Started Without Love

Started Without Love
SWL 48




Setelah menyadari apa yang baru saja Kavin lakukan padaku, aku menoleh dan menatapnya horror, sebelum akhirnya aku tersipu malu dan menutupi wajahku dengan tanganku sendiri.


Kavin tertawa dan mencubit hidungku dengan gemas.


"Mau keluar nggak?" tanyanya setelah puas mencubit hidungku.


Aku memperbaiki duduk serta hidungku yang terasa panas akibat cubitannya. "Kemana?" Aku memperhatikannya dan menyadari jika Kavin menggunakan kemeja yang sangat terlihat rapih. Berbeda jauh dengan Kavin biasanya. "Pantes ganteng banget. Rupanya mau ngajak keluar. Dalam rangka apa nih?"


"Ya, dalam rangka gue jadian ma elo lah. Masa iya sama nyokap lo!" ucap Kavin membuatku tertawa.


"Eh, ada Kavin!" ucap Ibu yang sepertinya mendengar suara Kavin.


Kavin tersenyum dan langsung mencium punggung tangan Ibu.


"Bu, Kavin pengen ngajak Alina keluar bentar. Boleh 'kan?" tanya Kavin memastikan.


Ibu mengangguk dengan senyuman. "Ya tentu boleh dong. Bentar ya, Ibu suruh Alina dandan dulu biar cantik."


"Nggak usah Bu, gini aja udah cantik kok."


Aku melebarkan mataku, "Apaan sih Vin? Orang gue pakai daster gini lo bilang cantik."


"'Kan emang pacar gue cantik," ucap Kavin yang membuat Ibu tertawa. "Ya 'kan Bu, anak Ibu 'kan memang cantik ya?"


Ibu tertawa, "Iyalah! Siapa dulu ibunya."


Aku menggelengkan kepalaku, "Ibu mah narsis mulu kalau depan Kavin."


Ibu tertawa. "Yaudah sana cepet ganti baju. Biar Kavin ibu yang nemenin."


Aku mengangguk dan berjalan menuju kamar untuk mengganti baju.


Untungnya saja baju di lemari sudah rapih dan tak perlu ku setrika lagi. Aku pun mengambil dress simpel warna maroon yang bermotif polos. Dengan rambut di urai dan lipstik sedikit menghiasi bibirku, aku berjalan keluar menemui Kavin di depan.


"Bu, Alina pamit ya?" Aku mencium tangan ibuku dan di ikuti dengan Kavin di belakang.


"Jagain Alina ya Vin," ujar Ibu.


"Siap, Bu! Laksanakan!" Kavin berdiri tegak dengan gaya hormat layaknya pada komandan.


Setelah berpamitan, aku dan Kavin berjalan keluar.


"Loh, tadi lo kesini naik apa? Kok nggak ada motor atau mobil lo disini?" tanyaku yang melihat depan rumahku tak ada motor atau mobil Kavin.


"Gue naik ojol tadi kesini," ucapnya.


Aku melebarkan mataku. "Seriusan? Terus kenapa lo ngajak gue keluar kalau gitu?"


"'Kan tadi gue ngajak lo keluar, keluar rumah, ke depan gini. Eh, lo malah ganti baju."


Aku menghela napas panjang. Menatap Kavin tajam dan rasanya ingin sekali memakannya hidup-hidup.


Dengan tampang menyebalkannya, Kavin memamerkan deretan giginya. "Becanda! Di boongin mau," ucapnya sembari mengeluarkan kunci mobil dari balik sakunya. "Tuh, mobil gue!" Kavin menunjuk mobil berwarna putih yang terparkir di depan rumah tetanggaku.


"Kenapa parkirin disitu?"


"Mau flashback," ucapnya yang langsung membuatku tertawa.


Ya, ya, ya. Aku ingat sekali dimana ia salah rumah dan berteriak memanggil namaku di depan rumah tetangga tersebut. Kavin, Kavin, ada-ada saja tingkah lakunya.


"Jadi pergi 'kan?" tanyanya kembali


Aku mengangguk mengiyakan dan mengikuti langkahnya.


"Yuk, masuk," Kavin membuka pintu belakang dan duduk disana.



"Vin, kok lo di belakang? Lo nyuruh gue yang bawa mobil?" tanyaku tak mengerti.


Mendengar pertanyaanku, Kavin malah tertawa. "Tenang, gue nggak nyuruh lo yang bawa kok. Gue udah siapin supir khusus untuk kita berdua."


"Halo, Na?"


"Anan? Lo ngapain?" tanyaku.


"Spesial for kalean nih ya. Gue rela jadi supir pribadi. Hari ini aja tapi, hari lain kagak mau gue," ujar Anan.


Aku tertawa dan langsung masuk ke dalam mobil.


Ya, saat ini aku dan Kavin duduk di kursi belakang. Sedangkan Anan berada di kursi kemudi dan membawa kami pergi.


"Tuh 'kan Na, lo kemakan omongan lo sendiri," ujar Anan saat kami sudah melaju jauh meninggalkan rumah.


"Maksudnya?" tanyaku.


"Dulu lo nggak mau banget waktu nomor WA lo diminta Kavin," ujarnya lagi yang langsung membuatku malu dan menoleh ke arah Kavin.


Kavin terkekeh dengan tatapan andalannya.


"Terus lo tahu nggak Vin? Masa ya, Alina pas di tinggal sama lo ke Jogja, dia nangis-nangis mohon-mohon ke gue buat bantuin nyari lo. Sampai-sampai dia dua hari minep rumah gue."


Kavin tersenyum dan kembali menatapku. "Maafin gue ya Na?"


Aku mengangguk dengan senyuman. "Maafin gue juga ya?"


"Ah elah! Benci bener gue kalau dah jadi obat nyamuk," amuk Anan yang langsung membuatku dan Kavin tertawa.


"Ah elo mah gitu aja ngeluh. Inget nggak dulu, gue selalu jadi kurir lo sama Nana? Tiap hari ada aja yang di titipin. Yang Nana nitip pisang goreng buat Anan-lah. Yang Anan nitipin tahu gejrot buat Nana-lah."


"Seriusan?" tanya Kavin tak percaya.


Aku mengangguk membenarkan dan bertampang memelas.


"Uhh, kacian pacal aku," Kavin mengerucutkan bibirnya seraya mengusap kepalaku dengan manja.


"Eh, apaan tuh!" celetuk Anan membuatku dan Kavin melihat ke arah yang sama.


Di sana kami melihat sebuah keramaian. Sepertinya ada yang sedang berkelahi.


"Ada yang berantem kayanya," ujar Kavin yang satu pemikiran denganku.


"Na, itu bukannya ..... " ucap Anan menunjuk seseorang yang tengah menjadi pusat perhatian.


Aku melebarkan mataku. "Kak Arga?"



***Zeng! Zeng! Zeng!


Kenapa hayo sama Arga?


Kenapa Arga jadi pusat perhatian ditengah keramaian?


Apakah yang terjadi***?


🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔


a/n : Oh ya guys, jadi aku mau minta maaf kalau kalian udah nunggu lama SWL di update.


Jadi, gini guys, uhuk! (batuk dulu) tenang bukan corona kok.


Jadi gini guys, aku lagi ngejalanin dines online. Fyi, aku saat ini kuliah di jurusan keperawatan. Dan bulan ini adalah jadwal aku dines Rumah Sakit. Tetapi karena wabah corona yang melanda, so tugas-tugas yang seharusnya dikerjain saat dines harus dilimpahin dan dikerjain via online.


Karena tugasnya nggak sedikit, jadinya aku agak telat untuk update cerita. Jadi harap dimaklumi ya.


Tapi kalian tenang aja, aku tetep terus update kok, walaupun nggak setiap hari. Mungkin dua atau tiga hari sekali aku baru bisa update.


Mungkin ini aja, catatan kecil dari aku. Semoga kita semua diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit.


Stay safe & tetap dirumah ya teman-teman 👋