Super Rich System

Super Rich System
#Mengerikan



Bismillah.


Berhasil Zidan sudah tak terlihat oleh siapapun lagi, dia segera bergerak untuk memata-matai gedung aneh ini. Sejenak sebelum masuk lebih dalam gedung itu Zidan memperhatikan penjaga yang terlihat amat serius.


"Penjaganya kok aneh." heran Zidan.


(Zidan cepatlah masuk ke dalam dan lihat apa yang ada disana! Apakah Zidan lupa, saat ini Kanza sedang menunggu Zidan!) peringat sistem..


Walaupun tak terlihat Zidan menepuk jidatnya sendiri meruntuti kebodohnya, bagaimana dia bisa melupakan Kanza.


"Astagfirullah, aku baru mengingatnya sistem! Baik aku akan segera mencari tahu di dalam ada apa."


Zidan segera bergegas pergi, ternyata tidak mudah agar bisa masuk ke dalam ruangan di dalam gedung itu, harus menggunkan akses.


"Aduh, gimana caranya aku bisa masuk kalau kayak gini."


Zidan berpikir keras, hampir menyerah karena tidak menemukan jalan keluar agar bisa masuk ke dalam, seorang datang membuka pintu tersebut.


Zidan memanfaatkan momen itu agar dia juga bisa masuk ke dalam, "Nah, pintar juga kamu Zidan." ucapnya.


Saat sudah berada di dalam gedung itu Zidan menatap aneh ruangan yang dia lewati, tidak ada apa-apa hanya ruang kosong tampa penghuni yang terlihat.


"Loh kok kosong? Terus orang tadi kemana?"


Disaat Zidan sedang bingung seperti ini, sistem juga membantu mencari tahu apa yang terjadi di dalam gedung itu.


(Zidan teruslah berjalan ke depan, siapa tahu Zidan menemukan sesuatu)


"Tapi kalau disana bahaya gimana?"


(Zidan tenang saja, lagipula saat ini Zidan tidak terlihat, karena bantuan fitur menghilang kemungkinan 0% untuk Zidan berada di dalam bahaya, sistem juga akan terus mengawasi Zidan.)


"Baik aku percaya, tapi awas saja jika terjadi sesuatu padaku, kasihan bapak dan adik-adikku."


Nyes!


Mulia sekali hati Zidan hal yang dia ingat orang-orang terdekatnya. Walaupun masih sedikit ragu Zidan tetap melangkah ke depan mengikuti arahan yang diberikan oleh sistem.


"Bismillah." ucapnya.


(Zidan, Zidan sistem sangat bangga pada Zidan, sistem memilih tuan yang tepat untuk memilih menyelesaikan misi kebaikan, karena Zidan melakukan semua ini atas dasar ikhlas.)


Zidan masih terus melangkahkan di lorong yang sangat panjang, aneh memang gedung itu. Di luar, dijaga dengan sangat ketat, tapi di dalam seperti tidak ada apa-apa.


Tidak ada hal berharga satupun yang Zidan temukan di dalam ruangan, hanya ruangan kosong yang terlihat begitu luas.


Tiba-tiba Zidan menghentikan langkahnya, dia merasa leleh padahal Zidan rasa dia baru jalan beberapa menit saja, tapi rasa lelah sudah menghampiri dirinya.


Dia menoleh ke belakang sambi berjongko dan menatap sekitar tempat itu, hawanya terasa begitu sunyi sekali.


"Sebenarnya tempat apa ini." Zidan bertanya-tanya pada diri sendiri.


Baru pertama kali dia melihat tepat seaneh, gedung hitam yang kini dia berada di dalamnya.


"Sistem apa nama gedung ini?" tanya Zidan.


Siapa tahu diinternet gedung ini terkenal sekali, gedung yang sangat begitu aneh dan menyeramkan.


Di dalamnya seperti tidak ada kehidupan, walaupun di luarnya banyak orang yang lalu lalang sana sini.


(Informasi yang ada diinternet hanya terbatas, gedung ini merupakan pusat perbelanjaan yang ada di kota, tapi hanya ada di lantia 1, lanti 1 juga begitu luas dan sekarang Zidan sedang berada di lantai dua berhati-hati lah, siapa tahu Zidan tiba-tiba saja berada di dalam keadaan yang membahayakan.)


"Baik, terima kasih peringatannya sistem."


Zidan kembali melangkah, dia masih penasaran di depan sana ada apa, diujung lorong tepat Zidan berada saat ini, sekaan ada cahaya yang memercik.


Zidan melangkah pelan-pelan taku dia berada di dalam bahya padahal saat ini tidak ada yang melihat keberadaan Zidan.


"Astagfirullah." kaget Zidan.


Zidan tak percaya akan menemukan hal semacam ini di dalam gedung aneh ini. Ada ratusan perempuan yang dicambuk tampa ampun.


"Jadi suara teriakan tadi pagi dari sini. Teriakan mereka yang sendang kesakitan."


Zidan menatap iba pada orang-orang yang ada di dalam, Dia ingin menolong semua orang tapi hal itu tidak mungkin Zidan lakukan.


Ning!


Ting!


Tut! Tut!


(Zidan cepat pergi! sudah selesai mencari informasi di gedung ini, waktu Zidan hanya 8 menit lagi, fitur menghilang akan segera habis!) peringat sistem.


"Cek, kenapa disaat seperti ini, giliran ada hal penting malah waktunya sangat terbatas." kesal Zidan.


Secepat kilat Zidan pergi dari tempat itu, bahkan Zidan sampai berlari agar waktunya tidak sia-sia sama sekali.


Sampai pintu Zidan baru ingat dia tidak bisa keluar begitu saja, Zidan tidak memilik akses keluar masu ke dalam gedung aneh ini.


"Huf! Aku harus mengungg siapa saja yang lewat sini, agar bisa keluar, lama-lama aku merasakan nafasku begitu sesak, ada apa ini?" bingung Zidan.


Dia langsung melakukan pemeriksaan pada diri sendiri, "Gawat ada racun yang disebar ternyata di dalam gedung ini."


Mengetahui hal itu Zidan langsung menutup hiudnya dengan tangan, jika racun itu terus masuk bisa-bisa Zidan akan pingsan di dalam gedung tersebut dan berujung ketahuan akhirnya bisa dikatakan sebagai penyusuk.


Jika itu terjadi, maka Zidan tidak bisa memecahkan kasus yang ada di dalam gedung aneh ini.


(Zidan carilah cara agar bisa segera keluar dari tempat ini! kekuatan sistem melemah tidak dapat diproses, maaf Zidan, waktunya hanya tinggal 3 menit lagi.)


Deg!


Perasaan Zidan sudah tak karuana lagi, pasalnya sekarang otaknya juga sudah buntu tak memiliki solusi agar bisa keluar dari ruangan aneh ini.


Deg, deg, deg.


"Ya Allah selamatkan Zidan." ucapnya.


Pas sekali orang tadi yang masuk bersama Zidan kembali keluar, "Syukur Allhamadulilah ucap Zidan.


Dia buru-buru pergi dari dalam gedung, Zidan kembali kedekat tolite para posisi dan saat itu juga Zidan kembali terlihat.


"Huh! Bikin jantung saja." ucap Zidan.


"Aku harus mencari bukti untuk membongkar apa yang terjadi di gedung itu." gumun Zidan.


"Sistem, sistem, sistem, apa sistem masih baik-baik saja?"


(Benar Zidan hanya butuh direfres sejenak)


"Baiklah,"


Zidan segera kembali menemui Kanza yang sudah menunggunya sedari tadi.


Secapat kilat Zidan sudah berada di hadapan Kanza, "Maaf Kanza lama." sesal Zidan.


Kanza menatap aneh Zidan, "Apanya yang lama? Aku baru nunggu kamu 10 menit saja, bukan satu jam."


"Hah!" kaget Zidan.


Dia bingung sendiri kenapa hal itu bisa terjadi. "Sudah luapkan ayo pulang, hampir malam." ajak Kanza.


Sebelum pergi Zidan dan Kanza melaksanakan sholat asar terlebih dahulu di musola kantor polisi.