Started Without Love

Started Without Love
SWL 37




"Pagi, Na!"


Aku menghentikan aktivitas membacaku saat Alia dan Yoga berjalan menghampiri.


"Buset! Pagi-pagi dah belajar aja lo Na," celetuk Yoga yang sudah duduk di sampingku.


Aku menutup buku catatanku dan menatap kedua sahabatku tersebut. "Denger-denger katanya pagi ini ada kuis."


"Oh," ucap Alia dan Yoga bersamaan.


Aku melebarkan mataku. "OH DOANG?!"


Alia mengangguk. "Emang harus jawab apa?"


Aku memutar bola mataku. "Serah kalean deh."


Alia terkekeh lalu mendudukan dirinya di kursi yang berada di sampingku juga. "Lo tadi nggak bareng Bang Arga apa?"


Aku menggeleng pelan. "Tadi gue bareng sepupu gue."


Alia mengangguk mengerti dan membulatkan bibirnya membentuk huruf 'o'. "Oh ya, pulang kuliah nanti sibuk nggak? Kalau enggak, ke rumah gue yuk?"


Yoga mengangguk semangat. "Yuk! Yuk!"


Alia memutar bola matanya. "Semangat bener lo Ga!" ucapnya membuat Yoga tertawa. "Mau nggak Na ke rumah gue?" Alia beralih padaku.


"Tapi gue malu ketemu nyokap lo," ujarku.


Alia tertawa. "Malu kenapa? Nyokap gue belum balik kali dari Singapur."


Aku terdiam sejenak. "Serius?"


Alia mengangguk membenarkan.


Jadi, semalam Kak Arga membohongiku? Apa maksud dia membohongiku?


"Hey, Na!"


Aku tersentak dan beralih pada Alia.


"Mau nggak ke rumah gue?"


Tiba-tiba aku merasa tidak semangat. Aku pun menggeleng. "Lain kali aja ya Al? Hari ini gue banyak kerjaan."


Alia mengerucutkan bibirnya. "Yah, lo mah nggak asik. Yaudah deh, lain kali aja."


"Jadi nggak jadi?" tanya Yoga yang sepertinya kecewa.


Alia menggeleng pelan.


"Yahhh, ayo dong. Gue pengin ketemu keluarga Alia padahal," ujar Yoga.


Alia melebarkan matanya. "Mau ngapain lo ketemu keluarga gue?"


"Mau ngelamar jadi menantu lah!"


Alia bergidik dan menatap Yoga tajam. "Lo mau nikah sama kucing gue? Hmm?"


"Ya, sama lo lah!"


Alia memutar bola matanya. "Ogah, gue!"


Di samping obrolan mereka. Aku sudah tidak fokus sejak tadi. Pikiranku mengarah pada Kak Arga yang sudah berbohong padaku. Aku pun membuka ponsel dan mengetikan sesuatu disana.


"Lo kenapa sih Na?" tanya Alia yang ternyata sejak tadi memperhatikanku.


Aku menggeleng pelan. "Nggak papa kok. Oh ya, aku ke depan dulu ya." Aku bangkit dan berjalan keluar dari kelas.


"Halo sayang. Kamu kenapa sih?"


Aku memutar bola mataku saat suaranya terdengar di telinga. "Kamu semalem kemana?!"


"Ya, aku jemput Mama aku lah."


Aku tersenyum kecut. "Jemput? Kamu yakin kamu jemput Mama kamu?"


"Kamu kenapa sih? Kamu nggak percaya sama aku?"


Aku tertawa. "Menurut kamu? Aku harus percaya?"


"Sayang, kamu jangan mikir aneh-aneh dulu."


"Terus kamu kemana semalem?"


"Iya, iya, nanti aku jelasin ya? Aku lagi di jalan sekarang. Kamu nggak mau aku kenapa-napa 'kan?"


Aku memutar bola mataku. "Terserah!" ucapku lalu mematikan sambungan.


Saat aku berbalik badan, Alia dan Yoga sudah berada di hadapanku.


"Kamu berantem sama Bang Arga?" tanya Alia lirih.


Yoga ikut menatapku dengan tatapan iba. "Cerita gih sama kita."


Alia mengangguk membenarkan. "Iya, siapa tahu lo jadi tenang setelah lo cerita sama kita."


Aku tersenyum lalu mengangguki keduanya.


"Jadi Bang Arga bohongin lo?" tanya Alia setelah aku menceritakan semuanya pada mereka berdua.


Aku mengangguk. "Gue nggak tahu apa alasan dia bohong. Dan anehnya, dia ninggalin gue di Mall gitu aja tanpa bilang sepatah kata pun. Dan anehnya, nggak lama dari itu, gue ketemu Amara."


"Amara?" Alia terdengar terkejut.


"Amara siapa?" tanya Yoga tak mengerti.


"Mantan pacarnya," jawabku.


"Terus lo berfikir, Bang Arga pergi ninggalin lo ada hubungannya sama Amara?" tanya Yoga.


"Gue nggak berfikir kesitunya sih. Tapi yang gue heranin, kenapa dia bohong sama gue? Kenapa dia bilangnya mau jemput Mamanya di Bandara? Terus kemana dia?" ujarku.


"Tapi lo udah tanyain lagi 'kan ke Bang Arga?" tanya Alia.


Aku menjawab dengan anggukan.


"Terus apa katanya?"


"Dia bakal jelasin nanti."


"Yaudah, lo tunggu aja sampai dia jelasin semuanya," ujar Alia.


"Tapi tetep aja Al, Ga, gue penasaran. Gue penasaran semalem dia kemana. Dan kenapa dia harus bohong?"


Alia dan Yoga ikut bingung, keduanya pun saling menatap.


"ALINA!"


Aku terdiam lalu menoleh ke arah pintu.



Jangan lupa klik ❤️ dan tulis komentarnya ya!