Super Rich System

Super Rich System
#Wawancara



Bismillah.


Masih di kantor polisi, para wartawan tak henti-hetinya mewawancari Zidan, keberhasilan Zidan menangkap penjahat kelas kakap membuat dirinya jadi viral dalam waktu sekejap.


Zidan sampai dijuluki seorang pahlawan tangguh oleh banyak orang yang menyaksikan stasiun tv, hampir semua stasiun televisi menirakan tentang kepahlawanan Zidan.


Pria miskin yang berhasil menangkap penjahat di tengah malam dengan tangan kosong, bukan hanya stasiun tv saja yang isinya hampir tentang Zidan kebanyakan.


Media sosial sama halnya banjir tentang Zidan hampir keseluruhan benar-benar sudah viral sekali Zidan.


Sayangnya adik-adik Zidan dan bapak Hajir tidak bisa melihat keberhasilan Zidan. Mereka tak tahu kalau Zidan sadang viral.


Zidan masih diwawancari oleh beberapa reporter terdiam sejenak, rasanya ingin sekali Zidan mengajak kedua adiknya dan bapaknya untuk masuk tv. Sungguh hal yang tak pernah Zidan duga, jika dia akan menjadi terkenal, disamping itu Kanza pun tidak ketinggalan diwawancari oleh beberapa reporter.


"Zidan bisa ceritakan bagimana pengalaman anda? sampai bisa menangkap penjahat di malam hari, atas dasar apa anda juga mau menolong mereka, padahal bisa saja anda yang saat itu dituduh sebagai pengacau."


Salah satu reporter mengajukan pertanyaan pada Zidan, Zidan segera sadar dari lamunannya. Kanza juga masih berdiri disebelah Zidan. Dia bersiap untuk menjawab pertanyaan reporter barusan, sambil memutar otaknya agar bisa menjawab sampai pada logika semua orang.


Tak mungkin pula Zidan berkata jika semua yang dia lakukan adalahmisi dari sistem, walaupun Zidan memang membantu dengan ikhlas.


Kanza bisa mendengar Zidan menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari seorang reporte, mulutnya sudah mulai terbuka untuk bicara.


"Saya melakukan semua itu atas dasar rasa tolong menolong, kita sesama manusia sudah seharusnya menolong yang membutuhkan, jika hewan akan saling beradu kekuatan, yang kuat yang berkuasa. Maka kita manusia tidak seperti itu, yang kuat harus menolong yang lemah, kita manusia berbeda dengan hewan. Kita memilki akal yang bisa digunakan, sedangkan hewan tidak."


"Masalah saya kenapa bisa ada disaat kejadian, kebetulan saya sedang jalan-jalan disekitar kota, saya juga heran, biasanya saya tidak perah keluar tengah malam."


"Tapi Allah mengerakan saya untuk jalan-jalan di malam hari, ternyata ada orang yang membutuhkan bantuan, Alhamdulillah, perantara saya, orang-orang di panti kota bisa selamat."


"Mungkin semua sudah rencana Allah, satu lagi, kenapa saya begitu berani, tidak takut jika saya yang menjadi sasaran mereka. Bapak saya selalu mengajari saya, jika saya tidak boleh takut selain kepada Allah, dan saya juga yakin doa bapak saya selalu menyertai saya."


"Semua karena bimbingan bapak saya!" jawab Zidan mantap.


Semua orang jadi berbisik-bisik penasaran seperti apa bapak dari Zidan ini, karena Zidan begitu membanggakan bapaknya.


"Terima kasih atas jawabannya, kami masih ada pertanyaan, siapa perempuan yang berada di sebelah anda ini? Apa dia perempuan yang spesial untuk anda?" tanya reporter lagi.


Banyak yang menunggu jawaban dari Zidan. Zidan dan Kanza saling melempar pandangan sejenak, tak habis pikir keduanya dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh orang-orang ini.


Kanza memberi isyrat pada Zidan agara dia dibolehkan untuk menjawab pertanyaan mereka semua, Zidan paham akan maksud Kanza mengangguk setuju, dia yakin Kanza bisa menjawab dengan baik.


"Begini, saya salah satu orang yang berada dikejadian saat itu, nah, kebetulan sekali saya juga guru dari adik Zidan, saya salah satu guru dari SMP 30, saya juga pernah ditolong Zidan saat, tak sengaja masuk ke dalam sumur." ucap Kanza.


Tentu saja Kanza berbohong, jika dia tak sengaja kejebur di dalam sumur, tak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya, bisa rusak reputasi sekolah SMP 30, kalau orang-orang tahu, kasusnya yang dijebak oleh puluhan siswa siswi sendiri.


"Jadi kalian hanya teman biasa?" Zidan dan Kanza mengangguk kompak.


"Terima kasih atas semua jawaban yang sudah kalian berikan."


Setengah jam berlalu, akhirnya Zidan dan Kanza selesai juga diwawancarai, setelah mengucapkan terima kasih pada para polisi niatnya Kanza dan Zidan akan pamit pulang, tapi Zidan malah sakit perut.


Dia tak malu sama sekali mengucapkan hal tersebut pada Kanza, memang Zidan sedang sakit perut, panggilan alam yang Zidan rasakan menuntut untuk segera dituntaskan.


Setelah bertanya pada salah seorang polisi, dimana letak toilet, Zidan segera mencari tolite yang tadi dikatakan oleh polisi. Tak butuh waktu lama Zidan akhirnya menemukan apa yang dia inginkan, Zidan segera menuntaskan hajathnya.


Kanza masih setia menunggu Zidan di ruang tunggu yang memang sudah disiapkan di kantor polisi itu. Hanya beberapa menit saja Zidan sudah menyelesaikan hajatnya, saat Zidan hendak melangkah masuk, netranya kembali melihat gedung aneh. Merasa penasaran Zidan memutuskan untuk mencari tahu tempat apa sebenarnya gedung itu.


(Zidan, sistem akan membantu Zidan untuk mengakses lebih cepat, sistem juga akan membantu Zidan untuk mencari tahu apa yang ada di dalam gedung itu)


Langkah Zidan langsung terheti mendengar informasi dari sistem, ternyata sistem juga sudah curiga pada gedung yang terlihat aneh tersebut.


"Baiklah sistem, aku akan berhati-hati." sahut Zidan.


Akhirnya Zidan kembali melangkah mendekati gedung aneh itu, "Sistem kenapa tidak jadi misi saja hal ini?" tanya Zidan.


(Maaf Zidan belum waktunya misi kali ini aktif, tapi Zidan suara yang tadi pagi Zidan dengar, sistem sudah mengetahuinya. Suara itu berasal dari gedung aneh yang ada di depan Zidan saat ini)


"Sistem, jika suara itu berasal dari gedung itu, ini benar-benar aneh, pasalnya tadi pagi jarakku dengan gedung begitu jauh, aku juga merasakan hal yang sama jika suara aneh yang aku dengar itu berasal dari gedung ini." ucap Zidan panjang lebar.


Zidan melihat kesana kemarin, gedung itu dijaga begitu ketat, dari kantor polisi jaraknya tidak terlalu jauh, padahal Zidan lihat tadi gedung hitam itu sangatlah jauh.


"Benar-benar aneh, kenapa aku sudah berada disini." sadar Zidan.


(Zidan jangan melangkah lagi!) cegah sistem.


(Zidan, sistem akan membantu Zidan agar bisa masuk ke dalam tanpa kelihatan oleh orang lain)


"Caranya."


(Sistem ada fitur untuk Zidan menghilang, fitur itu aktif dalam waktu tertentu, kebetulan sekali saat ini fitur menghilang milik sistem sedang aktif.)


Zidan berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui untuk menggunakan fitur menghilang.


"Baik sistem gunkan fiturnya."


(Permintaan diproses, harap menunggu beberapa saat.)


Ting!


Cahaya sedikit hijau menyelimuti Zidan, setelah itu Zidan benar-benar tak terlihat lagi.


"Wah, bagus juga fitur menghilang ini sistem." puji Zidan.


(Terima kasih pujiannya Zidan)


Zidan melupakan Kanza yang saat ini tengah menunggu dirinya.