
Bismillah.
"Kita harus bergerak sekarang, kota sudah semakin kacau balau. Sesuai peraturan yang sudah kita rencakan sebelumnnya. Kita dibagi menjadi 3 kelompok untuk Panji ikut serta bersama Herman dan Aceng." Ucap Zidan tegas sambil menatap satu persatu orang kepercayannya.
"Baik bos." Jawab mereka semua.
"Jam 11 malam kita sudah kembali berkumpul di markas lagi. Ingat selesaikan misi ini dalam setengah hari dan satu malam."
"Baik." Mereka semua kembali menjawab dengan kompak, satu persatu dari mereka segera meninggalkan markas untuk mulai menjalankan misi masing-masing.
Sistem sudah memberi Zidan perlindungan keamanan, bukan hanya Zidan tapi semua anggotanya. Tak lupa sistem juga sudah memberikan berbagai petunjuk pada Zidan.
Kini sistem hanya perlu mengawasi mereka semua. Dari rancangan sistem sendiri. Semua akan tetap aman dalam pengawasan Zidan walaupun mereka berada di tempat yang berbeda-beda.
Zidan dan Paul pergi ke pusat kota. Disanalah semua akar masalah dimulai, maka dari itu mereka berdua harus cepat menyelesaikan semua masalah yang ada.
"Paul tangkap semua yang bersangkutan jangan biarkan para penjahat berkedok pejabat itu terus menghancurkan kota." Ucap Zidan menatap Paul sungguh-sungguh.
Paul mengangguk takdzim. "Baik Zidan, aku pastikan hari ini tidak akan ada satu orang penjahat pun yang sudah mengacaukan kota selamat dari penangkapan ini."
"Bagus. Kita berpencar disini saja." Lalu Zidan menghilang di halang tembok yang memisahkan dirinya dan Paul.
Untung sistem sudah memberikan semua informasi pada Zidan tentang orang-orang yang sudah membuat kekacauan di kota. Jadi mereka semua hanya perlu menangkap orang-orang itu lagipula bukti sudah mereka pegang.
"Sistem menurut sistem kita berantas yang mana dulu?"
(Langsung saja pada orang yang sudah membuat inti dari akar masalah yang menyebabkan kota ini menjadi kacau Zidan)
"Baiklah sistem usulan diterima. Kita buat terkejut bos mereka." Zidan tersenyum penuh makna, tatapan tajamnya tak teralihkan dari gedung atas pemerintahan di kota tersebut.
"Kita keatas sekarang bersiapalah sistem, tolong awasi jika ada yang mencurigakan." Pesan Zidan pada sistem.
Gerakan Zidan kini sudah semakin lincah saja, setelah banyak mendapatkan misi tak terduga dari sistem. Kini Zidan sudah menjadi seorang ahli beladiri, kekuatan fisiknya juga sudah mencapai 99% tidak lagi lemah seperti dulu.
Tak butuh waktu lama Zidan sudah berada di depan sebuah ruangan yang terbentuk begitu aneh di gedung pemerintahan itu. Tanpa banyak basa-basi lagi Zidan segera menendang pintu di depannya itu.
"Sistem tolong jaga-jaga. Aku tidak tahu pasti ada berapa orang di dalam ruangan ini. Lalu aku juga tidak tahu apakah di dalam ruangan ini dipasang jebakan atau tidak. Semoga saja tidak."
(Zidan tenang saja sistem akan terus mengawasi Zidan dan kawan-kawan Zidan. Untuk jebakan, ruang ini memang dipasang jebakan yang amat banyak. Tapi Zidan tenang saja sistem akan membuat Zidan tidak terkena jebakan sama sekali.)
"Bagsu kalau begitu sistem dan terima kasih banyak."
(Sebelum Zidan bergerak sistem ini memberikan informasi terlebih dahulu pada Zidan. Jika Herman dan yang lainnya sudah mulai bergerak pada target mereka masing-masing.)
"Infonya sangat membantu sistem. Aku juga harus segera menyelesaikan misiku."
Tidak banyak kata lagi Zidan langsung menendang pintu di depannya itu dengan sangat kuat sampai membuat pintu terbuka dengan sempurna.
Brak!
"Apakah ini yang dimaksud jebakan sistem?" tanya Zidan memastikan.
Pasalanya saat pintu itu terbuka tidak ada apa-apa di dalamnya. Hanya saja kabut asap berwarna merah terus saja bermunculan dari dalam.
(Benar Zidan masuk saja, Zidan harsu berhati-hati tapi Zidan tak perlu ceman dengan jebakan yang ada. Sistem tidak akan membiarkan Zidan masuk ke dalam jebakan.)
Tidak hal aneh yang Zidan lihat kabut merah itu benar-benar menghalangi indra penglihatan Zidan, sampai dia mengira di dalam ruangan itu tidak ada apapun hanya ruangan kosong.
(Zidan jangan tertipu di dalam ruangan ini sungguh tidak kosong ada beberapa orang yang sedang mengerjakan sesuatau untuk mereka tidak dapat melihat Zidan, semua ini efek dari asap mereah ini. Ingat Zidan jangan sampai terkena cahaya terang itu kalau sampai Zidan tertangkap cahaya maka misi ini akan gagal)
"Aku mengerti sistem, cepat buat penglihatanku bisa jelas di dalam kabut merah aneh ini."
(Baik Zidan tunggu sebentar)
Ting!
Sebuah kaca mata tiba-tiba saja sudah berada diatas hidung Zidan. (Gunakan kaca mata itu untuk melihat apa yang sedang terjadi.)
Zidan mengangguk setuju, tidak ada lagi pertanyaan yang keluar dari mulut Zidan. Dia sudah fokus pada objek yang baru saja dia lihat dengan jelas setelah menggunakan kaca mata dari sistem.
"Apakah mesin itu yang sudah membuat kota kita kacau sistem?"
(Benar Zidan segera hancurkan mesin itu.)
Bruk!
Duk!
Duk!
Dalam sekali hantam Zidan berhasil menjatuhkan beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu dan Zidan juga berhasil menghancurkan mesin yang dikatakan oleh sistem tadi.
Dalam sekali hantam semuanya sudah hancur, kekuatan besar itu bukan dari Zidan sendiri melainkan bantuan yang diberikann oleh sistem juga..
"Bagus sekali dalam sekali gerak mereka semua sudah tidak berdaya. Sistem memang bagus sekali."
Langsung saja Zidan mengikat semua orang pada tali kuat yang sudah pernah Zidan beli dari tokoh sistem.
"Kalian semua sudah merepotkan banyak orang. Tidak adil jika tak dihukum dengan setimpal." Gumun Zidan.
"Oah iya sistem yang mana bos mereka?" tanya Zidan untuk memastikan.
(Itu yang duduk di kursi belakang Zidan.)
Zidan langsung menoleh pada orang yang sedang duduk di kursi belakang, tepatnya tempat seorang bos yang sedang mengawasi anak buahnya.
"Aska." Ucap Zidan tercengang. Bukankah setahu Zidan Aska berada dipenjara dan belum mendapatkan kebebasan.
"Hahahahah." Tawa Aska pecah di dalam ruangan itu, tentu saja semakin membuat Zidan mengerut tak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Kamu bukankah masih berada di dalam penjara." Zidan menatap tajam Aska sama hal yang dengan Aska yang kini tengah menatap tajam Zidan.
(Ya ampun sistem kecolongan lagipula kenapa informasi ini tidak ada didata sistem) Tapi Zidan tidak mendengar apa yang sistem katakan.
Aska bangun dari duduknya berjalan mendekati Zidan. "Kamu terlalu bodoh Zidan mudah sekali percaya pada orang yang baru saja kamu kenal, sekarang lihatlah kau ingin menjadi pahlawan lagi di kota ini jangan mimpi! Sekali kamu sudah pernah menghancurkan milikku. Maka agar kita impas aku juga akan menghajurkan dirimu."
Aska menepuk tanganya lalu muncul seorang dari balik pintu yang ada dibelakang tempat duduk Aska tadi. Melihat Zidan tercengang Aska semakin puas dan merasa menang untuk kali ini.