Super Rich System

Super Rich System
Berhasil



Bismillah.


Zidan berhasil menggunakan lorong waktu yang sudah dia pelajari dari sistem rich, kini semua orang satu persatu masuk ke dalam lorong waktu tersebut. Lorong waktu sedang berjalan di tempat penyekapan orang-orang.


"Semua harap tenang, saya janji akan mengembalikan kalian ke rumah kalian masing-masing, menggunakan sistem milik saya ini yang sudah terprogram."


Semua orang merasa lega setelah mendengar penjelasan dari Zidan, setidaknya mereka masih memiliki harapan agar bisa kembali ke rumah masing-masing.


Sistem yang Zidan maksud bukanlah sistem rich, melainkan lorong waktu, tak mungkin juga Zidan memberitahu semua orang tentang lorong waktu, maka dari itu Zidan menyebut lorong waktu sebagai sistem, karena teknologi di kota itu juga sudah sangat maju, walaupun belum ada satupun teknologi yang bisa mengimbangi sistem rich.


"Zidan apa kamu yakin dengan semua ini?" tanya Paul.


Ada sedikit keraguan yang Paul tunjukan pada Zidan, bagi Paul mustahil mereka bisa mengembalikan orang-orang itu ke rumah mereka masing-masing.


Sementara orang yang berada di dalam ruangan itu ada sekitar 1000 orang lebih, dari mana mereka tahu coba alamat setiap orangnya.


"Kamu tenang saja Paul, semua sudah diatur."


"Baiklah, walaupun aku masih ragu, tapi aku percaya padamu Zidan."


Lorong waktu milik sistem rich memang dapat mengakses setiap alamat tempat tinggal perorangan yang pernah masuk ke dalam lorong waktu.


Intinya jika seorang pernah berada di dalam lorong waktu milik sistem rich, maka otomatis sistem rich akan mengetahui alamat orang tersebut.


Di dalam ruangan itu angin berhembus dengan santai, angin itu bukan berasal dari luar melainkan berasal dari lorong waktu yang menyedot satu persatu orang-orang berada di dalam ruangan seperti penjara di dalam gedung hitam.


Mereka semua sudah ditarik otomatis oleh lorong waktu, setelah Zidan berhasil mengaktifkan lorong waktu yang telah dia pelajari sebelumnya.


Waktu 30 menit berlalu hanya tinggal Zidan dan Paul yang belum masuk ke dalam lorong waktu, kini giliran keduanya masuk ke dalam lorong waktu.


"Bersiaplah Paul, kita akan segera masuk ke dalam!" ujar Zidan memberikan peringatan.


"Aku sudah siapa! sangat siapa bahkan, yah walaupun aku tidak tahu apakah kita akan baik-baik saja atau tidak nantinya."


"Percayalah Paul kita akan baik-baik saja, jika kamu masih ragu maka berdoalah."


"Sudah pasti Zidan!"


Ting!


Saat Zidan dan Paul tengah mengobrol disaat itulah sistem muncul, untuk memberitahu Zidan, kalau saat ini waktunya Zidan dan Paul.


(Bersiaplah Zidan, sistem akan menarik kalian semua, tapi sistem tidak tahu kalian semua akan terjebak dalam waktu berapa lama di dalam lorong waktu.)


"Kenapa bisa begitu!" kaget Zidan.


(Karena orang-orang yang masuk ke dalam lorong waktu sangatlah banyak, jadi mohon bersabar untuk Zidan dan Paul, jika kalian ingin kembali ke belakang gedung ini.)


"Jadi begitu, aku paham sekarang."


Wes!


Angin kencang menyeret Zidan dan Paul masuk ke dalam lorong waktu, keduanya ditarik begitu saja oleh sistem rich menggunakan lorong waktu.


Ada hal yang telah dilupakan oleh sistem rich, jika masuk ke dalam lorong waktu mereka akan berpisah, hal itu tidak disampaikan oleh sistem pada Zidan.


"Kemana Paul?" bingung Zidan.


Saat ini Zidan sudah berada di dalam lorong waktu sama halnya dengan Paul, tapi kedua orang itu berada di tempat yang berbeda.


Ting!


(Maafkan sistem Zidan, maafkan kelalaian sistem yang sudah lupa memberi informasi penting pada Zidan tentang lorong waktu.)


"Apa yang terjadi sistem!"


(Jadi begini Zidan, kalian semua yang berada di dalam lorong waktu akan terpisah selama berada di dalamnya, jadi kalian tidak bisa menemukan satu sama lainnya.)


(Sistem peringatkan pada Zidan, harap Zidan bisa tenang menghadapi semua keadaan yang nanti datang pada Zidan di dalam lorong waktu, karena Zidan adalah kunci lorong waktu. Saat ini lorong waktu sudah mulai memulangkan orang-orang yang berada di dalam ke rumah mereka masing-masing.)


(Ingat walaupun semua sudah terkendali dengan baik, Zidan harus tetap waspada takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya, lorong waktu lebih mempercepat kinerjanya.)


"Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan sistem?"


(Zidan waspada saja, untuk saat ini semua baik-baik saja, lorong waktu berjalan dengan normal)


Sementara itu, di berbagai tempat dan daerah, juga kota.


Ting!


"Akhirnya aku pulang juga, terima kasih orang baik sudah menolongku."


Ting!


"Ye! pulang."


"Alhamdulillah."


Diberbagai tempat terjadi hal yang sama, sistem rich benar-benar membawa mereka semua pulang ke rumah masing-masing.


Lorong waktu menggunakan celah sendiri untuk bisa membantu mereka semua pulang ke rumah.


Ting!


"Kakak! Kita akhirnya bebas."


"Benar adik!" kedua kakak beradik itu pun saling berpelukan satu sama lain, bahagia sekali bebas dari tempat terkutuk yang sudah bertahun-tahun mengurung mereka.


Mereka termasuk orang yang beruntung sebelum dijual ataupun dieksekusi oleh pemilik gedung hitam itu, mereka semua sudah selamat lebih dulu.


Ting!


Beberapa orang lainnya juga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Diberbagai tempat kembali terjadi hal yang sama, kebanyakan mereka semua yang dijadikan sandera orang-orang yang berasal dari kota.


Kembali ke lorong waktu semua orang sudah dipulangkan satu persatu hanya beberapa orang lagi yang masih dalam perjalanan.


20 menit berlalu barulah semua orang sudah kembali ke tempat asal mereka masing-masing, hanya tinggal Zidan dan Paul pagi di dalam lorong waktu.


Tapi ada yang aneh karena tersisa tiga orang yang masih tinggal di dalam lorong waktu. Tak tahu siapa yang begitu betah tinggal di dalam lorong waktu atau dia memiliki tujuan lain.


Wes!


Angin kencang menghampiri Herman dan tiga temannya yang lain, mereka masih berada di belakang gedung hitam tersebut.


Zidan, Paul dan satu orang lagi ditarik sangat kencang oleh lorong waktu, sebuah lingkaran muncul tempat di atas Herman dan yang lainnya setelah angin kencang menerpa mereka baru saja.


Bruk!


Bruk!


Bruk!


"Astagfirullah." ucap mereka semua kompak.


"Woi sakit!" keluh Bagus, dia tertindih paling bawah.


"Ya Allah Bagus!" kaget mereka semua, satu persatu mereka bangkit.


Hanya Zidan yang tidak jatuh, entah kenapa itu bisa terjadi Zidan mendarat dengan sempurna saat lorong waktu menarik mereka tadi.


"Perasaan kita cuman berenam kok sekarang jadi tujuh." bingung Zidan.


Zidan tengah memperhatikan semua teman-temannya satu persatu. Siapa pikir Zidan yang telah tertinggal oleh lorong waktu.


Sampai orang itu menghadap Zidan, dia baru sadar siapa yang tertinggal, "Lo! kenapa nggak pulang ke rumah?"


"Hehehe, saya ingin ikut kamu!" 


Cek!


Decak Zidan tak percaya, bagaimana ada orang yang mau ikut dirinya, dia saja hidup miskin.


"Kalian kenapa bisa muncul dari langit?" bingung Herman.


"Langit ndasmu!" kesal Rizal.


"Sudah nanti saja kita bahas hal itu, sekarang kita bahas masalah di dalam gedung itu, apa saja yang kita dapat ayo kita kumpulkan hasil penyelidikannya." ujar Zidan pada akhirnya.