
Bismillah.
"Hana, tolong sampaikan pada abang kamu, besok saya mengundang Zidan untuk bertemu." ucap kepala sekolah pada Hana.
"Baik pak, Insya Allah pesan yang bapak kirimkan akan saya sampaikan pada bang Zidan." jawab Hana sopan.
"Terima kasih banyak Hana."
"Sama-sama pak kepala sekolah." jawab Hana.
Hana baru saja akan pulang sekolah, seperti biasa sebelum pulang dia harus menjemput adiknya lebih dulu.
"Pak saya permisi duluan ya." ucap Hana akhirnya.
"Iya silakan kamu hati-hati di jalan Hana."
"Baik pak, saya permisi, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Hana pergi meninggalkan area sekolah. Sekolah SMP 30 juga sudah terlihat sepi, para siswa dan siswi sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sementara itu di rumah Zidan, hari ini dia sedang membereskan rumah, pekerjaan Zidam hampir selesai, dia hanya tinggal menyapu halam saja.
Ting!
Ting!
Ting!
Zidan yang masih fokus menyapa seperti mendengar kegaduhan, anehnya Zidan sendiri tidak tahu suara itu berasal dari mana.
Duk!
Bruk!
Ark!
Ting........!
"Suara apa berisik sekali!" Zidan menatap sekeliling untuk mencari sumber suara. Namun dia tak menemukan sumber suara itu berasal dari mana.
(Zidan jangan cari lagi!) suara sistem membuat Zidan tersadar, jika suara bising yang baru saja dia dengar bersumber dari sistem.
"Sistem ada apa? Kenapa berisik sekali?" bingung Zidan.
Duk!
Brk!
Tak ada respon dari sistem membuat Zidan. merasa heran apa yang sudah terjadi pada sistem rich!
"Sistem apa terjadi sesuatu?"
(Benar Zidan! Zidan misi mata-mata sistem aktif!)
"Jadi maksdunya aku kembali mendapatkan misi baru lagi, setelah tidak lama mendapatkan misi?"
(Benar sekali Zidan, kali ini Zidan harus mencari tahu tetang gedung aneh yang berhasil Zidan masuki kemarin, tapi maaf kali ini Zidan tidak bisa menggunakan fitur menghilang)
"Apa!" pekik Zidan merasa tak percaya.
Jika tidak ada fitur menghilang, lalu bagaimana caranya Zidan bisa masuk ke dalam gedung hitam yang aneh itu. Begitulah pikir Zidan.
"Kenapa seperti itu sistem? Sistem tahu sendiri jika tepat itu sangat dijaga ketat!"
(Mungkin Zidan bisa meminta bantuan Herman dan teman-temannya. Fitur menghilang tidak lagi aktif, karena ada misi mata-mata)
(Dua hal yang sama tidak bisa disatukan, jika disatukan maka akan menjadi kelemahan sistem, begitu program yang dimiliki oleh sistem rich!)
(Jika fitur menghilang dan misi mata-mata disatukan, kemungkinan besar, Zidan akan gagal menjelaskan misi ini.)
Zidan bengong sambil menghembuskan nafas kasar, setelah mendengar penjelasan dari sistem.
"Bagaimana aku menghubungi Herman, aku saja tidak punya hp."
(Zidan tenang saja, untuk hal yang satu ini sistem akan membantu Zidan)
"Baik terima kasih."
Ting!
Pesan sistem pada Zidan, mendapatkan pesan sistem dari Zidan benar-benar memperhatikan nomor yang dia masukan, agar tidak salah, Zidan tidak aku membuat dirinya sendiri kecewa.
"Selesai!" ucap Zidan.
Ting!
Saat itu juga sambung telepon Herman dan layar transparan yang Zidan lakukan melalui telefon terhubung.
"Zidan apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Herman, kala tahu siapa yang menghubungi dirinya.
"Benar Herman, aku butuh bantuanmu dan keempat temanmu." sahut Zidan.
Diujung sana Herman menaikkan sebelah alisnya, kebetulan sekali Zidan melakukan panggilan video call.
"Datang ke daerah kota, aku tunggu kalian disana, masalah apa yang harus kalian lakukan, akan aku jelaskan lewat pesan."
"Tapi sebelum itu, apakah kamu tahu kawasan ini?" Zidan mengirim sebuah gambar pada Herman.
Herman mengecek gambar apa yang baru saja dikirim oleh Zidan, "Zidan bukankah itu gedung yang paling terkenal di kota." ujar Herman..
"Aku kurang tahu, tapi yang pasti kita akan menyelidiki gedung ini, aku merasa ada yang aneh pada gedung ini." ujar Zidan.
"Baik, aku membutuhkan bantuan kalian, kita bertemu di belakang gedung ini, hany itu yang akan aku sampaikan, sisanya aku kirim lewat pesan." ujar Zidan.
"Baik Zidan."
Setelah itu sambungan video call Zidan dan Herman terputus begitu saja, Zidan sedikit lega akhirnya dia memiliki teman untuk menyelesaikan masalah ini.
Zidan yakin Herman dan yang lainnya bisa melakukan melakukan misi ini dengan baik, karena mereka semua mantan pembunuh bayaran yang bekerja secara tersembunyi.
Ting!
(Zidan biar sistem jelaskan lebih dulu, apa yang harus Zidan hindari dan apa saja yang akan Zidan dapatkan setelah berhasil menyelesaikan misi ini, untuk sementara mungkin misi ini hanya penyelidikan saja, tapi sistem bisa memastikan, misi selanjutnya untuk membubarkan gedung itu, jika benar hal yang tidak baik benar terjadi, apa yang dicurigai benar adanya)
(Untuk misi kali ini Zidan akan mendapatkan reward sebanyak 10.000.000, point 500, dan kekuatan fisik 30%, ini hanya pemberitahuan pertama, tapi bisa jadi reward yang Zidan dapatkan bertambah atau berkurang)
(Bertambahnya karena hasil yang memuaskan, berkurangnya karena ada sutau kesalahan yang dilakukan, sistem hanya berpesan hati-hatilah nanti disana, dan pastikan semua bukti dapat dihasilkan dengan baik, jika Zidan sanggup membebaskan orang-orang yang ada di penjara saat itu, sistem akan membantu.)
Banyak sekali penjelasan yang harus Zidan dengarkan dari sistem, misi kali ini bisa jadi nyawa Zidan terancam, jika ketahuan oleh orang yang ada di dalam gedung.
Apalagi di gedung itu, sangat ketat penjagannya, "Baik sistem, aku berangkat sekarang."
(Oke Zidan, sistem akan selalu mengawasi Zidan, tapi ingat Allah akan selalu ada bersama Zidan)
"Sistem benar."
Sebelum pegi ke kota Zidan izin terlebih dahulu pada bapaknya, agar bapaknya tidak khawatir.
Setelah mendapatkan izin dari pak Hajir barulah Zidan berani pergi, izin juga agar bapak Hajir tidak khawatir pada dirinya.
"Bapak Zidan pergi dulu ya, Assalamualaikum." salam Zidan.
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan Zidan, jangan pulang larut malam." pesan pak Hajir.
"Insya Allah pak."
Zidan benar-benar pergi setelahnya, dia sudah tak terlihat lagi disana. Tidak butuh waktu lama Zidan sudah sampai di belakang gedung hitam itu. Sampai disana Herman dan yang lainnya sudah menunggu Zidan, di belakang gedung tersebut.
"Assalamualaikum, kalian sudah lama disini?"
"Waalaikumsalam." jawab kelima orang itu.
"Zidan tengan saja kami baru sampai juga." sahut Rizal.
Zidan mengangguk lalu dia membisikkan rencananya pada kelima mantan pembunuh bayaran itu yang sekarang sudah berjanji akan patuh pada perintahnya. Sebelumnya Zidan juga sudah menjelaskan lewat pesan pada Herman.
"Ingat jangan sampai kita ketahuan, aku pernah masuk sekali ke dalam gedung di hadapan kita saat ini. Anehnya tidak apa-apa yang aku lihat. Diujung dalam gedung itu ada banyak tawanan, kita juga tidak bisa masuk sembarangan harus punya akses." jelas Zidan.
"Kami paham Zidan, masalah akses serahkan saja pada Bagus."
"Baik, ayo kita bergerak sekarang." ajak Zidan.
"Go!"