Super Rich System

Super Rich System
#Gedung hitam



Bismillah.


Zidan berjalan menuju arah kota, sedangkan Herman dan yang lainnya, masih menikmati singkong bakar di rumah Zidan, sambil bercerita dengan bapak Hajir.


Baru pertama kali makan singkong bakar, rasanya begitu pulen dan enak dimulut, menurut Herman dan kawan-kawan berbeda dengan bapak Hajir dan sekeluarga yang sudah sering menikmati singkong bakar.


"Pak, ternyata arang ada yang enak dimakan ya." ucap Paul.


"Itu namanya singkong bakar." sahut bapak Hajir.


"Cek! Gaya betul si Paul, efek makan stack setiap hari ya, padahal tidak halal."


"Tidak usah berkomentar Rizal kita sama, sama-sama makan uang tak halal." dengus Paul.


Kembali pada Zidan.


Hari semakin siang, matahari bersinar begitu terik, keringat sudah bercucuran dari dahi Zidan, tapi hal itu tidak membuat Zidan memberhentikan langkahnya begitu saja, dia tetap terus melangkah, hari ini Zidan harus mendapatkan pekerjaan.


Tiba-tiba Zidan mendegar suara aneh yang amat nyaring didekat lokasi tempatnya berada.


"Suara aneh apa itu?" tanya Zidan pada diri sendiri tentunya.


Perlahan Zidan mencari sumbersuara untuk mencari tahu sumber suara barusan berasal dari sebelah mana.


Baru beberapa langkah Zidan dari tempat sebelumnya, tiba-tiba Zidan melihat cahaya hijau yang begitu elegan dan terang seakan menghampiri dirinya, tapi cahaya itu menyilaukan netra Zidan, sehingga membuat Zidan menutup kedua matanya.


"Cahya apa itu." ucap Zidan pelan.


(Maaf Zidan, ini adalah cahaya sistem, sistem baru saja melakukan pengembangan, jadi tidak tahu jika Zidan yang akan terkena sasaran sistem, sekali lagi maaf Zidan.)


"Baik aku memaafkan sistem, sudah aku harus pergi dulu." ucap Zidan.


Buru-buru dia melangkah mencari sumber suara yang tadi Zidan dengar, kalau tidak salah suara itu memang tak jauh dari lokasi tempat Zidan berada.


Saat ini Zidan sudah berada di daerah kota, jarang sekali, Zidan bisa sampai ke kota dengan berjalan kaki, tadi dia hanya mengikuti saja kemana kakinya melangkah, tak tahunya Zidan sudah sampai di kota saja.


Di hadapan Zidan saat ini banyak sekali gedung pencakar langit yang saling tak berjarak satu sama lain.


"Masya Allah, ternyata di kota begitu indah, aku bisa melihat gedung pencakar langit." ucap Zidan.


Zidan memandangi satu persatu gedung pencakar langit yang kini ada di hadapanya, satu persatu Zidan perhatikan gedung-gedung itu dengan saksama.


"Jadi suara tadi dari mana?" pertanyaan yang entah Zidan lontarkan untuk siapa..


Sistem juga ternyata sedang menditeksi tempat sekitar, sistem seperti mendapatkan ancaman di daerah kota tersebut.


Perlahan tanpa sepengehtahuan Zidan, sistem sedang melakukan pelacakan di tempat keberadaan Zidan saat ini.


(Gedung yang paling beda sendiri itu kenapa terlihat mencurigakan?) kali ini Zidan tidak dapat mendengar suara sistem secara langsung.


Sistem lalu memperhatikan di dalam gedung itu, penasaran apa yang ada di dalam gedung berwarna hitam itu, jika dilihat dari jauh.


Mungkin warna hitam gedung itu adalah warna gedung tersebut, namun jika dilihat dari dekat itu salah, ternyata warna hitam pekat yang terlihat dari gedung tersebut adalah asap yang keluar dari gedung, lalu setelahnya asap itu menyebar keseluruhan tempat yang ada dikota.


(Kenapa ada asap yang keluar dari gedung itu, sangat mencurigakan, tapi kenapa misi sistem tidak berjalan, jika ada hal yang harus dituntaskan, susah sekali jika tidak melihat sistem dari hp)


(Atau mungkin belum waktunya untuk mengurus gedung yang mencurigakan itu) sistem sibuk memaskuan semua data-data yang ada di kota tersebut.


Untuk mencari tahu lebih lanjut tentang gedung hitam yang amat mencurigakan itu, tanpa sistem sadari Zidan juga sedang menatap gedung itu takjub.


Bola matanya bahkan sampai berbinar memperhatikan gedung berwarna hitam itu.


Sistem yang mendegar suara Zidan tidak percaya dengan apa yang Zidan katakan, (Bagus sekali? Bukakah gedung itu terlihat sangat buruk dari yang lainnya, baiklah sistem harus memeriksa apa yang terjadi.)


Sistem segera mengakses semua data-data agar bisa lebih jelas mencari tahu apa yang terjadi di dalam gedung sana.


Lalu asap apa yang sudah keluar dari gedung dan untuk apa asap-asap itu seperti sengaja disebar keseluruh kota.


(Gawat ini adalah hipnotis! Zidan juga sudah terkena hipnotis itu, bisa bahaya kalau Zidan sampai mendatangi gedung itu, jika tidak menggunakan persiapan yang lengkap, harus hati-hati dengan gedung itu, pasti orang-orang di dalam sana memiliki niat yang tidak baik, sayang sekali misi hari ini belum bisa diaktifkan)


Duk!


Sistem memukul kepala Zidan, saat Zidan hendak melangkah ke arah gedung berwarna hitam itu.


"Adu, sistem ada masalah apa sih! Main pukul-pukul kepala Zidan!"


Zidan mengelus kepalanya yang terasa sakit, pukulan sistem cukup keras.


(Pulang lah Zidan, ada tamu di rumahmu, hari ini Zidan tidak akan mendapatkan kerja, jika untuk makan Zidan bisa menggunakan reward dari sistem)


"Aku juga tahu sistem, hanya saja besok aku harus melunasi semua hutangku pada pak Maman, sudahlah aku pulang saja." putus Zidan akhirnya.


(Zidan tidak jadi terkena hipnotis dari gedung hitam itu, tapi aku rasa warga kota sedang dalam bahaya, tidak tau apakah hal ini akan menjadi misi Zidan atau tidak, tapi seperti program yang sudah ada mungkin Zidan akan mendapatkan misi untuk menyelamatkan kota.)


Setelah berlajan jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama Zidan akhirnya sampai juga di rumahnya, Zidan tidak lagi melihat keberadaan Herman dan yang lainnya, mungkin mereka semua sudah pulang, pikir Zidan.


"Assalamualaikum." salam Zidan.


Semua orang yang ada di ruang tamu menjawab Zidan, termasuk Kanza yang sudah berada disana saat pulang bersama Hana.


"Waalaikumsalam." jawab mereka semua kompak.


Zidan baru masuk ke dalam rumah, 'Loh bener ada tamu, ternyata sistem tidak bohong.' batin Zidan.


(Sistem tidak pernah bohong Zidan, ingat berbohong itu dosa!)


Cek! "Iya, iya."


"Ada tamu toh." sapa Zidan akhirnya.


Kanza hanya mengangguk ramah, "Nak Kanza ini sedari tadi menunggu kamu, katanya ada hal penting yang akan disampaikan." ucap bapak Hajir.


"Benar saya ingin menyampaikan terima kasih, karena semalam sudah membantu panti asuhan di kota." ucap Kanza mulai pembicaraannya.


"Kapan kamu keluar Zidan?" kaget bapak Hajir


Zidan menepuk keningnya sendiri, "Nanti Zidan ceritakan ya pa, kita dengar dulu apa yang akan disampaikan Kanza." bapak Hajir mengangguk setuju.


Lalu Kanza melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan, nitanya untuk meminta Zidan agar bisa bertemu dengan polisi yang sudah Zidan bantu meringankan pekerjaan mereka.


"Bagaimana Zidan apakah bisa?" tanya Kanza memastikan.


"Boleh saya pikirkan dulu?"


"Silakan."