Super Rich System

Super Rich System
Gedung Indah



Bismillah.


Ting!


Ting!


Ting!


Baru saja Zidan akan mengumpulkan semua bukti dari hasil mereka mencari tahu tentang gedung hitam, Zidan mendapatkan notifikasi dari sistem.


(Selamat Zidan telah berhasil menyelesaikan misi kali ini, misi untuk mencari tahu tentang gedung hitam yang terletak di kota)


"Tumben pemberitahuanya lebih awal?" bingung Zidan.


Misinya belum selesai keseluruhan, bukan mereka baru ingin mengumpulkan semua bukti tengang gedung hitam saat ini.


(Benar Zidan pemberitahuannya lebih awal, karena tugas Zidan sudah selesai untuk misi ini. Jika Zidan sudah berhasil keluar dari gedung hitam itu artinya misi Zidan sudah berhasil)


"Jadi begitu, syukurlah." Zidan mengehela nafas lega, dia tidak sadar jika saat ini keenam orang di hadapannya sedang menatap heran Zidan.


Karena Zidan tiba-tiba terbengong begitu saja, padahal tadi dia sedang memberikan instruksi pada mereka semua, setelah selesai menginterogasi Panji.


( Tapi ingat Zidan, bersiaplah untuk misi selanjutnya, mungkin Zidan akan mendapatkan misi yang lebih sulit dari sekarang ini. Tapi Zidan tak perlu khawatir ada kemungkinan misi selanjutnya masih seputar tentang gedung hitam. Mungkin Zidan akan memiliki misi untuk mengahcurkan gedung itu.)


Penjelasan sistem yang panjang lebar, membuat Zidan sampai melongon sendiri, bahkan tanpa sadar Zidan menelan ludahnya kasar secara berkali-kali, masih ragu apakah dia bisa menghancurkan gedung hitam itu, Zidan tak ingin berpikir pesimis, dia segera menepis pikiran buruknya kali ini. Zidan tahu dia harua memiliki pemikiran yang optimis.


Ting!


(Selamat Zidan mendapatkan reward sebesar 10.000.000, seperti yang sistem janjikan, Zidan juga mendapatkan 1500 point, 1000 point adalah bonus yang Zidan dapa karena berhasil membebaskan semua orang yang terkurung di dalam gedung hitam, Zidan juga mendapatkan kekuatan fisik 40%, 10% nya bonus yang Zidan dapatkan. Zidan juga mendapatkan bonus reward sebesar 5.000.000)


Bola mata Zidan membulat sempurna, mendengar hasil yang dia dapatkan, itu artinya Zidan mendapatkan reward 15.000.000, artinya Zidan bisa membayar Herman dan yang lainnya, karena sudah mau membantu dirinya untuk menjalakan misi ini.


"Aku bisa memberi upah pada Hereman dan yang lainnya sistem." ujar Zidan.


(Semua itu terserah Zidan saja, uang yang ada di dalam rekening Zidan sudah menjadi milik Zidan, uang itu hak Zidan. Mau diapakan saja sistem tidak berhak melarang Zidan.)


"Baik aku akan menggunakan uang itu sebaik mungkin, jika uangnya sudah terkumpul banyak dan aku sudah mulai bekerja di sekolah Hana, aku bisa segera membelikan rumah untuk bapak dan adik-adikku."


(Sistem terharu mendengarnya Zidan)


Kali ini sebuah sistem juga tidak sadar, jika Herman dan yang lainnya tengah menatap bingung Zidan, masih saja bengong padahal semua bukti sudah terkumpul di atas meja.


"Sistem aku-"


Krek!


Belum selesai Zidan bicara, dia merasa ada yang menyenggol tangganya sedikit keras, sedari tadi Herman, Aceng, Paul, Rizal, Bagus dan Panji udur-uduran satu sama lain menyuruh untuk menyenggol lengan atau pun tangan Zidan. Diantara mereka berlima tidak ada yang berani untuk melakukan hal tersebut pada Zidan.


Hingga Panji berinisiatif untul menyenggol, tangan Zidan, kebetulan sekali dia duduk di sebelah Zidan.


"Astagfirullah." kaget Zidan.


Lalu dia menatap satu persatu orang yang berada di hadapannya, Zidan baru sadar jika sekarang dia tidak sedang sendiri, melainkan bersama Herman dan yang lainnya. Tatapan Zidan terakhir jatuh pada meja yang ada di depannya.


Terlihat semua bukti sudah terkumpul disana, 'Ternyata aku sudah melupakan mereka semua. padalah tadi aku ingin mengecek data diriku, cek! Sudahlah nanti saja, sekarang urus semua ini dulu. Lagipula kenapa sistem datang di waktu yang tidak tepat.' batin Zidan.


(Kenapa sistem yang jadi salah, sistem memang muncul di waktu yang sistem perlukan jadi tidak ada salah sistem sama sekali.)


"Maaf aku tadi bengong sebentar memikirkan gedung hitam itu, pemiliknya sudah lama meniup kita."


Terpaksa Zidan tidak mengatakan sebenarnya, jika dia mengatakan apa yang sebenarnya pada mereka semua urusannya akan semakin panjang.


"Kamu benar Zidan." sahut Herman yang diikuti anggukan oleh yang lainnya, kecuali Panji.


Karena Panji fokus pada semua bukti yang berada di atas meja, dia tak menyangka selama ini tempat itu bukan sekadar kejam, tapi amat kejam.


"Semua bukti sudah terkumpul."


Mulialah Zidan mengecek satu persatu dari hasil mata-mata mereka semua, benar ditemukan minum keras, obat-obatan terlarang, penjualan manusia juga pengambilan organ manusia. Semua bukti tentang kejahatan gedung hitam itu sudah berada di tangan Zidan. Semua dijual dengan legal.


"Aku tidak menyangka dibalik kebaikan yang terkenal dari gedung indah itu, banyak kejahatan yang tersembunyi." ucap Bagus.


Nama asli gedung hitam itu adalah gedung indah, karena semua orang yang terkena asap hipnotis akan melihat gedung itu sangat bagus dan indah, maka dari itu orang-orang kota menjulukinya gedung indah, Pemilkinya juga setuju akan nama Indah. Padahal aslinya gedung indah itu, memiliki warna hitam pekat yang sangat menakutkan. Bangunnya juga sangat jelek sekali.


"Maksudnya?" tanya mereka semua bingung.


"Kalian tidak tahu, jika gedung Indah terkenal akan kebaikan yang suka berbagi, tapi anehnya setiap kali gedung itu berbagi ada hal aneh yang terjadi di kota. Entah orang hilang atau anak hilang." jelas Bagus.


"Aku mengerti sekarang kita lanjut lagi." ujar Zidan.


"Ini apa?" tanya Zidan pada kelima orang Herman mereka.


"Itu aku dan Rizal yang mendapatkan rekaman tersebut, putar saja pasti kalian akan terkejut apa isinya."


Langsung saja Zidan memutar video rekaman yang berhasil Rizal dan Bagus dapat, tentang asap hipnotis.


Semua orang membelakan mata mereka melihat isi di dalam rekaman video itu, "Jadi asap itu asap hipnotis?" tanya Aceng ragu.


"Benar." sahut Rizal.


"Apa selama ini kita melihat gedung itu terlihat indah karena asap hipnotis ini?"


"Benar sekali Paul." sahut Bagus.


"Pantas saja, aku selalu mengira, jika gedung itu sangat indah." sambung Herman.


Panji hanya diam saja karena dia tidak tahu apa-apa tentang dunia luar, sedangkan Zidan sudah tahu dari awal, karena sistem yang memberitahunya.


"Jika ini asap hipnotis itu artinya orang-orang yang berada di kota sudah terkena hipnotis dari asap ini." Panji angkat bicara.


"Benar!" sahut mereka semua kompak.


"Kita sudah mendapatkan semua bukti tentang gedung hitam, besok kita lajut lagi, langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya. Hari ini kita pulang dulu untuk istirahat hari sudah sore."


Zidan khawatir bapak dan adiknya mencari dirinya.


"Aku tidak punya rumah." ucap Panji.


"Kamu bisa tinggal di markas ini bersama kami." sahut Paul.


Jika di rumah Zidan juga tak mungkin bukan. Zidan segera menyimpan semua bukti yang sudah mereka dapat.