Super Rich System

Super Rich System
#Lorong waktu



Bismillah.


"Zidan jadi bagimana, apakah kita harus membebaskan mereka?"


Zidan yang masih fokus mempelajari tentang lorong waktu seketika menoleh pada Paul yang masih setia menatap ke arah orang-orang yang berada di dalam jeruji besi, di bawah tempat mereka berada sekarang.


"Sabarlah aku sedang berfikir, apakah kamu sudah mendapatkan solusi?" kini Zidan balik bertanya pada Paul.


Paul hanya mampu menggeleng lemah atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Zidan, sedari tadi dia hanya memandangi orang-orang di bawah sana.


Ada perasaan sedih yang Paul rasakan tiba-tiba saja masuk ke dalam rongga hatinya, melihat orang-orang di bawah sana, mereka terlihat begitu sengsara. Lalu bagimana dia dulu membunuh orang tanpa perasaan?


Sejak menjadi bawahan Zidan, dia dan teman-temannya tidak pernah lagi melakukan pembunuhan berencana.


Semua itu atas perintah Herman, bagimana pun mereka sudah berjanji menjadi anak buah Zidan maka apa yang Zidan perintah tidak pernah mereka langgar.


Lagipula Zidan juga tak pernah menyuruh mereka untuk membuhun orang lain, malah kali ini Zidan menyuruh mereka untuk membantu orang lain.


"Aku sedang mencari cara, bersabarlah." ucap Zidan pada akhirnya.


"Jangan ganggu aku dulu, aku masih berpikir agar kita bisa membebaskan mereka semua."


"Baiklah, jangan lama-lama atau aku bisa tertidur di tempat ini." Zidan hanya mampu mengangguk.


Tak butuh waktu lama Paul benar-benar tertidur di tempat tersebut. "Sempat-sempatnya." Zidan menggeleng tak habis pikir dengan tingkah Paul.


Lalu Zidan kembali fokus pada layar hijau yang ada di dapanya. Tanpa sepengtahuan Paul, Zidan sedang berkomunikasi pada sistem.


"Sistem apakah mempelajari lorong waktu sangatlah susah? Aku tidak mengerti sedari tadi apa yang aku lihat ini. Aku tidak bisa memahaminya sama sekali." pungkas Zidan merasa bingung.


(Maaf Zidan, Zidan harus bisa mempelajari dengan cepat, waktu Zidan untuk mempelajari lorong waktu tinggal 10 menit lagi, jadi tolong selesaikan dengan cepat.)


"Kau gila sistem? aku sudah sangat pusing, tapi tidak ada satupun yang masuk ke dalam otakku dan sekarang sistem menyuruhku menyelesaikan semua ini dalam waktu 10 menit saja! Tidak mungkin."


"Aku sudah pasrah, apakah ada cara yang bisa membuat aku lebih cepat memahami tentang lorong waktu?"


Ting.


Tiba-tiba saja Zidan mendengar suara yang amat nyaring di telinganya, Zidan bahkan merasakan bunyi itu masuk ke gedang telingnya menjadi sakit.


"Apa yang terjadi sistem?" tanya Zidan bingung, bahkan dia sampai menutup telinganya serapat mungkin.


Karena rasa sakit yang amat Zidan rasakan masuk ke dalam gendang telinganya, "Tolong hetikan sistem!"


"Au..." ringis Paul.


Paul yang sedari tadi tertidur pulas, tiba-tiba saja meraskan ada bunyi yang sangat nyaring memasuki gendang telinganya. Paul meraskaan apa yang Zidan rasakan.


Ternyata bukan Zidan saja yang mendengar bunyi itu, tapi Paul juga mendengar bunyi tersebut.


Padahal tadi dia masih tertidur begitu pulas, perlahan Paul membuka bola matanya, "Zidan apa yang terjadi?"


Sambil memegangi telinganya Zidan menoleh ke arah Paul yang masih tetap berada di bealakngnya.


"Aku tidak tau." Jawab Zidan acuh.


"Ayolah sistem apa yang sudah terjadi? Tolong katakan."


(Maaf Zidan sistem sedang mengekspor agar Zidan bisa membaca lorong waktu dengan baik, jadi Zidan harus bisa menahan bunyi ini)


"Tapi sistem, berhati-hatilah lihat di bawah sana semua orang mendengar bunyi ini. Merasa sedang mencari sumber bunyi" keluh Zidan.


Bukan apa dia hanya takut ketahuan oleh para penjaga di bawah sana, Zidan sudah merasa was-was saat melihat para penjaga itu mencari kesana-kemari sumber bunyi yang begitu nyaring ini.


"Ya, maka hentiakanlah suara berisik itu, aku akan mempelajari lorong waktu dengan baik." pinta Zidan sebelum mereka ketahuan.


(Baik Zidan sistem akan melakukan apa yang Zidan minta, tunggu sebentar sistem akan menghentikan bunyi nyari ini, sistem akan segera membuat mereka semua tidak mendengar bunyi lagi)


Ting!


Ting!


Ting!


Barulah tidak terdengar suara apa-apa lagi. Setelahnya dan layar hijau transparan itu kembali menyala di hadapan Zidan, menampakkan gambar lorong waktu, lorong waktu itu kini tidak lagi serumit sebelumnya.


Mungkin semua itu terjadi karena suara yang amat nyaring tadi tidak lagi terdengar di kuping semua orang.


"Syukurlah." ucap Zidan dan Pual secara bersama setelah suara nyaring itu tidak lagi memasuki gendang telinga keduanya.


"Sebenarnya tadi suara apa sih Zidan?"


"Aku juga kurang tau Paul."


Jelas saja Zidan berbohong atas apa yang dia ucapan baru saja pada Pual, kalau saja Zidan berkata jujur Paul juga belum tentu akan percaya, yang ada malah Paul menganggap Zidan gila nantinya.


Lagian hanya Zidan seoranglah yang mengetahui tentang sistem rich itu. Kembali pada Zidan perlahan dia mulai bisa membaca lorong waktu miliki sistem.


"Jadi begitu, aku tau sekarang apa yang harus aku lakukan, tapi sebelum itu aku dan Paul harus bisa mengurus semua penjaga itu lebih dulu." ucap Zidan lirih.


Arah pandang Zidan kini menatap ke bawah, melihat semua penjaga yang berada di bawah sana terletak di mana saja.


"Paul, hubungi yang lainnya, katakan pada mereka, mereka tidak perlu menunggu kita di pintu masuk gedung ini, katakan pada mereka tunggu saja di belakang gedung."


"Setelah itu kita berdua akan beraksi untuk melawan para penjaga yang ada di bawah sana." instruksi Zidan pada Paul.


Tanpa banyak tanya Pual langsung menghubungi Herman dan yang lainnya, melewati telepon suara yang Zidan berikan pada mereka masing-masing.


"Tes, tes ini dari bagian timur, apakah bagian barat dan utara sudah selesai melakukan misi kalian masing-masing?"


Herman yang berada dibagian barat segera membalas perkataan Paul, "Dibagian barat aman."


"Bagian utara juga aman." jawab Bagus.


"Baiklah, jika kalian sudah selesai keluarlah lebih dulu, tunggu kami di belakang gedung ini, jangan tunggu di tempat masuk gedung." seusai yang Zidan katakan tadi, maka Paul ucapkan ulang pada keempat rekannya.


"Tapi kenapa?" tanya Herman sedikit heran.


"Ini perintah dari Zidan, tenanglah kami baik-baik saja."


"Oke." jawab Herman dan Bagus kompak.


Setelah itu Paul fokus pada tugasnya dengan Zidan, "Paul kamu siap bertarung?"


"Tentu saja Zidan!" jawab Paul semangat.


"Bagus! Ayo kita kalahkan para penjaga itu secara halus, jangan sampai menimbulkan kericuhan."


Zidan dan Paul saling menatap satu sama lain, lalu mengangguk yakin, barulah mereka berdua perlahan turun ke bawah, dimana tempat para orang-orang itu di kurung.


"Bismillah." ucap keduanya bersama.


Sebelum kaki Zidan dan Paul turun ke bawah. Zidan sudah bisa menggunakan lorong waktu milik sistem, jadi dia akan berusaha untuk membebaskan semua orang.