagian yang tadinya terletak sebuah kursi kayu dengan cat waran kuning itu, setelah berhasil dilubang barulah Zidan mulai menggali tempat itu. Kebetulan sekali ruang tempat pembuatan hipnotis berada di lantai paling bawah, hingga berhubungan langsung dengan tanah.
"Bismillah." Doa Zidan sebelum mulai menggali.
Zidan seperti orang bodoh saja, kalau dipikir mana ada mas di dalam gedung itu, kalau ada juga seharusnya sudah terdeteki oleh orang yang menempati gedung ini sebelumnya. Walapun begitu Zidan tetap mempercayai sistem jika benar ada harta karu di ruangan itu.
Perlahan tapi pasti Zidan hampir setengah jam menggali sudah berada di dalam yang semakin bawah. Biasanya semakin dalam menggali tanah pasti akan muncul sumber air walaupun sedikit. Tempat Zidan kali ini air sama sekali tidak muncul menandakan bahwa benar-benar ada harta karun di dalam sana. Zidan semakin cepat menggali tanah yang berada disekitarnya saat ini.
Satu jam berlalu, silau dari emas sudah mulai terlihat tentu saja Zidan semakin semangat menggali tanah tempat yang dia pijak ini. Sedari tadi usahanya yang amat lelah ini sudah menunjukan hasil.
Benar kata Zidan, sistem tak mungkin berbohong pada dirinya. Mungkin harta karun ini adalah salah satu hadiah dari sistem yang Zidan dapatkan dengan cara usahanya sendiri.
"Masya Allah, ini beneran harta karun." Kaget Zidan.
Zidan mengangat sebuah peti besar dengan begitu sulit, isi dalam peti itu semuanya emas. Sampai Zidan bingung harus harus dia apakah dengan emas-emas itu.
Ting!
(Selamat Zidan telah menjadi seorang milyader, emas yang Zidan pegang saat ini tidak terhitung jumlahnya. Sekarang Zidan menduduki posisi orang terkaya nomor 5 di dunia, Zidan telah menggeser 10 orang terkaya di dunia atas seluruh harta milik Zidan)
(Zidan telah berhasil mendapatkan imbalan sebesar 2 Milyar dari sistem, atas keberhasilan Zidan. Bonus yang Zidan dapat juga 100 juta, point Zidan mendapatkan 5000, kekutan fisik Zidan mendapatkan 50% dan keahilan pengobatan Zidan berhasil mencapai tingkat menengah dengan level 80.)
Zidan terkaget-kaget mendengar penjelasan dari sistem yang benar saja dia dari orang misik yang tidak memiliki apa-apa, kini berhasil mengeser posisi 10 orang terkaya di dunia. Zidan rasanya tak percaya tapi dia juga sangat berseyukur.
Benar kehidupan itu berputar seperti roda, yang dibawah tidak akan selalu dibawah yang diatas tidak akan terus diatas semua akan ada masanya masing-masing dan untuk hal ini Zidan telah membuktikannya sendiri.
Sujud syukur langsung Zidan lakukan, sekarang yang dia bingung bagimana cara membawa semua emas yang dia temukan. Zidan akan membagi keenam temannya juga yang sudah menolong dirinya untuk memecahkan kasus tentang gedung indah.
"Sistem aku ingin mengecek dataku." Ujar Zidan sangat penasaran dia seperti apa sekarang datanya, sudah lama Zidan tak menengok data dirinya sendiri.
Ting!
Nama : Zidan permana. Anak pertama dari 3 bersaudara.
Umur : 21 tahun
Pekerjaan : Do.........
Kekuatan fisik : 170%
Reward : Tak terhitung mencapai 6 milyar lebih yang terhitung. Emas satu kota besar.
Sistem : rich! 01
Level sistem : 5
Point : 11.700 dilevel 4 sistem.
Misi :Misi tingkat tinggi sudah terpacu 2 kali, misi sederhana 7 misi dari banyaknya misi. Misi berbahaya telah berhasil diselesaikan.
Keuntungan : Sistem dan rekening. Misi pelunasan hutang. misi tingkat tinggi.
kejutan : ahli pengobatan tingkat menengah. Beladirisederhan.
Keahlian : Pengobat tingakat sedang level 80, ahli bela diri tingkat menengah.
"Aku aku apakan semua uang itu nanti." Bingung Zidan.
Manusai memang selalu saja mengeluh tak punya uang pusing punya uangpun pusing juga. Apalagi yang tadinya tidak pernah memegang uang banyak, Tiba-tiba jadi orang terkaya nomor 5 di dunia, sungguh suatu hal yang mengejutkan bukan.
(Sistem bisa mengusulkan pada Zidan untuk membeli rumah baru, kendaraan, handpone dan barang-barang yang dibutuhkan lainnya. Zidan juga bisa membuka usaha di gedung indah. Kelolah gedung indah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Zidan tenang saja identitas Zidan sebagai orang terkaya nomor 5 di dunia tidak akan bisa diketahui banyak orang. Karena hal ini adalah identitas yang harus dirahasiakan.)
"Tapi aku masih ingin bekerja menjadi dokter di sekolahan Hana."
(Tentu saja bisa Zidan, menjadi dokter di sekolahan adik Zidan bisa menutupi identitas Zidan yang sekarang. Zidan juga bisa kuliah sambil bekerja. Usulan sistem hanya itu saja Zidan, mungkin Zidan akan mempergunkan uang Zidan dengan hal lainnya.)
"Yang pasti aku akan mengaji keenam teman ku yang sudah membantu meringankan misiku kali ini. Aku tidak tahu sekarang bagimana nasib mereka, coba saja jika aku diizinkan untuk ikut melihat mereka yang sedang diinterogasi." Oceh Zidan pada diri sendiri.
Zidan akhirnya memutuskan untuk pulang lebih dulu, besok dia akan menyusun rencana selanjutnya untuk uang yang Zidan dapat. Sekarang pulang dulu takut bapaknya mengkhawatirkan Zidan.
Seperti biasa Zidan menyuruh sistem untuk menyimpan semua emas itu lebih dulu. Sebenarnya bukan hanya Zidan yang mendapatkan penghargaan Herman dan keempat temannya juga Panji mendapatkan penghargaan pula. Hanya saja saat ini mereka sedang diintrogasi oleh polisi. Sedangkan Panji diminta keterangan selama dia berdada di dalam gedung indah yang bagikan penjara bagi Panji sendiri.